Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: simplisia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi dan Skrining Fitokimia Simplisa dan Ekstrak Etanol Daun Kratom (Mitrgyna Speciosa (Korth.) Havil)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth) memiliki aktivitas sebagai analgesik, antidiare, antidepresan, antibakteri, antinosiseptif, anti-inflamasi, serta antioksidan. Karakterisasi dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui mutu dari suatu bahan baku obat tradisional. Daun kratom diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan didapatkan rendemen sebesar 23,46%. Hasil uji karakterisasi spesifik meliputi uji organoleptik pada simplisia berupa serbuk berwarna hijau kecoklatan, rasa pahit, dengan aroma khas dan pada ekstrak etanol berupa ekstrak kental, berwarna coklat kehitaman, rasa pahit, dan aroma yang khas. Hasil pengamatan makroskopik daun kratom yaitu berbentuk elips, tepi daunnya bergigi, tulang daun dengan berwarna coklat kemerahan menyirip berjumlah 12-17 pasang, pangkal daun sub cordate dan ujung meruncing. Kadar senyawa terlarut dalam air pada simplisia sebesar 23% dan pada ekstrak sebesar 69%, sedangkan kadar senyawa terlarut dalam etanol pada simplisia sebesar 17,7% dan pada ekstrak sebesar 20,3%. Hasil uji karakterisasi non spesifik meliputi susut pengeringan pada simplisia sebesar 13,75% dan pada ekstrak sebesar 24,3%. Kadar abu total dalam simplisia sebesar 4,12% dan dalam ekstrak sebesar 10,35%, kadar abu tidak larut asam dalam simplisia sebesar 0,85% dan dalam ekstrak sebesar 0,58%. Bobot jenis ekstrak sebesar 1,02 g/ml. Total cemaran mikroba angka lempeng total simplisia sebanyak 7,9  10³ koloni/g dan ekstrak 4,5  10³ koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada simplisia 6,4  10³ koloni/g dan pada ekstrak 4,4  10³ koloni/g. Hasil uji skrining fitokimia simplisia dan ekstrak daun kratom positif mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin,saponin, dan steroid.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN WANYI (Mangifera caesia J.) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE PENGERINGAN SIMPLISIA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengeringan merupakan tahapan pasca panen yang berperan penting terhadap mutu simplisia karena dapat memengaruhi kandungan senyawa aktif, khususnya senyawa antioksidan. Daun wanyi (Mangifera caesia J.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun wanyi berdasarkan dua metode pengeringan, yaitu secara alami (diangin-anginkan) dan buatan (oven pada suhu 50°C), menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm. Sebagai pembanding digunakan vitamin C dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menentukan nilai IC₅₀ menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta uji aktivitas antioksidan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun wanyi memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Nilai IC₅₀ ekstrak dengan pengeringan alami sebesar 20,83 ± 0,38 ppm, sedangkan dengan pengeringan oven sebesar 14,90 ± 1,72 ppm. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstrak yang dikeringkan menggunakan oven. Hal ini menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh terhadap efektivitas aktivitas antioksidan ekstrak daun wanyi.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI SIMPLISIA EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH PEPAYA (Carica Papaya L)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa kimia seperti golongan fenol, alkaloid, dan saponin. Daun Senggani dapat dimanfaatkan berbagai penyakit, seperti diare, disentri, luka infeksi, sakit gigi, sakit perut, perut kembung, dan sariawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan ekstrak daun Senggani serta kandungan metabolit sekundernya. Penelitian ini bersifat non eksperimental. Penelitian dimulai dari pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi dengan etanol 96%. Karakteristik spesifik dari simplisia dan ekstrak etanol daun senggani didapatkan identitas dengan pengamatan organoleptik pada simplisia berupa potongan tipis, bau khas, hijau, dan rasa pahit serta hasil pengamatan pada ekstrak berupa ekstrak kental, berbau khas, berwarna hijau