Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: IC50
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Inhibisi Tirosinase Ekstrak Metanol Rimpang Kunyit (Curcuma Longa) Secara In vitro

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama : Rubiyanti Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Uji Aktivitas Inhibisi Tirosinase Ekstrak Metanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa) Secara In Vitro Pembimbing : 1. Henny Nurhasnawati, S.Si., M.Si. 2. apt. Reksi Sundu, M.Sc. Kunyit (Curcuma longa) merupakan salah satu tanaman berjenis rimpang yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid dan triterpenoid. Metabolit sekunder tanaman seperti flavonoid, triterpen, dan alkaloid dapat menghasilkan inhibisi tirosinase. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas inhibisi tirosinase ekstrak metanol kunyit (Curcuma longa) yang dinyatakan dengan nilai IC50. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Objek penelitian ini adalah aktivitas inhibisi tirosinase ekstrak metanol kunyit. Proses penelitian ini diawali dengan determinasi dan pengumpulan sampel kunyit dengan kriteria tertentu, pengolahan simplisia kunyit, penetapan susut pengeringan, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta penentuan aktivitas inhibisi tirosinase ekstrak metanol kunyit dengan menggunakan asam kojat sebagai pembanding. Aktivitas inhibisi tirosinase diukur dengan analisis enzimatik menggunakan microplate reader secara in vitro. Data yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu nilai IC50 yang merupakan data kuantitatif yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengujian, susut pengeringan simplisia kunyit sebesar 7,52% ± 0,50, sedangkan kadar air ekstrak metanol mencapai 10,2% ± 1,90. Uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol kunyit mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Pengujian aktivitas inhibisi enzim tirosinase secara in vitro menunjukkan bahwa asam kojat sebagai kontrol positif memiliki nilai IC50 sebesar 13,01 ± 0,441 ppm dan termasuk dalam kategori inhibisi kuat. Adapun nilai IC50 dari ekstrak metanol kunyit sebesar 50,90 ± 13,40 ppm, dengan kategori inhibisi tirosinase yang kuat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan dan Profil Metabolit Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.)Urb)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.)Urb) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, untuk mengetahui terkait senyawa yang berperan terhadap aktifitas tersebut maka dapat dianalisis secara spesifik melalui uji profil metabolit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antioksidan dan menganalisis profil metabolit yang ada pada umbi bawang dayak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, dan uji profil metabolit menggunakan LC-HRMS (Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry). Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah umbi bawang dayak. Sedangkan untuk uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak berbasis air-asetonitril yang mengandung asam format, menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Pada penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol umbi bawang dayak, variabel terikat adalah nilai IC50 dan potensi antioksidan serta profil metabolit dari ekstrak etanol umbi bawang dayak Eleutherine bulbosa (Mill.Urb)). Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis statistik uji independent sample t-test. Sedangkan uji profil metabolit dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan rata-rata nilai IC50 yaitu 27,00 ppm yang tergolong sangat kuat dan hasil analisis profiling metabolite adanya keberadaan senyawa bioaktif Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE), Gly-Leu, Hydroquinone, 4-(2,3-dihydrobenzo[b]furan-5-yl) pyrimidine-2-thiol, menaquinone (Vitamin K2), niacin (Vitamin B3), 4-[amino(carboxy)methyl]-5-oxoproline, volasertib, dan alangicine. Senyawa-senyawa tersebut menunjukkan potensi aktivitas antioksidan melalui berbagai mekanisme, seperti penghambatan ROS, pengikatan ion logam, pendonoran elektron.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun matoa (Pometia pinnata) mengandung berbagai senyawa fitokimia flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid. Senyawa fenolik meliputi kuinon fenolik, flavonoid, fenil propanoid, fenol monosiklik, polifenol, dan kuinon fenolik. Senyawa fenolik merupakan jenis senyawa metabolit sekunder yang memiliki sifat astringen, antidiare, antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, penetapan kadar air, uji skrining fitokimia dan penetapan kadar fenolik total dengan pereaksi folin-ciocalteu dengan pembanding asam galat dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol daun matoa terdapat metabolit sekunder yaitu fenolik, flavonoid, dan steroid. Rendemen ekstrak etanol daun matoa yang diperoleh sebesar 22,30%. Hasil perhitungan dari penetapan kadar fenolik total ekstrak etanol daun matoa sebesar 260,3177± 0,5388 mg GAE/g yang berarti dalam setiap ekstrak etanol daun matoa setara dengan 260,3177 mg asam galat. Hasil perhitungan dari aktivitas antioksidan ekstrak daun matoa diperoleh IC50 sebesar 13,40 ppm termasuk kategori aktivitas antioksidan yang sangat kuat.