Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

AGUSTINA

17 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 42024: 42022: 42021: 12020: 2

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Terong Susu (Solanum mammosum L.) Dengan Variasi Konsentrasi Pelarut Etanol Menggunakan Metode ABTS (2,2-azinobis(3-etilbenzoatiazolin-6-asam sulfonat)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah terong susu mengandung senyawa sekunder flavonoid dan fenolik sebagai agen antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa kimia yang dapat meredam radikal bebas sehingga tidak merusak tubuh. Variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan 95% akan berpengaruh pada kualitas ekstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan 95% ektrak buah terong susu dengan metode ABTS (2,2- azinobis(3-etilbenzoatiazolin-6-asam sulfonat). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol 70% dan 95% dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, penetapan kadar air, skrining fitokimia, pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan microplate reader dengan metode ABTS. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan nilai IC50 dengan menggunakan vitamin C sebagai pembanding didapatkan nilai sebesar 9,39±0,46 ppm. Aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS terhadap ekstrak etanol buah terong susu diperoleh nilai IC50 sebesar 92,88±1,13 ppm pada ekstrak etanol 70% dan 48,27±1,38 ppm pada ekstrak etanol 95%. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah terong susu, didapatkan aktivitas antioksidan yang lebih kuat pada konsentrasi pelarut etanol 95%. Hasil penelitian yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis data statistik dengan menggunakan uji Independen T-test pada aplikasi Microsoft Excel didapatkan nilai p-value 0,0000 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua variasi sampel.

Studi Literatur Evaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di beberapa Rumah Sakit

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, salah satunya melalui terapi insulin. Insulin membantu menurunkan kadar glukosa darah, khususnya pada pasien dengan defisiensi insulin. Namun, efektifitas penggunaannya dapat dipengaruhi oleh karakteristik pasien dan jenis insulin. Studi literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kajen dan Rumah Sakit (RS) St. Elisabeth Semarang. Rancangan penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian yaitu evaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di RSUD Kajen dan RS St.Elisabeth Semarang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, mencakup karakteristik pasien (jenis kelamin, usia, berat badan), hasil pemeriksaan laboratorium, jenis insulin, kesesuaian insulin, dan ketepatan dosis insulin. Hasil menunjukkan sebagian besar pasien berusia ≥ 45 tahun, dengan kadar gula darah puasa (GDP) ≥ 126 mg/dL, gula darah post prandial (GDPP) ≥ 200 mg/dL, dan hemoglobin (HbA1C) ≥ 9% - 10%. Jenis insulin yang umum yaitu insulin kerja panjang (long acting), kombinasi insulin long acting-premixed, serta kombinasi rapid acting-long acting. Tingkat kesesuaian insulin tinggi (94%), namun ketepatan dosis masih rendah, khususnya di RS St. Elisabeth Semarang (19,30%).

Studi Literatur Evaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di beberapa Rumah Sakit

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, salah satunya melalui terapi insulin. Insulin membantu menurunkan kadar glukosa darah, khususnya pada pasien dengan defisiensi insulin. Namun, efektifitas penggunaannya dapat dipengaruhi oleh karakteristik pasien dan jenis insulin. Studi literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kajen dan Rumah Sakit (RS) St. Elisabeth Semarang. Rancangan penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian yaitu evaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di RSUD Kajen dan RS St.Elisabeth Semarang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, mencakup karakteristik pasien (jenis kelamin, usia, berat badan), hasil pemeriksaan laboratorium, jenis insulin, kesesuaian insulin, dan ketepatan dosis insulin. Hasil menunjukkan sebagian besar pasien berusia ≥ 45 tahun, dengan kadar gula darah puasa (GDP) ≥ 126 mg/dL, gula darah post prandial (GDPP) ≥ 200 mg/dL, dan hemoglobin (HbA1C) ≥ 9% - 10%. Jenis insulin yang umum yaitu insulin kerja panjang (long acting), kombinasi insulin long acting-premixed, serta kombinasi rapid acting-long acting. Tingkat kesesuaian insulin tinggi (94%), namun ketepatan dosis masih rendah, khususnya di RS St. Elisabeth Semarang (19,30%).