tua, dan rasa pahit. Kadar senyawa terlarut dalam air untuk ekstrak sebesar 3,3% dan simplisia sebesar 1%, sedangkan kadar senyawa terlarut dalam etanol untuk ekstrak sebesar 98% dan simplisia sebesar 5%. Karakterisasi non spesifik dari simplisia dan ektrak etanol buah labu kuning didapatkan kadar abu total ekstrak sebesar 2,40% dan simplisia sebesar 3,5%, kadar abu tidak larut asam ekstrak sebesar 0,68% dan simplisia sebesar 0,38%. Kadar air esktrak sebesar 17,55% dan simplisia sebesar 4,33%. Bobot jenis ekstrak 0,98 g/mL dan hasil dari total cemaran mikroba pada ekstrak sebanyak 9,840 koloni/g dan simplisia sebesar 3,093,3 koloni/g serta angka kapang khamir pada ekstrak sebesar 20,820 koloni/g dan simplisia sebesar 1,243,3 koloni/g. Pada pengujian skrining fitokimia dari simplisia dan ekstrak etanol daun senggani didapatkan hasil bahwa simplisia dan ekstrak etanol daun senggani mengandung metabolit sekunder diantaranya alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Metanol Biji Markisa Ungu (Passiflora edulis Sims var edulis)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biji markisa ungu kaya akan senyawa antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, fenolik, dan vitamin C. Biji buah makisa ungu mengandung flavonoid dan alkaloid yang merupakan salah satu antioksidan kuat yang dapat menangkal radikal bebas. Karakterisasi merupakan suatu proses awalan yang dilakukan untuk mengetahui mutu dari suatu simplisia dan ekstrak. Simplisia maupun ekstrak yang digunakan sebagai bahan baku dan bahan produk langsung harus memenuhi persyaratan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan ekstrak metanol biji buah markisa ungu (Passiflora edulis Sims var.edulis). Hasil karakterisasi spesifik menunjukkan pada uji makroskopik secara organoleptik simplisia berwarna hitam, rasa sedikit sepat dan berbau khas serta ekstrak berwarna hitam, rasa pahit dan berbau khas. Nilai kadar sari larut dalam air pada simplisia sebesar 14,3% dan ekstrak sebesar 4,3%, larut dalam etanol pada simplisia sebesar 19% dan ekstrak sebesar 32%. Hasil skrining simplisia dan ekstrak menunjukkan hasil positif pada senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan terpenoid. Hasil karakterisasi nonspesifik menunjukkan susut pengeringan pada simplisia sebesar 8,3%, kadar air ekstrak sebesar 7,1%, kadar abu total simplisia sebesar 5,89% dan ekstrak sebesar 8,5%, kadar abu tidak larut asam simplisia sebesar 0,38% dan ekstrak sebesar 0,43% dan bobot jenis ekstrak sebesar 0,977g/mL. Hasil uji cemaran mikroba simplisia sebesar 153,4 x 10-3 koloni/g dan ekstrak sebesar 486,7 x 10-3 koloni/g, cemaran kapang/khamir simplisia sebesar 140,1 x 10-3 koloni/g dan ekstrak sebesar 100,9 x 10-3 koloni/g

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi dan Skrining Fitokimia Simplisia dan Ekstrak Buah Bakau Hitam (Rhizopora mucronata Poir)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bakau hitam (Rhizopora mucronata Poir) merupakan salah satu spesies tumbuhan bakau yang hidup di hutan manggrove yang memiliki kandungan metabolit sekunder serta mengandug antioksidan alami dan antibakteri yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir pantai dikonsumsi sebagai bahan pangan dan obat. Manfaat yang dimiliki suatu bahan alam berkhasiat obat perlu dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian. Sebagai langkah awal dilakukan karakterisasi simplisia dan ekstrak serta skrining fitokimia. Karakterisasi dimaksudkan untuk mengetahui mutu dari simplisia dan ekstrak buah bakau hitam serta kandungan senyawa metabolit sekundernya. Karakterisasi meliputi parameter spesifik dan non spesifik Tahap pertama buah bakau hitam diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan didapatkan rendeman sebesar 23,77 %. Hasil uji karakterisasi spesifik meliputi uji organoleptik dengan hasil pengamatan secara langsung pada simplisia berupa serbuk. warna coklat tua, rasa sedikit sepat, dengan aroma khas dan pada uji organoleptik ekstrak etanol berupa ekstrak kental, berwarna coklat kehitaman, rasa pahit dengan aroma yang khas. Kadar rata-rata senyawa terlarut dalam air simplisia sebesar 7,3 % dan ekstrak sebesar 11,33 %, sedangkan kadar senyawa terlarut