Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Rawat Jalan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR ANALISIS EVALUASI WAKTU TUNGGU LAYANAN RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN PADA PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN DI RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI DAN RSI SULTAN AGUNG BANJARBARU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Waktu pelayanan resep adalah hal dalam mengembangkan kualitas layanan kesehatan untuk pasien. Waktu tunggu pelayanan kefarmasian yang lama akan muncul dampak yang buruk pada sebuah proses produksi, kualitas pelayanan, terutama pada kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat mengukur kualitas pelayanan terhadap pelayanan rumah sakit. Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator penting dalam menilai tingkat kepuasan pasien. Adanya hubungan antara waktu tunggu pelayanan resep dengan tingkat kepuasaan pasien menunjukkan perlunya peninjauan lebih lanjut terhadap waktu tunggu pelayanan resep. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep racikan dan non racikan pada pasien rawat jalan di instalasi farmasi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dan RSI Sultan Agung Banjarbaru. Studi literatur ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen relevan yang membahas pelayanan resep racikan dan non racikan pada pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran waktu tunggu layanan resep racikan dan resep non racikan di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit. Hasil kajian ini diharapkan memberikan dasar untuk evaluasi pelayanan resep di instalasi rawat jalan rumah sakit.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN POLA PENGGUNAAN OBAT ASMA PADA PASIEN ASMA RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel. Gejala utama asma meliputi sesak napas, batuk, dan mengi, yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alergen, infeksi, atau aktivitas fisik. Pengobatan asma bertujuan untuk mengendalikan gejala, mencegah eksaserbasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Terapi farmakologis terdiri dari obat pereda gejala (reliever) seperti agonis β2 adrenergik kerja pendek dan obat pengendali (controller) seperti kortikosteroid inhalasi serta antagonis reseptor leukotrien. Selain itu, beberapa obat non-asma, seperti antibiotik dan antihistamin, juga sering digunakan untuk menangani kondisi komorbid yang memperburuk gejala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat asma pada pasien rawat jalan berdasarkan kajian literatur. Hasil studi menunjukkan adanya variasi dalam pemilihan terapi yang dipengaruhi oleh tingkat keparahan penyakit, akses terhadap fasilitas kesehatan, serta kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Dengan memahami pola penggunaan obat ini, diharapkan terapi asma dapat lebih dioptimalkan sehingga memberikan manfaat yang lebih efektif dalam pengendalian penyakit serta meningkatkan standar pengobatan di layanan kesehatan rawat jalan. Hasil menunjukkan bahwa budesonide (15,23%) dan fluticasone (13,12%) merupakan kortikosteroid inhalasi yang paling dominan digunakan sebagai obat pengendali asma. Salbutamol, obat pereda gejala (reliever), digunakan lebih sering di BKPM Magelang. Penggunaan obat non-asma juga menunjukkan variasi, di antaranya amoxicillin lebih tinggi di BKPM Magelang (39,47%), loratadine lebih tinggi di RSUD Dr. Pirngadi Medan (32,78%), dan pseudoefedrin relatif seimbang. Secara keseluruhan, pemilihan terapi ini telah sesuai dengan tata laksana farmakologis asma menurut Koesnoe (2020), namun perlu dilakukan evaluasi berkala untuk menilai kesesuaian dan efektivitas terapi terhadap kondisi pasien.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Pelayanan Farmasi Rawat Jalan Di Rumah Sakit

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas pelayanan farmasi yang baik dapat dilihat dari kepuasan pasien. Hal utama yang perlu diperhatikan dari instalasi farmasi rumah sakit adalah pelayanan farmasi. Kepuasan pasien dalam kaitannya dengan pelayanan kefarmasian dapat diukur berdasarkan lima dimensi yaitu dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan berwujud. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pelayanan farmasi rawat jalan di rumah sakit. Dari data perbandingan pelayanan farmasi rawat jalan di Rumah Sakit diharapkan sebagai informasi, edukasi serta menambah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pelayanan farmasi rawat jalan. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian yaitu penggunaan pelayanan farmasi rawat jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu Kabupaten Blora dan Rumah Sakit Sumedang Kabupaten Sumedang. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa persentase data karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta data persentase skor rata-rata pelayanan kefarmasian berdasarkan dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan berwujud.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Perbandingan Waktu Tunggu Pelayanan Resep pada Rawat Jalan di Rumah Sakit