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Penghambat Tirosinase Pada Ekstrak Metanol Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hiperpigmentasi merupakan permasalahan kulit yang diakibatkan oleh peningkatan sintesis melanin akibat paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa yang mampu menghambat produksi melanin, salah satunya melalui penghambat aktivitas enzim tirosinase. Temu putih (Curcuma zedoaria Roxb.), khususnya pada bagian rimpangnya, diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai agen penghambat enzim tirosin dan mampu menghambat sintesis melanin pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambat enzim tirosinase terhadap ekstrak metanol rimpang temu putih dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 1000, 500, 250 dan 125 ppm yang ditentukan berdasarkan nilai Inhibitory Concentration (IC50) yang diperoleh dari pengukuran absorbansi ekstrak menggunakan alat microplate reader pada panjang gelombang 475 nm, sebagai pembanding digunakan asam kojat dengan konsentrasi 125, 62,5, 31,25, dan 15,627 ppm. Penelitian ini dilakukan secara in vitro menggunakan metode enzymatic analysis dengan L-DOPA sebagai substrat. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan simplisia (10,67% ± 0,45%), pembuatan ekstrak dengan hasil rendemen yaitu 9,92%, penetapan kadar air ekstrak (12,93% ± 3,13%), dan skrining fitokimia (menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik/tanin dan saponin), serta penentuan aktivitas penghambat enzim tirosinase terhadap ekstrak ekstrak metanol rimpang temu putih berdasarkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol rimpang temu putih memiliki aktivitas penghambatan enzim tirosine dengan nilai IC50 sebesar 296,076 ± 24,27 ppm, yang termasuk dalam kategori sedang, sementara itu hasil penelitian terhadap asam kojat sebagai kontrol positif menunjukkan aktivitas penghambatan enzim tirosin yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 12,495 ± 1,65 ppm.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Tampoi (Baccaurea macrocarpa) Dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perubahan pola hidup modern sering kali meningkatkan risiko penyakit degeneratif yang disebabkan oleh stres oksidatif akibat radikal bebas, seperti hidrogen peroksida, superoksida, dan radikal hidroksil. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan biomolekul seperti protein, lipid, dan DNA, sehingga berkontribusi terhadap penyakit seperti kanker, diabetes mellitus, hipertensi, dan penuaan dini. Untuk menangkal efek radikal bebas, diperlukan senyawa antioksidan yang mampu menetralisir dan mencegah kerusakan sel. Salah satu sumber antioksidan potensial adalah daun tampoi (Baccaurea macrocarpa), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun tampoi menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Proses penelitian melibatkan beberapa tahapan, yaitu determinasi tumbuhan untuk memastikan spesies, pembuatan simplisia daun tampoi, dan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Selanjutnya, ekstrak diuji kandungan fitokimianya, meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak ditentukan melalui pengukuran nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis, yang mengukur kemampuan ekstrak dalam mereduksi radikal bebas DPPH. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dinarasikan dalam bentuk tabel.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Wanyi (Mangifera caesia Jack) Berdasarkan Perbedaan Metode Ekstraksi Maserasi dan Refluks

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Metode ekstraksi dapat mempengaruhi kandungan dan kadar senyawa aktif suatu simplisia. Daun wanyi (Mangifera caesia Jack) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun wanyi dengan membandingkan dua metode ekstraksi maserasi dan refluks menggunakan metode uji DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian ini mencakup tahapan utama yaitu determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol daun wanyi dengan metode ekstraksi maserasi dan refluks, penetapan kadar air, skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan dan analisis data. Aktivitas antioksidan diuji dengan mengukur kemampuan ekstrak dalam menghambat radikal bebas DPPH yang dinyatakan sebagai nilai IC50. