STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl)
Meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan alami mendorong pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber antioksidan. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pepaya (Carica papaya L.) yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan dalam menetralisasi radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stress oksidatif dan menyebabkan kerusakan sel. Antioksidan bekerja dengan mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun pepaya menggunakan metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl). Metode DPPH dipilih karena sederhana, cepat, sensitif, serta mampu memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan suatu senyawa dalam meredam radikal bebas. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis berdasarkan nilai IC50 serta faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tahap penelitian yaitu mengumpulkan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data yang kemudian diringkas sehingga diperoleh data utama, penyajian data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan ekstrak daun pepaya. Berdasarkan analisis data dari artikel utama yang digunakan menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan pelarut etanol 80% memiliki aktivitas antioksidan lebih kuat (IC₅₀ 21,35 ppm) dibandingkan etanol 96% (IC₅₀ 22,24 ppm).