Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ASRI RINI WAHYUNI

4 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 12024: 1

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBUCHA TEH HIJAU (Camellia Sinensis) DENGAN VARIASI LAMA FERMENTASI TERHADAP Staphylococcus Aureus DAN Staphylococcus Epidermidis

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Infeksi bakteri merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri adalah kombucha teh hijau (Camellia sinensis) yang mengandung berbagai senyawa bioaktif hasil fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombucha teh hijau terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis serta menentukan lama fermentasi optimum. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratorium. Objek yang diteliti adalah kombucha teh hijau dengan variasi lama fermentasi 0, 3, 6, 9, 12, 15, dan 18 hari. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode well diffusion (sumuran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombucha teh hijau tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada seluruh variasi lama fermentasi yang digunakan. Aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis diperoleh pada hari fermentasi ke-3, 6, 9, dan 12, dengan diameter zona hambat tertinggi pada hari fermentasi ke-6 sebesar 2,75 ± 0,25 mm. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa variasi lama fermentasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap diameter zona hambat bakteri Staphylococcus epidermidis (p0,05). Lama fermentasi optimum kombucha teh hijau dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis diperoleh pada hari fermentasi ke-6.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBUCHA TEH HIJAU (Camellia Sinensis) DENGAN VARIASI LAMA FERMENTASI TERHADAP Staphylococcus Aureus DAN Staphylococcus Epidermidis

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi bakteri merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri adalah kombucha teh hijau (Camellia sinensis) yang mengandung berbagai senyawa bioaktif hasil fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombucha teh hijau terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis serta menentukan lama fermentasi optimum. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratorium. Objek yang diteliti adalah kombucha teh hijau dengan variasi lama fermentasi 0, 3, 6, 9, 12, 15, dan 18 hari. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode well diffusion (sumuran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombucha teh hijau tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada seluruh variasi lama fermentasi yang digunakan. Aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis diperoleh pada hari fermentasi ke-3, 6, 9, dan 12, dengan diameter zona hambat tertinggi pada hari fermentasi ke-6 sebesar 2,75 ± 0,25 mm. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa variasi lama fermentasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap diameter zona hambat bakteri Staphylococcus epidermidis (p0,05). Lama fermentasi optimum kombucha teh hijau dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis diperoleh pada hari fermentasi ke-6.

Studi Literatur Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Swamedikasi Obat Diare pada anak

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diare merupakan kondisi dimana seseorang melakukan buang air besar dengan kondisi feses yang cenderung encer bahkan cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari. Swamedikasi merupakan tujuan pemilihan obat berdasarkan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi obat diare pada anak. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan ibu. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian dari tiga penelitian di Desa Dukuh Kecamatan Banyudono, Kelurahan Gumilir dan Desa Karangasem Kabuaten Cirebon, menunjukkan pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare dapat disimpulkan bahwa pada penelitian Ratih (2023) tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare dalam kategori baik sebesar 69%, kategori cukup 31%. Penelitian Rahmanigtyas (2023) tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik yakni 70 orang, kategori cukup 14 responden serta tingkat kurang baik sebanyak 16 responden, dan penelitian Siska (2023) tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik sebanyak 68 responden 83,87%, berpengetahuan cukup sebanyak 13 responden 13,93% dan berpengetahuan kurang sebanyak 2 responden 2,15%. ibu rata-rata memiliki tingkat pengetahuan baik dan menunjukkan bahwa usia, pendidikan serta pekerjaan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.

Studi Literatur Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Swamedikasi Obat Diare pada anak

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diare merupakan kondisi dimana seseorang melakukan buang air besar dengan kondisi feses yang cenderung encer bahkan cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari. Swamedikasi merupakan tujuan pemilihan obat berdasarkan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi obat diare pada anak. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan ibu. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian dari tiga penelitian di Desa Dukuh Kecamatan Banyudono, Kelurahan Gumilir dan Desa Karangasem Kabuaten Cirebon, menunjukkan pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare dapat disimpulkan bahwa pada penelitian Ratih (2023) tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare dalam kategori baik sebesar 69%, kategori cukup 31%. Penelitian Rahmanigtyas (2023) tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik yakni 70 orang, kategori cukup 14 responden serta tingkat kurang baik sebanyak 16 responden, dan penelitian Siska (2023) tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik sebanyak 68 responden 83,87%, berpengetahuan cukup sebanyak 13 responden 13,93% dan berpengetahuan kurang sebanyak 2 responden 2,15%. ibu rata-rata memiliki tingkat pengetahuan baik dan menunjukkan bahwa usia, pendidikan serta pekerjaan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.