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesehatan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap manusia. Pelayanan kefarmasian di rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, salah satunya adalah pelayanan di rawat jalan, di lihat dari waktu tunggu. Standar pelayanan minimal (SPM) pada rumah sakit untuk resep obat racikan ≤ 60 menit dan untuk resep obat non racikan ≤ 30 menit. Permasalahan yang ada di rumah sakit waktu tunggu belum memenuhi standar. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di beberapa rumah sakit. Rancangan yang digunakan pada penelitian yaitu studi literatur, yang melakukan pengumpulan data, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu perbandingan waktu tunggu pelayanan resep pada rawat jalan di rumah sakit pada jurnal tahun 2021-2023. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur berupa perbandingan waktu tunggu resep racikan dan non racikan. Hasil dari ketiga rumah sakit yang berbeda-beda sudah memenuhi standar waktu tunggu pelayanan minimal rumah sakit, rumah sakit ciputra citra raya dengan resep racikan dengan rata-rata 17,23 menit dan untuk resep non racikan 7,12 menit, rumah sakit tangulandang memiliki rata-rata resep racikan 19 menit dan untuk resep non racikan 2,9 menit, dan untuk rumah sakit anwar medika memiliki rata-rata resep racikan 30,9 menit dan untuk resep non racikan 18,7 menit.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR POLA PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN DIABETES TIPE II RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi penderita diabetes mellitus di indonesia meningkat dari 13,7 pada 2019 menjadi 16,6 juta jiwa pada tahun 2045 berdasarkan data IDF. Diabetes mellitus tipe II memiliki angka kejadian 9 kali lebih banyak dari tipe diabetes mellitus yang lain. Pemberian obat hipoglikemik oral sebagai salah satu pilihan terapi untuk mengatur kadar gula dalam darah. Pada pasien diabetes mellitus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat hipoglikemik oral pada pasien diabetes melitus tipe II rawat jalan di rumah sakit. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian dengan metode studi literatur pada penggunaan obat hipoglikemik oral pada pasien rawat jalan di rumah sakit. Objek yang diteliti adalah pola penggunaan obat hipoglikemik oral pada pasien diabetes mellitus tipe II rawat jalan di rumah sakit. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur dari ketiga jurnal menunjukkan bahwa penderita diabetes mellitus tipe 2 terbanyak adalah perempuan sebesar (65.8%) dengan rentan usia penderita terbanyak adalah ≥ 45 tahun (68,4%). Terapi oral tunggal dari ketiga rumah sakit yang paling banyak digunakan adalah metformin (30,33%) yang merupakan golongan biguanid dan pola penggunaan obat kombinasi yang sering digunakan adalah golongan sulfonilurea ditambah biguanid.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK PADA PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat anti diabetik pada pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menyimpulkan berbagai literatur yang digunakan dan meninjau kembali data-data yang didapat agar dapat disimpulkan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa gambaran penggunaan obat anti diabetik pada pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 pasien rawat jalan di rumah sakit

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI BEBERAPA RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri pasien. Kualitas pelayanan dengan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat dicapai melalui penciptaan pelayanan yang berkualitas tinggi dalam hal penyediaan sarana yang baik, kehandalan petugas, daya tanggap petugas, jaminan pelayanan dan empati. Jika kepuasan pelanggan tinggi akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang demi kelangsungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy terhadap kepuasan pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Obyek penelitian ini adalah kualitas pelayanan di rawat jalan beberapa rumah sakit mencakup aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran perbandingan dari data-data yang diperoleh terhadap pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Hasil penelitian di RS. St. Elisabeth Semarang diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,716, berarti 71,6% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan, nilai koefisien determinasi RS. Thursina Duri sebesar 0,957, berarti 95,7% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan dan nilai koefisien determinasi RS. Sarila Husada Sragen sebesar 0,377, artinya 37,7% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTI HIPERTENSI DI DEPO RAWAT JALAN DI BEBERAPA RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil penggunaaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara penghimpunan data dari berbagai sumber. Obyek penelitian ini adalah obat yang digunakan pasien untuk pengobatan hipertensi di depo rawat jalan Rumah Sakit di kota Magelang Provinsi Jawa Timur, Rumah Sakit di kota Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan, dan Rumah Sakit Dr. H. F. Larantuka di kota Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data yang terkumpul berdasarkan beberapa jurnal ilmiah tentang pola penggunaaan obat anti hipertensi. Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di rumah sakit berdasarkan urutan terbanyak adalah golongan antagonis kalsium, golongan penghambat ACE, golongan penghambat reseptor angiotensin, golongan diuretik, dan golongan beta blocker. Terapi kombinasi lebih banyak digunakan daripada terapi tunggal obat hipertensi.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN PASIEN JKN DI RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses pelayanan resep harus memperhatikan kualitas pelayanan yang baik. Penentuan kualitas pelayanan dapat dipengaruhi oleh waktu tunggu. Waktu tunggu pelayanan resep dapat mempengaruhi kepuasan pasien pada pelayanan farmasi rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang diperoleh, sehingga diperoleh kesimpulan yang benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian ini didapatkan dari jurnal-jurnal yang telah diteliti bahwa waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan pasien JKN di tiga rumah sakit berbeda belum memenuhi standar pelayanan kefarmasian yang telah diatur oleh Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tahun 2008. Adapun faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep adalah jumlah SDM yang masih kurang secara kuantitas maupun kualitas, sarana dan prasarana yang kurang memadai, SOP di rumah sakit belum jelas dan belum diterapkan dengan baik, serta proses pelayanan resep yang terlalu lama di waktu jedanya.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN MEDICATION ERROR PADA FASE PRESCRIBING PASIEN POLI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Medication error merupakan setiap kejadian yang tidak hanya dapat merugikan pasien, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan khususnya dalam hal pelayanan pengobatan pasien. Medication error dapat terjadi didalam setiap proses pengobatan, salah satunya pada fase prescribing meliputi kelengkapan resep, tidak adanya umur pasien, tidak ada bentuk sediaan, tulisan resep yang tidak terbaca, tidak jelas nama pasien, tidak ada aturan pakai, tidak ada jumlah obat dan tidak jelas nama pasien. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran medication error pada fase prescribing pasien poli rawat jalan di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah tiga literatur ilmiah yang bersumber dari satu jurnal Ilmiah dan dua Karya Tulis Ilmiah, reduksi data, penyajian data dalam bentuk tabel dan penarikan simpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil telaah literatur tentang gambaran medication error pada fase prescribing pasien poli rawat jalan di Rumah Sakit yang berbeda menunjukkan bahwa terdapat medication error dengan persentase yang tinggi yaitu pada bagian nama dokter, SIP dokter, tanggal penulisan resep, dosis sediaan, bentuk sediaan, aturan pakai, umur dan berat badan yang masih belum terpenuhi, sehingga dapat disimpulkan bahwa masih terdapat medication error pada tiga Rumah Sakit yang di teliti.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail