Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ANASTASIA RENI MANGALIK

4 karya publik ditemukan.

2022: 22020: 2

Formulasi Sediaan Spray Gel Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides.L) Sebagai Antinyamuk

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Terdapat banyak jenis nyamuk yang menyebabkan penyakit pada manusia salah satunya nyamuk Anopheles penyebab penyakit malaria. Tanaman bandotan dimanfaatkan untuk mengobati kolik, flu, demam, antidisetri, diare. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides.L) yang memberikan sifat fisik dan aktifitas anti nyamuk terbaik dalam sediaan spray gel. Metode penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek yang diteliti adalah formulasi sediaan daun bandotan sebagai anti nyamuk. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, identifikasi senyawa metabolit sekunder, pembuatan formula spray gel, dan evaluasi sediaan. Ekstrak daun bandotan diformulasikan menjadi sediaan spray gel anti nyamuk dengan varian konsentrasi 10%, 15%, 20%, dan menggunakan kontrol positif spray antinyamuk merek X sebagai pembandingnya. Pengujian sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, dan uji daya tolak nyamuk. Hasil pengambilan data dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun bandotan dapat diformulasikan menjadi sediaan spray gel dan stabil secara uji fisik. Berdasarkan daya tolak nyamuk pada formula I, II, III memiliki rata-rata aktivitas antinyamuk masing-masing 22,83%, 57,83%, 66,33% dan kontrol positif dengan merek X 99,30%.

Formulasi Sediaan Spray Gel Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides.L) Sebagai Antinyamuk

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Terdapat banyak jenis nyamuk yang menyebabkan penyakit pada manusia salah satunya nyamuk Anopheles penyebab penyakit malaria. Tanaman bandotan dimanfaatkan untuk mengobati kolik, flu, demam, antidisetri, diare. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides.L) yang memberikan sifat fisik dan aktifitas anti nyamuk terbaik dalam sediaan spray gel. Metode penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek yang diteliti adalah formulasi sediaan daun bandotan sebagai anti nyamuk. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, identifikasi senyawa metabolit sekunder, pembuatan formula spray gel, dan evaluasi sediaan. Ekstrak daun bandotan diformulasikan menjadi sediaan spray gel anti nyamuk dengan varian konsentrasi 10%, 15%, 20%, dan menggunakan kontrol positif spray antinyamuk merek X sebagai pembandingnya. Pengujian sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, dan uji daya tolak nyamuk. Hasil pengambilan data dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun bandotan dapat diformulasikan menjadi sediaan spray gel dan stabil secara uji fisik. Berdasarkan daya tolak nyamuk pada formula I, II, III memiliki rata-rata aktivitas antinyamuk masing-masing 22,83%, 57,83%, 66,33% dan kontrol positif dengan merek X 99,30%.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (Artocarpus atilis) DAN DAUN CEMPEDAK (Artocarpus champeden.L) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BSLT

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk membandingkan uji toksisitas akut ekstrak etanol dengan dua daun yang berbeda yaitu daun sukun (Artocarpus atilis) dan daun cempedak (Artocarpus champeden.L) dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis probit untuk menentukan LC50. Nilai LC50 merupakan angka yang menunjukkan konsentrasi ekstrak suatu tanaman yang dapat menyebabkan kematian hewan uji sebesar 50% dari jumlah hewan uji. Maka didapatkan LC50 daun sukun (Artocarpus atilis) adalah 3608.893 ppm dan daun cempedak (Artocarpus champeden.L) sebesar 314,78 ppm. Daun sukun dan daun cempedak mengandung flavonoid dan tanin. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa terjadi perbedaan nilai LC50 pada kedua jenis tanaman tersebut.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (Artocarpus atilis) DAN DAUN CEMPEDAK (Artocarpus champeden.L) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BSLT

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Studi ini bertujuan untuk membandingkan uji toksisitas akut ekstrak etanol dengan dua daun yang berbeda yaitu daun sukun (Artocarpus atilis) dan daun cempedak (Artocarpus champeden.L) dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis probit untuk menentukan LC50. Nilai LC50 merupakan angka yang menunjukkan konsentrasi ekstrak suatu tanaman yang dapat menyebabkan kematian hewan uji sebesar 50% dari jumlah hewan uji. Maka didapatkan LC50 daun sukun (Artocarpus atilis) adalah 3608.893 ppm dan daun cempedak (Artocarpus champeden.L) sebesar 314,78 ppm. Daun sukun dan daun cempedak mengandung flavonoid dan tanin. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa terjadi perbedaan nilai LC50 pada kedua jenis tanaman tersebut.