ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kopi menjadi salah satu minuman yang sangat popular di dunia, termasuk Indonesia, Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal dampak negative radikal bebas sumber senyawa. ampas kopi merupakan salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai kosmetika dan memiliki kandungan-kandungan yang baik untuk kulit. maka akan dilakukan penelitian dan pembuatan formulasi sabun padat scrub ampas kopi Arabika (coffea arabica L) sebagai antioksidan. Penelitian yang dilakukan yaitu mengenai pemanfaatan ampas kopi dalam sabun padat scrub sebagai antioksidan, kemudian dilakukan pengujian secara fisik dan uji potensi iritasi. Sampel yang digunakan adalah ampas kopi Arabica yang diperoleh dari 212 Coffee n Space. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel sesuai dengan pertimbangan tertentu. Variabel bebas penelitian menggunakan varian konsentrasi ampas kopi Arabica dalam sediaan sabun. Variabel terikat penelitian adalah pemanfaatan ampas kopi Arabica sebagai sedian sabun batang scrub.Variabel control dari penelitian adalah metode pembuatan, dan jenis ampas kopi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein dalam kopi bubuk. Kopi merupakan minuman yang sangat digemari di Indonesia karena cita rasa dan aromanya yang khas. Kandungan utama dalam kopi adalah kafein, yang merupakan salah satu jenis alkaloid. Kafein memiliki banyak manfaat namun terdapat pula efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek samping dari kafein adalah gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual dan kejang bahkan dapat menimbulkan efek jangka panjang berupa penyakit degeneratif jika tidak dikonsumsi pada kadar yang benar. Sehingga, kadar kafein pada kopi bubuk perlu ditetapkan agar tetap aman untuk dikonsumsi. Penetapan kadar kafein ditentukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data penelitian berupa data sekunder, dengan tahapan penelitian meliputi mengumpulkan literatur, mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dalam tabel dekskriptif, penarikan simpulan dan melakukan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil perbandingan kadar kafein rata-rata yang terkandung pada kopi bubuk di Lombok lebih tinggi daripada kopi bubuk di Manado, yaitu kadar kafein rata-rata kopi bubuk di Lombok sebesar 1,25% dan kopi bubuk di Manado sebesar 1,15% namun keduanya dapat dikonsumsi karena memenuhi SNI yaitu tidak lebih dari 0,9-2%.