Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

BELLA OLIVIA

3 karya publik ditemukan.

2023: 12022: 12021: 1

PERBANDINGAN KADAR KAFEIN DALAM KOPI BUBUK ROBUSTA DAN ARABIKA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Nama : Bella Olivia Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Perbandingan Kadar Kafein dalam Kopi Bubuk Robusta dan Arabika dengan Spektrofotometri UV-Vis Pembimbing : 1. Henny Nurhasnawati, M.Si. 2. apt. Reksi Sundu, M.Sc. Kafein merupakan zat yang terkandung didalam kopi. Kafein memiliki dampak yang sangat baik jika dikomsumsi sesuai syarat batasan maksimum kafein pada SNI No. 01-7152-2006 sebesar 50 mg/sajian dan menurut SNI 01-3542-2004 adalah sebesar 0,9-2%. Kafein merupakan alkaloid purin dengan rumus senyawa kimia C8H10N4O2, dan rumus bangun 1,3,7-trimetilxantin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kafein didalam kopi bubuk robusta dan arabika dengan metode spektrofotometri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimental. Objek yang diteliti adalah kadar kafein didalam kopi bubuk robusta dan arabika dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas pada penelitian ini adalah sampel kopi bubuk robusta dan arabika. Variabel terikat yaitu kadar kafein didalam kopi bubuk robusta dan arabika. Tahapan penelitian ini meliputi membuat larutan baku kafein, menentukan panjang gelombang kafein murni, membuat larutan induk dan larutan seri. Sampel diuji secara kualitatif dengan metode parry, K4 [Fe (CN)6] dan Kromatografi Lapis Tipis lalu diukur kadarnya secara kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Analisis data dilakukan secara independent sample T-test. Hasil penetapan kadar kafein dari seluruh sampel adalah kedua jenis kopi aman dikonsumsi karena tidak melebihi ketetapan SNI No. 01-7152-2006. Keempat sampel kopi robusta berada dalam range 0,60-1,32% sedangkan kadar kafein dari keempat sampel kopi arabika berada dalam range 0,07-0,54%. Hasil analisis data dengan independent sample T-Test menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara kadar kafein didalam kopi robusta dan arabika.

Penetapan Kadar Kafein Pada Kopi Bubuk Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein dalam kopi bubuk. Kopi merupakan minuman yang sangat digemari di Indonesia karena cita rasa dan aromanya yang khas. Kandungan utama dalam kopi adalah kafein, yang merupakan salah satu jenis alkaloid. Kafein memiliki banyak manfaat namun terdapat pula efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek samping dari kafein adalah gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual dan kejang bahkan dapat menimbulkan efek jangka panjang berupa penyakit degeneratif jika tidak dikonsumsi pada kadar yang benar. Sehingga, kadar kafein pada kopi bubuk perlu ditetapkan agar tetap aman untuk dikonsumsi. Penetapan kadar kafein ditentukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data penelitian berupa data sekunder, dengan tahapan penelitian meliputi mengumpulkan literatur, mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dalam tabel dekskriptif, penarikan simpulan dan melakukan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil perbandingan kadar kafein rata-rata yang terkandung pada kopi bubuk di Lombok lebih tinggi daripada kopi bubuk di Manado, yaitu kadar kafein rata-rata kopi bubuk di Lombok sebesar 1,25% dan kopi bubuk di Manado sebesar 1,15% namun keduanya dapat dikonsumsi karena memenuhi SNI yaitu tidak lebih dari 0,9-2%.

Penetapan Kadar Kafein Pada Kopi Bubuk Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein dalam kopi bubuk. Kopi merupakan minuman yang sangat digemari di Indonesia karena cita rasa dan aromanya yang khas. Kandungan utama dalam kopi adalah kafein, yang merupakan salah satu jenis alkaloid. Kafein memiliki banyak manfaat namun terdapat pula efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek samping dari kafein adalah gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual dan kejang bahkan dapat menimbulkan efek jangka panjang berupa penyakit degeneratif jika tidak dikonsumsi pada kadar yang benar. Sehingga, kadar kafein pada kopi bubuk perlu ditetapkan agar tetap aman untuk dikonsumsi. Penetapan kadar kafein ditentukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data penelitian berupa data sekunder, dengan tahapan penelitian meliputi mengumpulkan literatur, mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dalam tabel dekskriptif, penarikan simpulan dan melakukan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil perbandingan kadar kafein rata-rata yang terkandung pada kopi bubuk di Lombok lebih tinggi daripada kopi bubuk di Manado, yaitu kadar kafein rata-rata kopi bubuk di Lombok sebesar 1,25% dan kopi bubuk di Manado sebesar 1,15% namun keduanya dapat dikonsumsi karena memenuhi SNI yaitu tidak lebih dari 0,9-2%.