dalam etanol simplisia rata-rata sebesar 24 % dan ekstrak sebesar 88,33 %. Hasil uji karakterisasi non spesifik meliputi penetapan kadar air rata-rata pada simplisia 15 % dan ekstrak 18 %. Uji kadar abu total rata-rata pada simplisia 8,3397 % dan ekstrak 10,4976 %, sedangkan uji kadar abu tidak larut asam rata-rata pada simplisia 0,2329 % dan ekstrak 0,8144 %. Bobot jenis ekstrak rata-rata 1,04 g/mL dan hasil dari uji cemaran mikroba angka lempeng total simplisia sebanyak 4,6 x 10-3 koloni/g dan ekstrak 4,3 x 10-3 koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada simplisia 2,1 x 10-2 koloni/g dan pada ekstrak sebanyak 1,3 x 10-2 koloni/g. Pada hasil uji skrining fitokimia simplisia dan ekstrak buah bakau hitam positif mengandung senyawa metabolit yaitu sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan terpenoid

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi dan skrining fitokimia simplisia dan ekstrak kulit buah bakau minyak (Rhizophora apiculata)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bakau hitam (Rhizopora mucronata Poir) merupakan salah satu spesies tumbuhan bakau yang hidup di hutan manggrove yang memiliki kandungan metabolit sekunder serta mengandug antioksidan alami dan antibakteri yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir pantai dikonsumsi sebagai bahan pangan dan obat. Manfaat yang dimiliki suatu bahan alam berkhasiat obat perlu dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian. Sebagai langkah awal dilakukan karakterisasi simplisia dan ekstrak serta skrining fitokimia. Karakterisasi dimaksudkan untuk mengetahui mutu dari simplisia dan ekstrak buah bakau hitam serta kandungan senyawa metabolit sekundernya. Karakterisasi meliputi parameter spesifik dan non spesifik Tahap pertama buah bakau hitam diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan didapatkan rendeman sebesar 23,77 %. Hasil uji karakterisasi spesifik meliputi uji organoleptik dengan hasil pengamatan secara langsung pada simplisia berupa serbuk. warna coklat tua, rasa sedikit sepat, dengan aroma khas dan pada uji organoleptik ekstrak etanol berupa ekstrak kental, berwarna coklat kehitaman, rasa pahit dengan aroma yang khas. Kadar rata-rata senyawa terlarut dalam air simplisia sebesar 7,3 % dan ekstrak sebesar 11,33 %, sedangkan kadar senyawa terlarut dalam etanol simplisia rata-rata sebesar 24 % dan ekstrak sebesar 88,33 %. Hasil uji karakterisasi non spesifik meliputi penetapan kadar air rata-rata pada simplisia 15 % dan ekstrak 18 %. Uji kadar abu total rata-rata pada simplisia 8,3397 % dan ekstrak 10,4976 %, sedangkan uji kadar abu tidak larut asam rata-rata pada simplisia 0,2329 % dan ekstrak 0,8144 %. Bobot jenis ekstrak rata-rata 1,04 g/mL dan hasil dari uji cemaran mikroba angka lempeng total simplisia sebanyak 4,6 x 10-3 koloni/g dan ekstrak 4,3 x 10-3 koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada simplisia 2,1 x 10-2 koloni/g dan pada ekstrak sebanyak 1,3 x 10-2 koloni/g. Pada hasil uji skrining fitokimia simplisia dan ekstrak buah bakau hitam positif mengandung senyawa metabolit yaitu sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan terpenoid.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol daun dan buah limpasu (baccaurea lanceolata)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Baccaurea lanceolata merupakan tumbuhan obat yang berada di hutan lindung Samboja yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan limpasu. Secara empiris limpasu (Baccaurea lanceolata) digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bakumpai sebagai obat diabetes dan buah limpasu dimanfaatkan sebagai bahan pencampur bedak dingin yang dipercaya dapat menghaluskan kulit wajah. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol pada daun dan buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian tentang karakterisasi (Baccaurea lanceolata) baik parameter spesifik dan parameter non spesifik belum pernah dilaporkan. Hasil penelitian organolpetis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu meliputi ekstrak kental, berbau khas, berwana hijau tua kehitaman pada ekstrak daun, berwarna coklat merah bata pada ekstrak buah, dan rasa pahit. Hasil makroskopik daun limpasu yaitu daunnya tunggal, berseling, tersusun secara spiral, pangkal tepi daunnya biasanya mengandung kelenjar, daun berbentuk bulat telur hingga bulat sungsang, daging daun tipis, panjang daun 27 cm, lebar daun 9 cm. Hasil mikroskopik fragmen pengenal pada daun yaitu epidermis, berkas pembuluh, parenkim, rambut pembuluh dan stomata. Hasil uji parameter spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun, ekstrak buah kadar sari larut air yaitu 3,27 %, 7,77 %, 9,18 %, 25 %, kadar sari larut etanol 3,07 %, 24 %, 14,2 % dan 45 %. Hasil uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak daun limpasu mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid, sedangkan simplisia dan ekstrak buah limpasu mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun dan ekstrak buah kadar air yaitu 15 %, 18 %, 0 %, 5,67 %. Kadar abu 0,26 %, 0,16 %, 0,14 %, 0,16 %, kadar abu tidak larut asam 0,20 %, 0,14 %, 0,18 %, 0,17 %. Bobot jenis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu 0,90 g/ml, 0,98 g/ml pada daun, 0,98 g/ml, 0,99 g/ml pada buah. Hasil dari total cemaran mikroba pada simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu sebanyak 1,6 × 10-2 koloni/g, 10 × 10-3 koloni/g, 6,1 × 10-2 koloni/g dan 6,9 × 10-2 koloni/g serta angka kapang/khamir 5,5 × 10-2 koloni/g, 3 × 10-3 koloni/g, 2,8 × 10-2 koloni/g dan 0 koloni/g.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK SIMPLISIA DAUN JERUK LEMON (Citrus limon (L.) Burm.f.) DAN DAUN JERUK LIMAU (Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur bertujuan untuk membandingkan hasil karakteristik simplisia daun jeruk lemon(Citrus limon (L.) Burm.f.) dan daun jeruk limau(Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche).Citrus merupakan genus dari famili Rutaceae, yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Daun jeruk lemon memiliki manfaat untuk mengatasi penyakit kanker, jantung dan liver. Daun jeruk limau memiliki manfaat sebagai obat kesemutan, mengatasi kram dan sebagai analgesik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik simplisia daun jeruk lemon dan daun jeruk limau. Data yang dipakai adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu reduksi data untuk mendapatkan data utama inti tulisan, verifikasi dan tinjauan ulang data, penarikan simpulan. Hasil penelitian simplisia daun jeruk lemon diperoleh susut pengeringan 69,29%, kadar abu total 6,40%, abu tidak larut asam 1,23%, kadar sari larut etanol 17,73%, kadar sari larut air 24,79%, Hasil skrining fitokimia daun jeruk lemon mengandung alkaloid, flavonoid, steroid/triterpenoid dan tanin. Hasil penelitian simplisia daun jeruk limau diperoleh kadar abu total 9,732% ± 0,864%, kadar abu tidak larut asam 0,597% ± 0,0021%, kadar abu larut air 1,458% ± 0,028%, kadar air 4,492% ± 0,0043%, Hasil skrining fitokimia daun jeruk limu mengandung senyawa golongan flavonoid, pilifenol, tanin, glikosida , dan minyak atsiri.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK SIMPLISIA DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.), DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia (HEMSLEY) A. GRAY), DAN DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis.L)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik simplisia daun beluntas, daun paitan, dan daun tempuyung dari famili Asteracea. Karakterisasi merupakan suatu proses awal yang dilakukan untuk mengetahui mutu suatu bahan baik simplisia maupun ekstrak. Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder dari beberapa penelitian. Berdasarkan dari tiga penelitian ini didapatkan karakteristik daun beluntas yaitu untuk kadar sari larut etanol > 5%, kadar sari larut air >26%, kadar abu total 16%, kadar abu larut air 10%, kadar abu tidak larut asam 8% dan susut pengeringan 12%. Karakteristik simplisia daun paitan adalah kadar air 5,2%, susut pengeringan 8,958%, kadar abu total 11,918%, kadar abu tidak larut asam 0,708%, kadar sari larut air 20,810% dan kadar sari larut etanol 12,241%. Sedangkan karakteristik simplisia daun tempuyung adalah kadar air 5,33%, kadar sari larut air 28,27%, kadar sari larut etanol 9,42%, kadar abu total 16,44% dan kadar abu tidak larut asam 0,61%.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail