2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Biji markisa ungu kaya akan senyawa antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, fenolik, dan vitamin C. Biji buah makisa ungu mengandung flavonoid dan alkaloid yang merupakan salah satu antioksidan kuat yang dapat menangkal radikal bebas. Karakterisasi merupakan suatu proses awalan yang dilakukan untuk mengetahui mutu dari suatu simplisia dan ekstrak. Simplisia maupun ekstrak yang digunakan sebagai bahan baku dan bahan produk langsung harus memenuhi persyaratan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan ekstrak metanol biji buah markisa ungu (Passiflora edulis Sims var.edulis). Hasil karakterisasi spesifik menunjukkan pada uji makroskopik secara organoleptik simplisia berwarna hitam, rasa sedikit sepat dan berbau khas serta ekstrak berwarna hitam, rasa pahit dan berbau khas. Nilai kadar sari larut dalam air pada simplisia sebesar 14,3% dan ekstrak sebesar 4,3%, larut dalam etanol pada simplisia sebesar 19% dan ekstrak sebesar 32%. Hasil skrining simplisia dan ekstrak menunjukkan hasil positif pada senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan terpenoid. Hasil karakterisasi nonspesifik menunjukkan susut pengeringan pada simplisia sebesar 8,3%, kadar air ekstrak sebesar 7,1%, kadar abu total simplisia sebesar 5,89% dan ekstrak sebesar 8,5%, kadar abu tidak larut asam simplisia sebesar 0,38% dan ekstrak sebesar 0,43% dan bobot jenis ekstrak sebesar 0,977g/mL. Hasil uji cemaran mikroba simplisia sebesar 153,4 x 10-3 koloni/g dan ekstrak sebesar 486,7 x 10-3 koloni/g, cemaran kapang/khamir simplisia sebesar 140,1 x 10-3 koloni/g dan ekstrak sebesar 100,9 x 10-3 koloni/g
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Biji markisa ungu kaya akan senyawa antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, fenolik, dan vitamin C. Biji buah makisa ungu mengandung flavonoid dan alkaloid yang merupakan salah satu antioksidan kuat yang dapat menangkal radikal bebas. Karakterisasi merupakan suatu proses awalan yang dilakukan untuk mengetahui mutu dari suatu simplisia dan ekstrak. Simplisia maupun ekstrak yang digunakan sebagai bahan baku dan bahan produk langsung harus memenuhi persyaratan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan ekstrak metanol biji buah markisa ungu (Passiflora edulis Sims var.edulis). Hasil karakterisasi spesifik menunjukkan pada uji makroskopik secara organoleptik simplisia berwarna hitam, rasa sedikit sepat dan berbau khas serta ekstrak berwarna hitam, rasa pahit dan berbau khas. Nilai kadar sari larut dalam air pada simplisia sebesar 14,3% dan ekstrak sebesar 4,3%, larut dalam etanol pada simplisia sebesar 19% dan ekstrak sebesar 32%. Hasil skrining simplisia dan ekstrak menunjukkan hasil positif pada senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan terpenoid. Hasil karakterisasi nonspesifik menunjukkan susut pengeringan pada simplisia sebesar 8,3%, kadar air ekstrak sebesar 7,1%, kadar abu total simplisia sebesar 5,89% dan ekstrak sebesar 8,5%, kadar abu tidak larut asam simplisia sebesar 0,38% dan ekstrak sebesar 0,43% dan bobot jenis ekstrak sebesar 0,977g/mL. Hasil uji cemaran mikroba simplisia sebesar 153,4 x 10-3 koloni/g dan ekstrak sebesar 486,7 x 10-3 koloni/g, cemaran kapang/khamir simplisia sebesar 140,1 x 10-3 koloni/g dan ekstrak sebesar 100,9 x 10-3 koloni/g
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul : Potensi Kombinasi Tithonia diversifolia dengan daun alpukat Persea americana miller Sebagai Pakan Alternatif Ternak Kambing Penulis : Dr. Roni Pazla, S. Pt, MP. Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, M. Sc. Gusri Yanti, SP, MP. Dwi Nanda Indah Sari, S.Pt. Indra Saputra, S.Pt. dan Selmia Susanti, S.Pt. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 131 Halaman NO ISBN : 978-623-497-057-9 Tahun Terbit : September 2022 Sinopsis Daun alpukat (Persea americama miller) merupakan limbah dari perkebunan alpukat setelah dilakukan pemangkasan cabang. Pemangkasan cabang diperlukan karena akan berdampak lansung pada factor lingkungan dan keberlanjutan budidaya alpukat. Namun saat ini limbah dari perkebunan alpukat kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakan ternak, sama halnnya seperti tanaman paitan. Tanaman paitan (Tithonia diversifolia) merupakan tanaman semak yang berpotensi besar untuk dijadikan pakan ternak namun masih kurang termanfaatkan dengan baik , hanya sebagian orang yang mengunakannya sebagai mulsa atau pestisida alami dan belum banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak terutama ruminansia. Tanaman paitan dan daun alpukat dapat dijadikan sebagai pakan alternatif bagi ternak ruminansia. Namun kendala dari pengunaan tanaman paitan dan daun alpukat adalah zat anti gizi seperti asam fitat, tanin, saponin, oksalat, alkaloid dan flavonoid. Faktor pembatas tersebut, baik zat yang lansung terkandung dalam bahan pakan maupun melalui produk metabolisme pada ternak, dapat menganggu penggunan pakan. Selain itu, dapat mempengaruhi kesehatan dan produksi ternak melalui mekanisme penurunan asupan nutrisi, gangguan pencernaan dan penyerapan serta menyebabkan efek samping yang merugikan. Kandungan zat antinutrisi yang paling banyak di titonia dan daun alpukat adalah asam fitat dan tanin. Kandungan asam fitat dan tanin yang tinggi pada tanaman tittonia dan daun alpukat menyebabkan rasa pahit , sehingga kurang disukai oleh ternak. Asam fitat dalam suatu bahan pakan juga dapat mengangu penyerapan mineral karena asam fitat memiliki chelating agent yang dapat mengikat mineral sehingga ketersediaan biologis mineral tersebut menurun. Pada ternak kambing perah , konsentrasi pemberian titonia yang tinggi membuat rasa susu kambing terasa agak pahit. Sehingga dilakukanlah fermentasi tithonia dengan mengunakan lactobacillus bulgaricus yang mampu mereduksi kadar asam fitat pada titonia dan meningkatkan kadar mineral fosfor sehingga mampu dimanfaatkan mikroba rumen untuk pertumbuhan dan aktivitasnya. Kombinasi dari Tithonia diversifolia dengan daun adpukat serta penggunaan konsentrat berbahan lokal akan dapat menekan biaya ransum dari usaha kambing perah karna bahan-bahan ini merupakan bahan lokal dan mudah didapat. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dan solusi serta pemanfaatan dari bahan pakan local dan limbah limbah perkebunan dalam rangka mewujudkan ketahanan pakan, yang muaranya untuk mendukung program ketahanan pangan serta menunjang program swasembada susu yang dicanangkan pemerintah.