Studi Literatur Perbandingan Waktu Tunggu Pelayanan Resep pada Rawat Jalan di Rumah Sakit

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kesehatan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap manusia. Pelayanan kefarmasian di rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, salah satunya adalah pelayanan di rawat jalan, di lihat dari waktu tunggu. Standar pelayanan minimal (SPM) pada rumah sakit untuk resep obat racikan ≤ 60 menit dan untuk resep obat non racikan ≤ 30 menit. Permasalahan yang ada di rumah sakit waktu tunggu belum memenuhi standar. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di beberapa rumah sakit. Rancangan yang digunakan pada penelitian yaitu studi literatur, yang melakukan pengumpulan data, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu perbandingan waktu tunggu pelayanan resep pada rawat jalan di rumah sakit pada jurnal tahun 2021-2023. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur berupa perbandingan waktu tunggu resep racikan dan non racikan. Hasil dari ketiga rumah sakit yang berbeda-beda sudah memenuhi standar waktu tunggu pelayanan minimal rumah sakit, rumah sakit ciputra citra raya dengan resep racikan dengan rata-rata 17,23 menit dan untuk resep non racikan 7,12 menit, rumah sakit tangulandang memiliki rata-rata resep racikan 19 menit dan untuk resep non racikan 2,9 menit, dan untuk rumah sakit anwar medika memiliki rata-rata resep racikan 30,9 menit dan untuk resep non racikan 18,7 menit.

Studi Literatur Perbandingan Waktu Tunggu Pelayanan Resep pada Rawat Jalan di Rumah Sakit

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesehatan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap manusia. Pelayanan kefarmasian di rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, salah satunya adalah pelayanan di rawat jalan, di lihat dari waktu tunggu. Standar pelayanan minimal (SPM) pada rumah sakit untuk resep obat racikan ≤ 60 menit dan untuk resep obat non racikan ≤ 30 menit. Permasalahan yang ada di rumah sakit waktu tunggu belum memenuhi standar. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di beberapa rumah sakit. Rancangan yang digunakan pada penelitian yaitu studi literatur, yang melakukan pengumpulan data, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu perbandingan waktu tunggu pelayanan resep pada rawat jalan di rumah sakit pada jurnal tahun 2021-2023. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur berupa perbandingan waktu tunggu resep racikan dan non racikan. Hasil dari ketiga rumah sakit yang berbeda-beda sudah memenuhi standar waktu tunggu pelayanan minimal rumah sakit, rumah sakit ciputra citra raya dengan resep racikan dengan rata-rata 17,23 menit dan untuk resep non racikan 7,12 menit, rumah sakit tangulandang memiliki rata-rata resep racikan 19 menit dan untuk resep non racikan 2,9 menit, dan untuk rumah sakit anwar medika memiliki rata-rata resep racikan 30,9 menit dan untuk resep non racikan 18,7 menit.

Edukasi gizi, tumbuh kembang, pijat anak menggunakan metode demonstrasi audiovisual pada kader masa pandemi Covid19 (monograf)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Syukur Alhamdulillah dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala berkah dan rahmat-Nya, sehingga buku mengenai Edukasi Gizi, Tumbuh kembang, Pijat anak Menggunakan Metode Demonstrasi Audiovisual Pada Kader Masa Pandemi Covid19. Kader posyandu merupakan anggota masyarakat yang bersedia sukarela mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu balita didampingi oleh petugas kesehatan yang berada dipuskesmas. Kader berperan penting mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan setelah pelaksanaan kegiatan. Peran kader dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan kegiatan posyandu. Peran kader sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi, dengan melakukan edukasi dan deteksi dini tumbuh kemban, pijat serta upaya kesehatan ibu anak untuk membantu menurunkan percepatan angka kematian ibu dan bayi. Kader sebagai kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan posyandu. Keberhasilan kegiatan posyandu bergantung pada aktif atau tidaknya peran kader itu sendiri. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya buku ini. Penulis menyadari bahwa buku ini masih memiliki banyak kekurangan. Penulis juga berterimakasih atas setiap saran dan kritik yang membangun dalam perbaikan materi buku ini. Semoga buku ini bermanfaat dan bisa diimplementasikan dimasyarakat

STUDI LITERATUR ANALISIS KANDUNGAN MERKURI DAN HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH WAJAH

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi kandungan merkuri dan hidrokuinon yang terdapat pada krim pemutih wajah yang dijual di pasaran, dan mengetahui hasil kadar hidrokuinon apakah telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.445/MENKES/PER/V/1998. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih wajah dapat menimbulkan berbagai hal, mulai dari perubahan warna kulit yang pada akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin. Krim pemutih wajah yang mengandung hidrokuinon akan terakumulasi dalam kulit dan dapat menyebabkan mutasi serta kerusakan DNA, sehingga kemungkinan pada pemakaian jangka panjang bersifat karsinogenik. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel, reduksi data dan meringkas data sehingga didapatkan data utama inti. Tulisan penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan untuk identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna menggunakan pereaksi KI (menghasilkan endapan berwarna merah jingga hingga merah kehitaman), larutan NaOH (menghasilkan endapan berwarna kuning jingga), uji amalgam (menghasilkan kawat tembaga yang berwarna perak), dan uji nyala api (menghasilkan nyala api yang berwarna hijau kebiruan). metode yang digunakan untuk identifikasi hidrokuinon pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna menggunakan pereaksi FeCl3(menghasilkan kuning perak dan hijau hingga hitam jika sampel dalam kondisi asam), larutan Ag-amoniakal (menghasilkan warna cermin perak), penetapan kadar hidrokuinon dengan metode spektrofotometri UV- Vis sampel memiliki kadar yang kurang dari 2%. Kadar hidrokuinon yang diperoleh dari artikel pada sampel krim pemutih wajah yang beredar di Jayapura dengan kadar 5,1x10-4-5,5x10-4% dan pada sampel krim pemutih wajah yang beredar di Blitar adalah 2x10-7-7,35x10-5%.

