ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diare merupakan kondisi dimana seseorang melakukan buang air besar dengan kondisi feses yang cenderung encer bahkan cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari. Swamedikasi merupakan tujuan pemilihan obat berdasarkan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi obat diare pada anak. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan ibu. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian dari tiga penelitian di Desa Dukuh Kecamatan Banyudono, Kelurahan Gumilir dan Desa Karangasem Kabuaten Cirebon, menunjukkan pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare dapat disimpulkan bahwa pada penelitian Ratih (2023) tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare dalam kategori baik sebesar 69%, kategori cukup 31%. Penelitian Rahmanigtyas (2023) tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik yakni 70 orang, kategori cukup 14 responden serta tingkat kurang baik sebanyak 16 responden, dan penelitian Siska (2023) tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik sebanyak 68 responden 83,87%, berpengetahuan cukup sebanyak 13 responden 13,93% dan berpengetahuan kurang sebanyak 2 responden 2,15%. ibu rata-rata memiliki tingkat pengetahuan baik dan menunjukkan bahwa usia, pendidikan serta pekerjaan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Swamedikasi merupakan pengobatan mandiri tanpa resep yang dilakukan di lingkungan masyarakat karena dapat menghemat keuangan dan prosesnya lebih cepat. Perilaku pengobatan mandiri ini dilakukan karena adanya keluhan ringan dan bersifat mengganggu seperti diare. Diare merupakan keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dan encer. Tujuan dari peneltian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi diare pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling menggunakan kuesioner online melalui google form, pengujian validitas menggunakan Pearson Product Momen dan uji reabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, pengujian pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 22.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil peresepan obat antidiare pada pasien rawat inap anak di rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah merupakan studi literatur, dengan cara mengumpulkan menelaah buku buku serta majalah ilmiah dan jurnal ilmiah. Objek dalam penelitian ini yaitu profil peresepan obat antidiare pada pasien rawat inap anak di RS Bhayangkara Surabaya, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, dan RSU Negara Jembrana. Analisis yang dipakai dengan metode analisis deskriftif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data yang terkumpul berdasarkan beberapa jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penanganan pasien diare di instalasi rawat inap anak di rumah sakit memiliki profil peresepan obat sebagi terapi penyembuhan diare memiliki kesamaan, hal tersebut dikarenakan telah memiliki standar penanganan diare yang telak dikeluarkan oleh Kemenkes RI tahun 2011 mengenai penatalaksaan diare pada anak. Persentase penggunaan obat terbanyak yaitu penggunaan zink dan pemberian cairan rehidrasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi diare. Profil sosiodemografi dan pengetahuan masyarakat tentang obat dapat menggambarkan ke rasionalan pemilihan obat secara swamedikasi. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat lebih dominan tergolong cukup atau sedang dengan persentasi 56.53%, 22% dan 54.25%. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi diare menunjukkan masyarakat rata-rata memiliki tingkat pengetahuan sedang/cukup dan usia serta pendidikan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang diare pada Balita di masyarakat. Tingkat pengetahuan ibu tentang diare pada Balita dapat menggambarkan wawasan tatalaksana diare di tingkat rumah tangga di masyarakat. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil penelitan tingkat pengetahuan ibu Tangerang Selatan berpengetahuan baik 54,2%, penelitian Padasuka berpengetahuan baik 60%, dan penelitian Pekanbaru berpengetahuan baik 63,8%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang diare linear pada tiga wilayah penelitian mayoritas berpengetahuan baik, dengan penguasaan aspek pengetahuan pengertian diare, penyebab diare, tanda gejala diare, dampak diare, pencegahan diare, dan penatalaksanaan/penanganan diare adalah bervariasi pada masing-masing wilayah penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari yang disertai adanya perubahan bentuk dan konsistensi tinja penderita. Faktor penyebab diare antara lain karena kesehatan lingkungan yang belum memadai, keadaan gizi yang belum memuaskan serta keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi terjadinya diare. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan obat diare di Puskesmas. Tahapan penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, meringkas data, menyajian data dalam bentuk tabel deskriptif, penarikan kesimpulan. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah penggunaan obat diare di Puskesmas. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis obat yang banyak di gunakan di puskesmas adalah oralit dan zink.