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak maserasi dan refluks daun wanyi mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Pengujian antioksidan ekstrak maserasi daun wanyi diperoleh nilai rata-rata IC50 sebesar 11,65 ppm dan ekstrak refluks daun wanyi sebesar 10,36 ppm. Berdasarkan hasil uji statistik dengan Independen T-Test diperoleh nilai signifikan (0,262) > p-value (0,05) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil pengujian antioksidan daun wanyi dengan metode maserasi dan refluks. Hasil uji antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak daun wanyi dengan metode maserasi maupun refluks termasuk dalam kategori sangat kuat sehingga dapat menjadi acuan dalam pengembangan produk antioksidan alami.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL METABOLIT FRAKSI AIR UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tumbuhan asli Kalimantan yang memiliki beragam manfaat sebagai obat tradisional. Umbi bawang dayak mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, glikosida, steroid, tanin dan senyawa golongan polifenol, yang memiliki potensi sebagai antioksidan serta berperan dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam fraksi air umbi bawang (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) dan mengetahui profil metabolit umbi bawang dayak menggunakan LC-HRMS. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian ekperimental. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, pembuatan fraksi air umbi bawang dayak, uji aktivitas antioksidan, dan pengujian profil metabolit menggunakan LC-HRMS. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah umbi bawang dayak, sedangkan uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak air-asetonitril yang mengandung asam format menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis statistik uji independent sampel t-test, sedangkan uji profil metabolit dianalisis dengan LC-HRMS secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air Umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan rata-rata nilai IC50 yaitu 152.8208 ppm yang tergolong sedang dan hasil analisis profil metabolit adanya keberadaan senyawa bioaktif Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE), Hydroquinone, dan Menaquinone. Penelitian ini diperkuat oleh uji analisis statistik meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal pada IC50 vitamin C dan IC50 fraksi air, yaitu 0.262 dan 0.153 karena uji Independent t-tes menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.010 (p0.05).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAUN PAKU ( Nephrolepis biserrate (Sw.)Schott) DENGAN METODE DPPH (1, 1-Diphenyl-2picryhidrazyl)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan steroid yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol daun Nephrolepis biserrata. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental, sampel daun paku diekstraksi menggunakan pelarut metanol. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun paku menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl) sebagai radikal bebas yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak metanol daun paku diperoleh ekstrak kental dengan persentase rendemen 21,12% dan persentase kadar air dengan nilai rata-rata 17,34%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa flavonoid, tanin dan steroid. Hasil uji aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC₅₀ sebesar 121,48 ± 18,77 ppm yang termasuk dalam kategori antioksidan sedang, sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif memiliki nilai IC₅₀ sebesar 5,91 ± 0,058 ppm dan tergolong sangat kuat. Uji statistik menggunakan uji Independent Sample T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara aktivitas antioksidan ekstrak daun paku dan vitamin C p = 0,049 (0,05). Berdasarkan hasil tersebut membuktikan bahwa ekstrak metanol daun paku Nephrolepis biserrata memiliki potensi sebagai antioksidan alami, meskipun aktivitasnya lebih rendah dibandingkan vitamin C.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Efektivitas Antioksidan Terhadap Ekstrak Daun Bakau Hitam (Rhizophora muncronata Poir) menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bakau hitam merupakan salah satu jenis tanaman bakau yang tersebar luas di Kawasan Samudra Hindia dan Pasifik, salah satu spesies mangrove yang umum ditemukan di sepanjang pesisir wilayah Semenanjung Malaya. Masyarakat pesisir banyak memanfaatkan bahan mentahnya untuk pengobatan tradisional dengan khasiat berbagai penyakit, termasuk diare, malaria, cacar, asma, diabetes, demam, pembengkakan, rematik, penyakit kulit, hepatitis, diuretik, kusta, antitumor, leukemia, antikanker, antivirus, gondok, sebagai obat pelangsing, antimuntah, dan beri-beri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antioksidan dari ekstrak daun bakau hitam (Rhizophora mucronata Poir) menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid). Daun bakau hitam diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berperan sebagai antioksidan alami. