ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekstrak etanol biji alpukat mengandung alkaloid, saponin, karbohidrat, asam amino, glikosida, terpenoid, fenol, flavonoid dan kumarin glikosida. Kandungan bahan aktif yang terdapat pada tanaman sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan. Metode pengeringan yang tepat diperlukan agar diperoleh ekstrak biji alpukat dengan kadar senyawa fenolik yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar fenolik ekstrak etanol biji alpukat berdasarkan perbedaan cara pengeringan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan , pengambilan sampel, pembuatan simplisia dengan cara pengeringan alami secara matahari langsung dan pengeringan buatan dengan oven pada suhu 60℃, ekstraksi secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh dinalisis secara deskriptif berupa data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat metode pengeringan matahari dan oven positif mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid. Hasil penelitian diperoleh kadar total fenolik ekstrak biji alpukat menggunakan metode pengeringan matahari langsung sebesar 194,8769 ±0,3795 mg GAE/g dan kadar total fenolik ekstrak biji alpukat menggunakan metode pengeringan oven suhu 60℃ sebesar 56,1492 ±0,3957 mg GAE/g. Analisis data kadar fenolik menggunakan uji Independent T-Test dengan p0,05 dan didapatkan Sig. (2-tailed) adalah 0,000 maka H1 diterima yaitu, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode pengeringan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami. Selain daging buahnya, bagian kulit dan biji alpukat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, tanin, dan senyawa fenolik lainnya yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan sumber antioksidan yang aman dan berasal dari bahan alam. Pemanfaatan bagian kulit dan biji alpukat sebagai sumber antioksidan menjadi peluang yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan biji alpukat berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelusuri artikel ilmiah melalui mesin pencari Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kesesuaian judul, metode penelitian, dan hasil yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan kulit dan biji alpukat menggunakan metode (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) DPPH. Dari hasil penelusuran dan seleksi literatur, diperoleh dua jurnal penelitian yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan biji alpukat berdasarkan nilai persentase penghambatan yang dilaporkan dalam literatur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi dengan penambahan bakteri SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Penambahan SCOBY dapat menambah aktivitas antioksidan dalam suatu teh. Kombucha dapat dibuat dari berbagai bagian tanaman seperti akar, umbi, kulit, bunga, batang, dan daun dari tumbuhan yang mengandung senyawa fenolik memiliki aktivitas antioksidan. Salah satu daun yang dapat digunakan sebagai bahan membuat teh kombucha adalah daun alpukat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan teh kombucha daun alpukat (Persea americana Mill.) dengan variasi lama fermetasi. Uji antioksidan kombucha daun alpukat (Persea americana Mill.) dilakukan pada fermentasi hari ke 1, 3, 5, 7, 9, dan 11. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi sampel, pengolahan sampel, sterilisasi alat, pembuatan teh kombucha daun alpukat, dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan intrumen Spektofotometer UV-Vis dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) pada panjang gelombang maksimum 450-600 nm dan menggunakan kuersetin sebagai pembanding. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif diperoleh dari skrining fitokimia teh kombucha dan uji hedonik. Data kuantitatif nilai IC50 kombucha daun alpukat dan pH disajikan dalam bentuk narasi dan tabel, data dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS 25.0 Version dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh kombucha daun alpukat dengan variasi lama fermentasi (1, 3, 5, 7, 9, dan 11 hari) memiliki nilai IC50 3486,26; 4997,22; 3877,72; 2796,64; 2499,12; 2717,01 ppm. aktivitas antioksidan yang optimal diperoleh setelah fermentasi hari ke 7 dengan nilai pH yang masih aman untuk dikonsumsi. Uji One Way Anova pada nilai pH teh kombucha daun alpukat dengan variasi lama fermentasi diperoleh nilai signifikan 0,000 (p0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara lama fermentasi teh kombucha daun alpukat terhadap nilai pH. Hasil dari uji Kruskal wallis memiliki nilai 0,043 (p0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara lama fermentasi teh kombucha daun alpukat terhadap aktivitas antioksidan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi bakteri adalah penyakit yang paling banyak yang sering terjadi di kalangan masyarakat. Infeksi yang menyerang organ tubuh paling banyak dibandingkan organ lainnya adalah rongga mulut. Salah satu penyebab infeksi pada rongga mulut adalah bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans adalah bakteri utama penyebab penyakit karies gigi. Bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai zat antibakteri salah satunya tumbuhan alpukat, yang dapat dimanfaatkan salah satunya adalah bagian kulitnya. Kulit alpukat dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti saponin, alkaloid, dan flavonoid yang bekerja sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas antibakteri kulit buah alpukat (Persea americana Mill) sebagai antibakteri pada bakteri Streptococcus mutans. Objek yang diteliti adalah zona hambat ekstrak kulit buah alpukat terhadap bakteri Streptococcus mutans. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak kulit buah alpukat dan variabel terikat pada penelitian yaitu zona hambat yang terbentuk di daerah kertas cakram. Tahapan penelitian ini dimulai dengan pengumpulan sampel, pembuatan ekstrak kulit buah alpukat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95%,uji skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 12,5; 25; 37,5%, kontrol negatif Dimetil sulfoksida 10%, kontrol positif Amoksisillin 1%. Data dianalisis menggunakan statistik dengan taraf kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol kulit buah alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri streptococcus kutans dengan kriteria kuat pada konsentrasi 10; 15; 20%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki aneka tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah – buahan salah satunya adalah buah alpukat yang permintaanya meningkat setiap tahunnya. Buah alpukat merupakan buah yang termasuk paling sering dikonsumsi. Masyarakat memanfaatkan pada buahnya saja sedangkan bagian lainnya seperti bijinya kurang dimanfaatkan. Pengeringan menggunakan oven dapat menghasilkan berat kering konstan lebih cepat, yang dipengaruhi oleh suhu yang digunakan sehingga dapat meningkatkan biaya produksi sedangkan pengeringan dengan sinar matahari dapat memberikan keuntungan dari segi biaya produksi yang murah dengan waktu yang singkat namun sinar matahari dapat mendegradasi senyawa fitokimia yang terkandung dalam simplisia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perlakuan pengeringan matahari langsung dan pengeringan oven serta menguji kadar fenolik total dengan fraksi etil asetat dan n-heksan biji buah alpukat (Persea americana Mill.). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian ini meliputi determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia dengan cara pengeringan alami secara matahari langsung dan pengeringan buatan dengan oven pada suhu 60oC, ekstraksi secara maserasi, fraksinasi dengan etil asetat dan n-heksan, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik total secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berupa data kualitatif dan kuantitatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas sehingga dapat terlindung dari berbagai macam penyakit dan dapat melindungi kulit yang sensitif terhadap peradangan, penuaan dini, dan kanker yang disebabkan oleh radikal bebas. Salah satu radikal bebas yang dapat ditangkal oleh antioksidan yaitu sinar matahari. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan yaitu alpukat. Alpukat mengandung antioksidan tinggi yang terdapat pada bijinya. Salah satu cara agar terhindar dari paparan radikal bebas dapat diperoleh dari suatu produk dengan nilai aktivitas antioksidan dan tabir surya dengan proses pengeringan yang baik. Mengingat pentingnya proses pengeringan simplisia guna mendapatkan simplisia yang bermutu, maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengeringan simplisia dengan dua metode pengeringan yaitu sinar matahari dengan ditutup kain hitam yang dilakukan pada siang hari selama 3 hari dan pengeringan oven pada suhu 60oC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap Inhibitory Concentration 50 (IC50) dan Sun Protection Factor (SPF) ekstrak biji alpukat. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan dan tabir surya ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.). Aktivitas antioksidan dan tabir surya ditentukan secara in vitro dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan Spektrofotometri UV-Vis berdasarkan panjang gelombang yaitu 290 nm – 320 nm. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol biji alpukat pengeringan oven diperoleh nilai IC50 sebesar 29,45 ppm termasuk kategori sangat kuat dan pada pengeringan sinar matahari sebesar 6,81 ppm termasuk kategori sangat kuat. Pada uji aktivitas tabir surya pengeringan oven pada konsentrasi 1000 ppm memiliki nilai SPF 7 ppm kategori rendah dan pengeringan sinar matahari pada konsentrasi 1000 ppm memiliki nilai SPF 9,3 kategori rendah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kulit manusia berfungsi sebagai proteksi, fungsi proteksi akan terganggu jika kulit sering terpapar polusi dan radikal bebas dari sinar UV matahari. Melawan radikal bebas dapat diberikan antioksidan. Sumber antioksidan dapat dijumpai pada biji Alpukat (Persea americana Mill.) dan beras merah (Oryza nivara L.). Biji alpukat memiliki sumber senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan beras merah memiliki senyawa antosianin sebagai antioksidan, selain itu beras merah berfungsi mengangkat sel kulit mati. Sediaan topikal sangat dibutuhkan untuk melindungi kulit dari serangan radikal bebas, sediaan topikal dapat berupa lulur kocok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan mengetahui kandungan aktivitas antioksidan dalam sediaan lulur kocok. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Biji alpukat diekstrak menggunakan pelarut etanol 95% yang diformulasikan menjadi sediaan lulur kocok beras merah kombinasi ekstrak biji alpukat, dengan konsentrasi ekstrak biji alpukat 2,5%, 5% dan 7,5%. Evaluasi sediaan lulur kocok meliputi uji organoleptis, uji viskositas, uji sedimentasi, uji redispersi dan uji aktivitas antioksidan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji mutu fisik menunjukkan bahwa F0, F1, F2, F3 memenuhi persyaratan yang baik pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH , uji sedimentasi dan uji redispersi. Pada pengujian pH memenuhi syarat pH kulit 4,5-8, pada pengujian viskositas F0 memiliki viskositas yang baik dari minggu 0 hingga minggu 4. Pada F1, F2 dan F3 mengalami peningkatan viskositas. Pada pengujian sedimentasi memenuhi syarat memiliki harga mendekati 1 dan pada pengujian redispersi memiliki syarat tidak lebih dari 30 detik. Nilai antioksidan pada F1 dengan konsentrasi ekstrak biji alpukat 2,5% menghasilkan nilai IC50 1.655,11 ppm, nilai IC50 pada F2 dengan konsentrasi 5% menghasilkan nilai IC50 956,51 ppm, dan pada F3 dengan konsentrasi 7% menghasilkan nilai IC50 725 ppm. Sediaan lulur kocok tergolong ke dalam antioksidan lemah.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Judul : Potensi Kombinasi Tithonia diversifolia dengan daun alpukat Persea americana miller Sebagai Pakan Alternatif Ternak Kambing Penulis : Dr. Roni Pazla, S. Pt, MP. Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, M. Sc. Gusri Yanti, SP, MP. Dwi Nanda Indah Sari, S.Pt. Indra Saputra, S.Pt. dan Selmia Susanti, S.Pt. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 131 Halaman NO ISBN : 978-623-497-057-9 Tahun Terbit : September 2022 Sinopsis Daun alpukat (Persea americama miller) merupakan limbah dari perkebunan alpukat setelah dilakukan pemangkasan cabang. Pemangkasan cabang diperlukan karena akan berdampak lansung pada factor lingkungan dan keberlanjutan budidaya alpukat. Namun saat ini limbah dari perkebunan alpukat kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakan ternak, sama halnnya seperti tanaman paitan. Tanaman paitan (Tithonia diversifolia) merupakan tanaman semak yang berpotensi besar untuk dijadikan pakan ternak namun masih kurang termanfaatkan dengan baik , hanya sebagian orang yang mengunakannya sebagai mulsa atau pestisida alami dan belum banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak terutama ruminansia. Tanaman paitan dan daun alpukat dapat dijadikan sebagai pakan alternatif bagi ternak ruminansia. Namun kendala dari pengunaan tanaman paitan dan daun alpukat adalah zat anti gizi seperti asam fitat, tanin, saponin, oksalat, alkaloid dan flavonoid. Faktor pembatas tersebut, baik zat yang lansung terkandung dalam bahan pakan maupun melalui produk metabolisme pada ternak, dapat menganggu penggunan pakan. Selain itu, dapat mempengaruhi kesehatan dan produksi ternak melalui mekanisme penurunan asupan nutrisi, gangguan pencernaan dan penyerapan serta menyebabkan efek samping yang merugikan. Kandungan zat antinutrisi yang paling banyak di titonia dan daun alpukat adalah asam fitat dan tanin. Kandungan asam fitat dan tanin yang tinggi pada tanaman tittonia dan daun alpukat menyebabkan rasa pahit , sehingga kurang disukai oleh ternak. Asam fitat dalam suatu bahan pakan juga dapat mengangu penyerapan mineral karena asam fitat memiliki chelating agent yang dapat mengikat mineral sehingga ketersediaan biologis mineral tersebut menurun. Pada ternak kambing perah , konsentrasi pemberian titonia yang tinggi membuat rasa susu kambing terasa agak pahit. Sehingga dilakukanlah fermentasi tithonia dengan mengunakan lactobacillus bulgaricus yang mampu mereduksi kadar asam fitat pada titonia dan meningkatkan kadar mineral fosfor sehingga mampu dimanfaatkan mikroba rumen untuk pertumbuhan dan aktivitasnya. Kombinasi dari Tithonia diversifolia dengan daun adpukat serta penggunaan konsentrat berbahan lokal akan dapat menekan biaya ransum dari usaha kambing perah karna bahan-bahan ini merupakan bahan lokal dan mudah didapat. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dan solusi serta pemanfaatan dari bahan pakan local dan limbah limbah perkebunan dalam rangka mewujudkan ketahanan pakan, yang muaranya untuk mendukung program ketahanan pangan serta menunjang program swasembada susu yang dicanangkan pemerintah.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Salah satu jenis buah yang saat ini cukup diminati masyarakat adalah alpukat. Hampir semua bagian buah alpukat bisa dimanfaatkan. Buku ini menjelaskan berbagai ragam olahan buah alpukat yang sehat dan kaya manfaat.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Cangkok adalah suatu metode tanam secara vegetatif untuk membudidayakan suatu tanaman. Bagi Anda yang menyukai buah alpukat, mungkin penasaran bagaimana cara mencangkok pohon alpukat agar hasilnya maksimal. Buah yang memiliki nama latin Persea Americana ini memiliki banyak khasiat dan manfaat.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku Terapan Tingkat Dasar ini adalah buku yang diperuntukan untuk pemula yang sedang menaritahu atau belajat untuk memperdalam pengetahuannya di bidang ini. Diharapkan dengan hadirnya buku ini, dapat memberikan wawasan yang baik dan dapat diterapkan serta di aplikasikan dalam usaha atau bisnis yang sebenarnya Buku persembahan penerbit LembarLangitGroup #KREATIFBOOKS
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BUAH ALPUKAT banyak dijumpai di Indonesia. Meskipun tanaman ini bukan asli dari Indoensia, tetapi keberadaannya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dan banyak yang mengkonsumsinya. Tanaman alpukat di Indonesia kebanyakan ditanam di pekarangan atau di kebun yang sudah menyebar luas hingga ke seluruh daerah-daerah. Namun sangat disayangkan, tanaman ini masih difungsikan sebagai peneduh di halaman depan rumah (pohonnya rindang), dan tidak dibudidayakan dengan baik. Padahal buah yang dihasilkan sangat bermanfaat sebagai pelengkap gizi makanan dan dapat menambah pendapatan keluarga. Di samping itu, dari segi pemasaran alpukat juga memiliki prospek yang cerah.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku Terapan Tingkat Dasar ini adalah buku yang diperuntukan untuk pemula yang sedang menaritahu atau belajat untuk memperdalam pengetahuannya di bidang ini. Diharapkan dengan hadirnya buku ini, dapat memberikan wawasan yang baik dan dapat diterapkan serta di aplikasikan dalam usaha atau bisnis yang sebenarnya Buku persembahan penerbit LembarLangitGroup #KREATIFBOOKS
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku Terapan Tingkat Dasar ini adalah buku yang diperuntukan untuk pemula yang sedang menaritahu atau belajat untuk memperdalam pengetahuannya di bidang ini. Diharapkan dengan hadirnya buku ini, dapat memberikan wawasan yang baik dan dapat diterapkan serta di aplikasikan dalam usaha atau bisnis yang sebenarnya Buku persembahan penerbit LembarLangitGroup #KREATIFBOOKS
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Mungkin banyak dari kita yang sering mendengar orang menyebutkan kata buah alpukat dalam pembicaraan sehari-hari. Buah alpukat sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Buku ini yang diterbitkan oleh HEALTHY BOOKS akan membahas tentang manfaat dan khasiat yang terdapat dalam buah alpukat. Beserta cara mengelola buah alpukat untuk kesehatan. -Lembar Langit Indonesia Group-
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Alpukat merupakan salah satu jenis buah yang banyak dikonsumsi masyarakat, khususnya Indonesia. Biasanya alpukat ditanam di kebun atau di pekarangan rumah. Hingga kini, pembudidayaan alpukat sudah dilakukan ke seluruh penjuru daerah. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mampu menjadikan alpukat sebagai salah satu ladang bisnis. Buktinya alpukat lebih banyak dijadikan sebagai tanaman peneduh di halaman depan rumah. Padahal buah ini memiliki manfaat dan mampu menjadi pelengkap gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Permintaan alpukat di pasaran tergolong tinggi. Itu artinya, budi daya alpukat memiliki prospek cerah dari segi ekonomi dan dapat dipasarkan di pasar lokal hingga luar negeri. Buku Meraup Untung Bertanam Alpukat ini hadir sebagai teman untuk petani alpukat agar mampu melakukan budi daya yang menghasilkan buah alpukat kualitas terbaik, sehingga hasil alpukat dapat pula dijadikan sebagai sumber penghasilan tetap.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tanaman alpukat adalah buah yang terkenal lezat, bergizi, dan disukai oleh banyak orang. Pernahkah terpikir untuk menanam sendiri pohon alpukat ? Tak hanya untuk konsumsi sendiri, hasil panennya pun bisa untuk dijual dan memberikan keuntungan. Buku ini akan memperkenalkan cara budidaya alpukat mulai dari persiapan bibit hingga cara menghadapi hama penyakit dan penanganan pasca-panen.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan