2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lip balm merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir berfungsi sebagai pelembab dan melindungi dari sinar UV. Salah satu bahan alam yang mengandung senyawa flavonoid dan memiliki potensi sebagai tabir surya adalah bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr). Bawang tiwai berpotensi diformulasi ke dalam sediaan lip balm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi dalam sediaan lip balm dan mengetahui nilai SPF pada formulasi sediaan lip balm ekstrak bawang tiwai sebagai tabir surya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya lip balm eksrak bawang tiwai. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi ekstrak bawang tiwai 2%, 3%, 4% dan 5%. Evaluasi fisik lip balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, kekerasan dan aktivitas tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi menjadi sediaan lip balm tabir surya yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, titik leleh, pH dan kekerasan lip balm.Nilai SPF tertinggi didapatkan sebesar 0,7025 pada formula 4 konsentrasi ekstrak 5%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lip balm merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir berfungsi sebagai pelembab dan melindungi dari sinar UV. Salah satu bahan alam yang mengandung senyawa flavonoid dan memiliki potensi sebagai tabir surya adalah bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr). Bawang tiwai berpotensi diformulasi ke dalam sediaan lip balm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi dalam sediaan lip balm dan mengetahui nilai SPF pada formulasi sediaan lip balm ekstrak bawang tiwai sebagai tabir surya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya lip balm eksrak bawang tiwai. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi ekstrak bawang tiwai 2%, 3%, 4% dan 5%. Evaluasi fisik lip balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, kekerasan dan aktivitas tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi menjadi sediaan lip balm tabir surya yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, titik leleh, pH dan kekerasan lip balm.Nilai SPF tertinggi didapatkan sebesar 0,7025 pada formula 4 konsentrasi ekstrak 5%.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun cengkeh (Syzygum aromaticum L.), daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) dan daun karamunting (Melastoma malabathricum L.) adalah tumbuhan dengan ordo Myrtales, memiliki kandungan seyawa kimia berupa flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid dari daun cengkeh, daun pacar kuku dan daun karamunting. Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, pembahasan dan penarikan kesimpulan. Objek penelitian adalah kadar flavonoid ekstrak etanol daun cengkeh, daun pacar kuku dan daun karamunting. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid daun cengkeh sebesar 7,308%, daun pacar kuku 6,15% dan daun karamunting 0,011% menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi AlCl3 sebagai pembentuk komplek.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun cengkeh (Syzygum aromaticum L.), daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) dan daun karamunting (Melastoma malabathricum L.) adalah tumbuhan dengan ordo Myrtales, memiliki kandungan seyawa kimia berupa flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid dari daun cengkeh, daun pacar kuku dan daun karamunting. Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, pembahasan dan penarikan kesimpulan. Objek penelitian adalah kadar flavonoid ekstrak etanol daun cengkeh, daun pacar kuku dan daun karamunting. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid daun cengkeh sebesar 7,308%, daun pacar kuku 6,15% dan daun karamunting 0,011% menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi AlCl3 sebagai pembentuk komplek.