STUDI LITERATUR ANALISIS KANDUNGAN MERKURI DAN HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH WAJAH

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi kandungan merkuri dan hidrokuinon yang terdapat pada krim pemutih wajah yang dijual di pasaran, dan mengetahui hasil kadar hidrokuinon apakah telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.445/MENKES/PER/V/1998. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih wajah dapat menimbulkan berbagai hal, mulai dari perubahan warna kulit yang pada akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin. Krim pemutih wajah yang mengandung hidrokuinon akan terakumulasi dalam kulit dan dapat menyebabkan mutasi serta kerusakan DNA, sehingga kemungkinan pada pemakaian jangka panjang bersifat karsinogenik. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel, reduksi data dan meringkas data sehingga didapatkan data utama inti. Tulisan penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan untuk identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna menggunakan pereaksi KI (menghasilkan endapan berwarna merah jingga hingga merah kehitaman), larutan NaOH (menghasilkan endapan berwarna kuning jingga), uji amalgam (menghasilkan kawat tembaga yang berwarna perak), dan uji nyala api (menghasilkan nyala api yang berwarna hijau kebiruan). metode yang digunakan untuk identifikasi hidrokuinon pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna menggunakan pereaksi FeCl3(menghasilkan kuning perak dan hijau hingga hitam jika sampel dalam kondisi asam), larutan Ag-amoniakal (menghasilkan warna cermin perak), penetapan kadar hidrokuinon dengan metode spektrofotometri UV- Vis sampel memiliki kadar yang kurang dari 2%. Kadar hidrokuinon yang diperoleh dari artikel pada sampel krim pemutih wajah yang beredar di Jayapura dengan kadar 5,1x10-4-5,5x10-4% dan pada sampel krim pemutih wajah yang beredar di Blitar adalah 2x10-7-7,35x10-5%.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Limbah kulit pisang kepok memiliki khasiat sebagai antibakteri, karena mengandung senyawa metabolit tanin, terpenoid dan flavonoid. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan berupa ringkasan terkait aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.), penyajian data berupa tabel deskriptif, analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil pengukuran zona hambat dengan konsentrasi Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (EEKPK) 96% konsentrasi 0,1, 0,3, dan 0,5% mendapatkan zona hambat secara berurutan yaitu 10,7, 11,7, dan 14,00 mm untuk bakteri S.aureus dan 3,5, 6,75, dan 14,75 mm untuk bakteri E.coli. Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (EEKPK) 96% konsentrasi 10% memiliki rata-rata zona hambat 18,67 mm untuk bakteri S.aureus dan 19,17 mm untuk bakteri E.coli. Ekstrak etanol kulit pisang kepok (EEKPK) 70% dengan konsentrasi ekstrak 0,3125, 0,625, 1,25, 2,5, dan 5% memiliki zona hambat berurutan 8,13, 8,63, 9,12, 10,93, dan 11,66 mm untuk bakteri S.aureus dan memiliki zona hambat 8,45, 9,08, 10,02, 11,45, dan 13,99 mm untuk bakteri E.coli. Sedangkan ekstrak etanol kulit pisang kepok (EEKPK) 70% pada konsentrasi ekstrak 25,50,75, dan 100% memiliki zona hambat secara berurutan sebesar 1,7, 1,4, 1,2, dan 8,8 mm untuk bakteri S.aureus. Kesimpulan yang dapat diambil adalah aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) bahwa konsentrasi uji yang dilakukan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Aktivitas antibakteri yang terbentuk bervariasi tergantung pada konsentrasi ekstrak dan pelarut yang digunakan.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Limbah kulit pisang kepok memiliki khasiat sebagai antibakteri, karena mengandung senyawa metabolit tanin, terpenoid dan flavonoid. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan berupa ringkasan terkait aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.), penyajian data berupa tabel deskriptif, analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil pengukuran zona hambat dengan konsentrasi Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (EEKPK) 96% konsentrasi 0,1, 0,3, dan 0,5% mendapatkan zona hambat secara berurutan yaitu 10,7, 11,7, dan 14,00 mm untuk bakteri S.aureus dan 3,5, 6,75, dan 14,75 mm untuk bakteri E.coli. Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (EEKPK) 96% konsentrasi 10% memiliki rata-rata zona hambat 18,67 mm untuk bakteri S.aureus dan 19,17 mm untuk bakteri E.coli. Ekstrak etanol kulit pisang kepok (EEKPK) 70% dengan konsentrasi ekstrak 0,3125, 0,625, 1,25, 2,5, dan 5% memiliki zona hambat berurutan 8,13, 8,63, 9,12, 10,93, dan 11,66 mm untuk bakteri S.aureus dan memiliki zona hambat 8,45, 9,08, 10,02, 11,45, dan 13,99 mm untuk bakteri E.coli. Sedangkan ekstrak etanol kulit pisang kepok (EEKPK) 70% pada konsentrasi ekstrak 25,50,75, dan 100% memiliki zona hambat secara berurutan sebesar 1,7, 1,4, 1,2, dan 8,8 mm untuk bakteri S.aureus. Kesimpulan yang dapat diambil adalah aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) bahwa konsentrasi uji yang dilakukan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Aktivitas antibakteri yang terbentuk bervariasi tergantung pada konsentrasi ekstrak dan pelarut yang digunakan.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTINOSISEPTIF DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth.)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan salah satu tanaman herbal. Tumbuhan kratom dapat digunakan sebagai obat demam, meringankan nyeri otot dan mengurangi nafsu makan. Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) memiliki efek analgesik opioid (antinosiseptif). Kandungan utama daun kratom adalah mitraginin yang memiliki afinitas kuat pada reseptor opioid. Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antinosiseptif ekstrak dan fraksi daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) dari pelarut yang berbeda. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Fraksi n-heksan daun kratom dosis I (70mg/kgBB), dosis II (140mg/kgBB), dosis III (280 mg/kgBB), fraksi diklorometana daun kratom dosis I (70mg/kgBB), dosis II (140mg/kgBB), dosis III (280 mg/kgBB), fraksi air daun kratom dosis I (140mg/kgBB), dosis II (280mg/kgBB) dan dosis III (560 mg/kgBB) memiliki efek antinosiseptif. Kesimpulan dari studi ini adalah terdapat perbedaan aktivitas antinosiseptif fraksi daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) dari pelarut yang berbeda. Fraksi air daun kratom dosis 560 mg/kgBB memiliki aktivitas antinosiseptif lebih lemah dibandingkan dosis 280 mg/kgBB yang dihasilkan oleh fraksi n-heksan dan fraksi diklorometana.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTINOSISEPTIF DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth.)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan salah satu tanaman herbal. Tumbuhan kratom dapat digunakan sebagai obat demam, meringankan nyeri otot dan mengurangi nafsu makan. Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) memiliki efek analgesik opioid (antinosiseptif). Kandungan utama daun kratom adalah mitraginin yang memiliki afinitas kuat pada reseptor opioid. Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antinosiseptif ekstrak dan fraksi daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) dari pelarut yang berbeda. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Fraksi n-heksan daun kratom dosis I (70mg/kgBB), dosis II (140mg/kgBB), dosis III (280 mg/kgBB), fraksi diklorometana daun kratom dosis I (70mg/kgBB), dosis II (140mg/kgBB), dosis III (280 mg/kgBB), fraksi air daun kratom dosis I (140mg/kgBB), dosis II (280mg/kgBB) dan dosis III (560 mg/kgBB) memiliki efek antinosiseptif. Kesimpulan dari studi ini adalah terdapat perbedaan aktivitas antinosiseptif fraksi daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) dari pelarut yang berbeda. Fraksi air daun kratom dosis 560 mg/kgBB memiliki aktivitas antinosiseptif lebih lemah dibandingkan dosis 280 mg/kgBB yang dihasilkan oleh fraksi n-heksan dan fraksi diklorometana.