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, dan aktivitas diukur berdasarkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun bakau hitam memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 10,97 ± 3,19 ppm, mendekati efektivitas vitamin C sebagai pembanding. Dengan demikian, daun bakau hitam berpotensi sebagai sumber antioksidan alami.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BATANG JARAK PAGAR (Jatropha curcas L) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-pircrylhydrazyl)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam terjadinya berbagai penyakit degeneratif. Salah satu upaya untuk menangkal radikal bebas adalah dengan memanfaatkan antioksidan yang berasal dari bahan alam. Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol batang jarak pagar (Jatropha curcas L.) menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, penetapan susut pengeringan simplisia, penetapan kadar air ekstrak, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antioksidan secara spektrofotometri UV-Vis. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan nilai IC₅₀ yang diperoleh dari persamaan regresi linier antara konsentrasi sampel dan persen inhibisi radikal bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai susut pengeringan simplisia sebesar 10,40%, sedangkan kadar air ekstrak sebesar 17,28%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang jarak pagar mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan steroid. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang jarak pagar memiliki nilai IC₅₀ sebesar 476,4857 ppm, sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif memiliki nilai IC₅₀ sebesar 9,7961 ppm yang termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Berdasarkan klasifikasi nilai IC₅₀, ekstrak metanol batang jarak pagar termasuk dalam kategori antioksidan lemah. Dengan demikian, ekstrak metanol batang jarak pagar memiliki kemampuan menangkap radikal bebas DPPH, namun aktivitas antioksidannya masih tergolong lemah sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan potensi aktivitas antioksidannya.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK N-HEKSAN KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2’-azino-bis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stress oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Salah satu sumber antioksidan alami yang berpotensi dikembangkan adalah kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage). Simplisia kulit buah tampoi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) menggunakan metode ABTS (2,2’-azino-bis-(ethylbenzothiazoline- 6-sulfonic acid)). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium. Simplisia kulit buah tampoi diekstraksi menggunaka metode maserasi dengan pelarut n-heksan. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan kulit buah tampoi negatif terhadap senyawa alkaloid, flavonoid saponin, dan tanin, namun positif mengandung senyawa steroid dan terpenoid. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode ABTS dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 744 nm. Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa vitamin C memiliki rata-rata IC50 sebesar 1,03761 ppm yang termasuk kategori antioksidan sangat kuat, sedangkan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi memiliki nilai rata-rata IC50 sebesar 248,280 ppm dan termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat lemah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah menggunakan metode ABTS. Rendahnya aktivitas antioksidan diduga dipengaruhi oleh sifat pelarut n-heksan yang cenderung mengekstraksi senyawa nonpolar.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan alami mendorong pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber antioksidan. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pepaya (Carica papaya L.) yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan dalam menetralisasi radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stress oksidatif dan menyebabkan kerusakan sel. Antioksidan bekerja dengan mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun pepaya menggunakan metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl). Metode DPPH dipilih karena sederhana, cepat, sensitif, serta mampu memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan suatu senyawa dalam meredam radikal bebas. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis berdasarkan nilai IC50 serta faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tahap penelitian yaitu mengumpulkan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data yang kemudian diringkas sehingga diperoleh data utama, penyajian data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan ekstrak daun pepaya. Berdasarkan analisis data dari artikel utama yang digunakan menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan pelarut etanol 80% memiliki aktivitas antioksidan lebih kuat (IC₅₀ 21,35 ppm) dibandingkan etanol 96% (IC₅₀ 22,24 ppm).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL PADA KULIT DAN DAGING BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan radikal bebas yang di dapatkan dari aktivitas diluar ruangan sering kali menimbulkan efek buruk bagi tubuh kita, oleh karena itu dibutuhkan antioksidan tambahan yang dapat diperoleh dari buah dan sayur salah satunya buah naga. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan daging buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) menggunakan metode DPPH yang dinyatakan dalam nilai IC50. Studi literatur ini diharapkan dapat menunjukan peluang dari bagian kulit dan buah naga merah yang bisa di kembangkan sebagai sumber bahan alami dalam bidang farmasi, pangan, dan kosmetik. Rancangan penelitian ini merupakan jenis studi literatur, yaitu mengumpulkan data, mempelajari dan menelaah sumber yang terkait lalu membuat kesimpulan. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antioksidan ekstrak etanol pada kulit dan daging buah naga merah. Berdasarkan studi literatur yang disajikan dalam bentuk deskirptif menunjukan bahwa ekstrak kulit buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 berkisar 13,99 –14,21 ppm, sedangkan ekstrak daging buah memiliki nilai IC50 lebih tinggi yaitu 65,19–76,39 ppm yang tergolong kuat hingga sedang. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder, di mana kulit buah mengandung senyawa bioaktif lebih beragam seperti flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid/steroid yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TERHADAP EKSTRAK LABU KUNING(Cucurbita moschata)DENGAN METODE DPPH(1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan tanaman yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti β-karoten, flavonoid, dan fenolik, yang berperan penting sebagai antioksidan. Antioksidan berfungsi menetralkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan memicu penyakit degeneratif. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak labu kuning menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Metode DPPH dipilih karena prosedurnya sederhana, cepat, sensitif, serta mampu memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan suatu senyawa dalam meredam radikal bebas stabil. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis berdasarkan nilai IC50 serta faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tahap penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data yang kemudian diringkas sehingga diperoleh data utama, penyajian data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan ekstrak labu kuning (Cucurbita moschata Duch.). berdasarkan hasil peelitian yang diperoleh dari data artikel penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori sangat kuat. Pada ekstrak etanol labu kuning dengan konsentrasi 96% memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 12,13 ppm karena pelarut tersebut bersifat polar, dibandingkan dengan pelarut nheksan yang bersifat non polar dengan nilai IC50 sebesar 30,75 ppm memiliki nilai IC50 yang lebih rendah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULITBUAH TAMPOI (Baccaurea Macrocarp) MENGUNAKAN METODE ABTS ( 2,2 -azinobis-(3-etilbenzoti- oazolin-6-asam sulfonat)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama : Evline Christina Program Studi : Sarjana Farmasi Judul skripsi : Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Tampoi (Beccaurea Macrocarp) Menggunakan Metode ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzoti-oazolin-6-sulfonic acid) Pembimbing : 1. apt. Reksi Sundu, M. Sc. 2. Dr. apt.Triswanto Sentat, M. Farm-Klin. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan, sehingga sangat reaktif dan dapat merusak sel-sel tubuh melalui reaksi oksidasi. Kerusakan akibat radikal bebas dapat dicegah oleh senyawa antioksidan yang mampu menghambat proses oksidasi. Antioksidan alami dapat ditemukan dalam berbagai tanaman, salah satunya adalah kulit buah tampoi yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah tampoi menggunakan pelarut etanol 70%, berdasarkan nilai IC50 (Inhibitory Concentration). Penelitian ini bersifat eksperimental dan menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat) secara kuantitatif, yang dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan vitamin C sebagai pembanding.Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, penetapan susut pengeringan (diperoleh sebesar 4,62%), penetapan kadar air (20,54%), skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah tampoi mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Semakin kecil nilai IC50, maka semakin tinggi aktivitas antioksidan suatu senyawa. Uji aktivitas antioksidan vitamin C sebagai pembanding yang digunakan sebagai standar memiliki IC50 rata-rata 0,6658 ppm. Sedangkan uji aktivitas antioksidan terhadap ekstrak etanol kulit buah tampoi menjukan nilai IC50 rata-rata Hasil 10,5387 ppm, yang termasuk dalam katagori aktivitas antioksidan sangat kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahawa ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki potensi sebagai antioksidan yang sangat kuat. Kata kunci : radikal bebas, antioksidan, Beccaurea macrocarp, IC50, ABTS. ABSTRACT Name : Evline Christina Study Program : Bachelor ofPharmacy Thesis Proposal Title : Antioxidant Activity Test of Tampoi Fruit Peel Extract (Beccaurea Macrocarp) Using ABTS Method (2,2- azinobis-(3-ethylbenzoti-oazolin-6-sulfonic acid) Counsellor : 1. apt. Reksi Sundu, M. Sc. 2. Dr. apt.Triswanto Sentat, M. Farm-Klin. Free radicals are atoms or molecules that have one or more unpaired electrons, making them very reactive and capable of damaging body cells through oxidation reactions. Damage caused by free radicals can be prevented by antioxidant compounds that can inhibit the oxidation process. Natural antioxidants can be found in various plants, one of which is the skin of the tampoi fruit, which has potential as a source of antioxidants. This study aims to determine the potential antioxidant activity of the tampoi fruit skin extract using 70% ethanol solvent, based on the IC50 (Inhibitory Concentration) value. This research is experimental and uses the ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) method quantitatively, which is analyzed using UV-Vis spectrophotometry with vitamin C as a comparator. The research stages include sampling, plant determination, simplisia preparation, extract preparation, determination of drying loss (obtained at 4.62%), determination of water content (20.54%), phytochemical screening, and antioxidant activity testing. The results of the phytochemical screening indicate that the extract of tampoi fruit peel contains active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. The lower the IC50 value, the higher the antioxidant activity of a compound. The results of the antioxidant activity test show that the ethanol extract of tampoi fruit peel has an average IC50 value of 10.5387 ppm, which falls into the category of very strong antioxidant activity. Keywords : free radical, antioxidant, Baccaurea macrocarp, IC50, ABTS.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERDASARKAN NILAI IC50 EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan senyawa reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan sel serta berperan dalam timbulnya berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes melitus. Untuk menghambat dampak negatif tersebut, tubuh memerlukan antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas. Antioksidan dapat berasal dari berbagai senyawa aktif, seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung antosianin serta senyawa bioaktif lain yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai IC₅₀ dari ekstrak etanol 70% bunga telang berdasarkan dua artikel ilmiah yang menggunakan metode DPPH. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ pada jurnal pertama sebesar 41,36 µg/mL dan pada jurnal kedua sebesar 43,68 ppm, yang keduanya termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Perbedaan nilai IC₅₀ tersebut dapat disebabkan oleh variasi metode ekstraksi, konsentrasi larutan induk, serta perlakuan terhadap sampel. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa bunga telang memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Potensi Antioksidan Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Berdasarkan Metode Ektraksi Maserasi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker dan penyakit jantung. Senyawa antioksidan alami dibutuhkan untuk menangkal kerusakan sel akibat stres oksidatif. Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung flavonoid dan polifenol yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor yang diperoleh melalui metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi literatur deskriptif-komparatif terhadap beberapa jurnal ilmiah, dengan fokus pada dua jurnal utama: Verawati et al. (2020) dan Nurulita et al. (2019). Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan parameter nilai IC₅₀. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ dari ekstrak daun kelor masing-masing sebesar 87,45 µg/mL dan 97,48 µg/mL, yang termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sedang. Variasi nilai dipengaruhi oleh durasi maserasi (2-3 hari) dan metode evaporasi pelarut (rotary evaporator vs oven). Kesimpulannya, metode maserasi dengan pelarut etanol 70% cukup efektif dalam menghasilkan ekstrak daun kelor dengan potensi antioksidan yang signifikan. Temuan ini memperkuat peluang pemanfaatan daun kelor sebagai bahan alami dalam pengembangan produk kesehatan preventif berbasis antioksidan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT DAN DAGING BUAH TAMPOI (Baccaurea macrocarpa) DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas adalah molekul yang tidak berpasangan dengan sifat yang tidak stabil dan sangat reaktif. Radikal bebas berasal dari sumber endogen (dari dalam tubuh) dan eksogen (polusi udara, radiasi, asap rokok, bahan kimia industri, dan paparan sinar matahari). Salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit adalah karena kerusakan sel-sel tubuh oleh radikal bebas. Buah tampoi (Baccaurea macrocarpa) dapat ditemukan di Kalimantan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil akhir IC50 dari aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea macrocarpa). Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penelitian diawali dengan pengumpulan sampel, penentuan tanaman, dan pengolahan simplisia, persiapan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah tampoi mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, dan steroid. Semakin kecil hasil IC50 membuktikan semakin tinggi aktivitas antioksidan. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah tampoi memiliki nilai IC50 rata-rata 14,5785 ppm (sangat kuat). Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan menggunakan vitamin C sebagai perbandingan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Pengeringan Pada Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas sehingga dapat terlindung dari berbagai macam penyakit dan dapat melindungi kulit yang sensitif terhadap peradangan, penuaan dini, dan kanker yang disebabkan oleh radikal bebas. Salah satu radikal bebas yang dapat ditangkal oleh antioksidan yaitu sinar matahari. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan yaitu alpukat. Alpukat mengandung antioksidan tinggi yang terdapat pada bijinya. Salah satu cara agar terhindar dari paparan radikal bebas dapat diperoleh dari suatu produk dengan nilai aktivitas antioksidan dan tabir surya dengan proses pengeringan yang baik. Mengingat pentingnya proses pengeringan simplisia guna mendapatkan simplisia yang bermutu, maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengeringan simplisia dengan dua metode pengeringan yaitu sinar matahari dengan ditutup kain hitam yang dilakukan pada siang hari selama 3 hari dan pengeringan oven pada suhu 60oC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap Inhibitory Concentration 50 (IC50) dan Sun Protection Factor (SPF) ekstrak biji alpukat. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan dan tabir surya ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.). Aktivitas antioksidan dan tabir surya ditentukan secara in vitro dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan Spektrofotometri UV-Vis berdasarkan panjang gelombang yaitu 290 nm – 320 nm. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol biji alpukat pengeringan oven diperoleh nilai IC50 sebesar 29,45 ppm termasuk kategori sangat kuat dan pada pengeringan sinar matahari sebesar 6,81 ppm termasuk kategori sangat kuat. Pada uji aktivitas tabir surya pengeringan oven pada konsentrasi 1000 ppm memiliki nilai SPF 7 ppm kategori rendah dan pengeringan sinar matahari pada konsentrasi 1000 ppm memiliki nilai SPF 9,3 kategori rendah

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktivitas antioksidan ekstrak tumbuhan suku asteraceae

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sudi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak tumbuhan dari suku Asteraceae meliputi daun dari tanaman sintrong dan kenikir. Suku Asteraceae merupakan salah satu suku tumbuhan yang memiliki keanekaragaman jenis cukup tinggi. Beberapa jenis tumbuhan suku Asteraceae dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, karena memiliki kandungan bioaktif seperti seskuiterpen, lakton, triterpen pentasilik, alkohol, alkaloid, tanin, polifenol, saponin, dan sterol yang dapat digunakan untuk bahan pengobatan. Tahapan penelitian pada studi literatur ini meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sumber literatur yang digunakan, sehingga diperoleh data utama inti tulisan; penyajian data berupa tabel deskriptif , selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil telaah studi literatur, dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun kenikir dinyatakan sangat kuat dengan nilai IC50 12 ppm, dan ekstrak etanol daun sintrong dinyatakan kuat dengan nilai IC50 52 ppm. Ekstrak metanol daun kenikir dinyatakan sangat kuat karena memiliki nilai IC50 50 , dan ekstrak etanol daun sintrong dinyatakan kuat karena memiliki nilai IC50 > 50 ppm.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail