Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: SPF
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Fenolik, Flavonoid dan Nilai SPF Terhadap Ekstrak Etanol Daun Tampoi (Baccaeurea Macrocarpa) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti penuaan dini hingga peningkatan risiko kanker kulit. Salah satu bentuk perlindungan terhadap sinar UV adalah penggunaan tabir surya. Kandungan senyawa antioksidan, seperti fenolik dan flavonoid, diketahui berperan dalam meningkatkan efektivitas tabir surya melalui kemampuan menyerap sinar UV. Daun tampoi (Baccaurea macrocarpa (Miq.) Mull.Arg.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid, serta berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam formulasi tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik, flavonoid, dan nilai SPF dari ekstrak etanol daun tampoi dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tahapan ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 70%, dilanjutkan dengan pengujian kadar fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu, pengujian flavonoid dengan metode AlCl₃, serta penentuan nilai SPF secara in vitro dengan cara menganalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun tampoi yaitu alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, steroid dan triterpenoid. Kadar fenolik sebesar 27,8021 ± 0,9553mg GAE/g dan kadar flavonoid sebesar 2,1548 ± 0,1586%. Nilai SPF ekstrak etanol daun tampoi pada konsentrasi 125 ppm sebesar 3,2005 dan 250 ppm sebesar 6,7021 termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan nilai SPF pada konsentrasi 500 ppm sebesar 13,3355 dan 1000 ppm sebesar 27,0735 termasuk dalam kategori sedang. Korelasi menunjukkan bahwa kadar flavonoid memiliki hubungan sangat kuat terhadap nilai SPF sebesar 0,9007, sedangkan kadar fenolik menunjukkan hubungan rendah sebesar 0,362.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Melastoma malabathricum L. (senduduk) dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, seperti antiseptik, antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Kandungan metabolit sekundernya, seperti flavonoid, tanin, dan triterpenoid, berpotensi sebagai agen tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak etanol serta fraksi n-heksan, etil asetat, dan etanol-air daun senduduk. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin; sedangkan komposisi senyawa bervariasi pada masing-masing fraksi. Pada konsentrasi 800 ppm, nilai SPF tertinggi diperoleh dari fraksi etil asetat (30,91 ± 0,43) dan ekstrak etanol (30,06 ± 1,70), dikategorikan sebagai aktivitas tinggi. Fraksi n-heksan dan fraksi air masing-masing menunjukkan nilai SPF sebesar 22,37 ± 0,06 dan 19,00 ± 0,31 (kategori sedang). Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok (p = 0.000), namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara ekstrak etanol dan fraksi etil asetat (p = 0.281). Dengan demikian, fraksi etil asetat dan ekstrak etanol memiliki potensi setara sebagai agen pelindung terhadap sinar UV.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KOKANG (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga memungkinkan terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi yang dapat merusak kulit akibat radiasi UV A dan UV B. Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) berpotensi sebagai tabir surya alami dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Variabel terikatnya adalah aktivitas tabir surya ekstrak dan fraksi daun kokang. Hasil penelitian pada serbuk simplisia daun kokang didapatkan nilai susut pengeringan 10,73% dan hasil rendemen ekstrak 15,4% dengan nilai kadar air ekstrak 6,39%. Hasil yang didapatkan dari rendemen fraksi n-heksan 10,04%, fraksi etil asetat 22,92%, dan fraksi etanol air 36,96%. Hasil penelitian terhadap nilai SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan konsentrasi 2500 ppm berturut-turut yaitu pada fraksi n-heksan memiliki nilai SPF 34,46 ± 0,13 (high protection), fraksi etanol air 29,73 ± 0,03 (medium protection), ekstrak etanol 28,94 ± 0,35 (medium protection) dan nilai SPF paling rendah pada fraksi etil asetat 15,91 ± 0,07 (medium protection). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi memiliki nilai signifikansi (sig.) > 0,05 yang artinya berdistribusi normal, serta nilai homogenitas varians sebesar 0,206 (> 0,05) yang menunjukkan varians homogen. Uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA) dinyatakan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai keempat sampel (p 0,05). Analisis data lanjutan menggunakan Uji Post Hoc Test (PHT) didapatkan bahwa keempat sampel memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda sehingga tidak dapat dianggap identik.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktifitas Tabir Surya Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Kratom (Mytraghyna Speciosa Korth) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tabir surya merupakan sediaan kosmetik yang berfungsi melindungi kulit dari efek buruk paparan sinar matahari. Namun, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa penggunaan tabir surya tidak sepenuhnya aman, sehingga mendorong pencarian alternatif dari bahan alami. Salah satu tanaman yang berpotensisebagai bahan tabir surya alami adalah kratom (Mitragyna speciosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak etanol dan fraksi daun kratom yang berasal dari Desa Bayur, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%, fraksinasi, skrining fitokimia, serta penentuan nilai SPF secara kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptifserta diuji menggunakan Shapiro-Wilk dan Analisis of Variance (ANOVA), dan uji lanjut Post Hoc Test (PHT) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor) EKSTRAK ETANOL BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit merupakan organ terluar tubuh manusia yang berfungsi sebagai pelindung utama terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV), sehingga penggunaan tabir surya berbahan alami menjadi alternatif yang lebih aman. Salah satu bahan alami yang berpotensi sebagai tabir surya adalah buah terong susu (Solanum mammosum L.) yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenol yang berpotensi melindungi kulit dari radiasi sinar UV. Pelarut yang umum digunakan untuk mengekstraksi bahan aktif adalah etanol, dimana konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap jenis senyawa metabolit sekunder yang diperoleh dan aktivitas farmakologinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF pada ekstrak etanol buah terong susu dengan variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan etanol 95% menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol 70% dan etanol 95% dengan metode maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan pengujian nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm dengan interval 5 nm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa buah terong susu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, dan steroid/triterpenoid. Hasil pada serbuk simplisia buah terong susu diperoleh nilai susut pengeringan 5,50% dan hasil rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 54,76% serta etanol 95% sebesar 13,66% dengan nilai kadar air pada ekstrak etanol 70% sebesar 19,86% dan ekstrak etanol 95% sebesar 13,05%. Berdasarkan hasil penentuan nilai SPF, ekstrak etanol 70% memiliki rentang nilai SPF sebesar 9,70– 10,82 yang termasuk (kategori rendah), sedangkan ekstrak etanol 95% memiliki rentang nilai SPF yang lebih tinggi yaitu sebesar 21,71–34,43 yang termasuk (kategori sedang-tinggi). Hasil analisis statistik menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, kemudian digunakan uji Welch T-Test dengan hasil nilai p- value (0,0132) < (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penentuan nilai SPF dari kedua sampel.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.) Berdasarkan Variasi Konsentrasi Pelarut Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia sebagai negara tropis memiliki paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi sehingga berisiko menyebabkan berbagai gangguan kulit. Nilai Sun Protection Factor (SPF) digunakan untuk mengukur kemampuan tabir surya dalam melindungi kulit dari sinar UV. Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) berpotensi sebagai tabir surya alami karena mengandung flavonoid, senyawa fenolik, dan kurkumin yang bersifat fotoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan nilai SPF ekstrak rimpang kunyit hitam berdasarkan variasi pelarut metanol, etanol 70%, dan etanol 95% menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, susut pengeringan, ekstraksi dengan metode maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan pengujian nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki nilai SPF sebesar 34,89–37,32 dengan kategori ptoteksi tinggi, ekstrak etanol 95% sebesar 31,25–37,10 dengan kategori proteksi tinggi, sedangkan ekstrak etanol 70% sebesar 20,46–27,49 dengan kategori proteksi sedang. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, sehingga dilanjutkan dengan uji One Way ANOVA. Hasil uji One Way ANOVA diperoleh nilai p-value (0,003) < (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai SPF ekstrak rimpang kunyit hitam berdasarkan variasi pelarut yang digunakan. Uji lanjut Post-Hoc Tukey menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% berbeda signifikan dengan ekstrak etanol 95% dan metanol, sedangkan ekstrak etanol 95% dan metanol tidak berbeda signifikan terhadap nilai SPF. Kata kunci: Curcuma caesia Roxb., SPF, etanol, metanol, spektrofotometri UV- Vis.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan radiasi sinar ultraviolet (UV) yang tinggi di wilayah tropis seperti Indonesia dapat menyebabkan berbagai gangguan kulit, seperti eritema, hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit. Penggunaan tabir surya merupakan salah satu upaya efektif untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV. Kulit bawang merah (Allium ascalonicum L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan metabolit sekunder lainnya yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula krim tabir surya ekstrak etanol kulit bawang merah menggunakan variasi konsentrasi asam stearat dan setil alkohol serta menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi krim tabir surya. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan bantuan perangkat lunak Design Expert 13. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat, sedangkan aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki rendemen sebesar 7,56%, kadar air 16,9%, serta mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Variasi konsentrasi asam stearat dan setil alkohol berpengaruh terhadap karakteristik fisik krim, dengan asam stearat memberikan pengaruh paling dominan terhadap pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Formula optimum yang direkomendasikan Design Expert mengandung 14,196% asam stearat dan 5,0995% setil alkohol, dengan karakteristik pH 7,65, viskositas 17.392 cP, daya sebar 5,70 cm, dan daya lekat 3,87 detik. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata nilai SPF sebesar 28,60, yang termasuk kategori Ultra Protection, sehingga krim ekstrak etanol kulit bawang merah berpotensi dikembangkan sebagai sediaan tabir surya alami dengan kemampuan proteksi yang sangat baik terhadap radiasi UVB.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK DAUN KRATOM (MITRAGYNA SPECIOSA (KORTH.)) DENGAN KOMBINASI CERA ALBA DAN VASELINE ALBUM SEBAGAI BASIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bibir rentan mengalami kekeringan dan kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Daun kratom (Mitragyna speciosa (Korth.)) mengandung metabolit sekunder dengan sifat antioksidan dan fotoprotektif, sehingga berpotensi menjadi bahan aktif dalam lip balm. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimal lip balm ekstrak daun kratom dengan menggunakan kombinasi Cera alba dan Vaseline album, serta untuk menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari formula optimal tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Ekstrak daun kratom diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dikarakterisasi melalui pengujian susut pengeringan, kadar air, dan skrining fitokimia. Selanjutnya, ekstrak diformulasikan ke dalam sediaan lip balm dengan variasi konsentrasi Cera alba dan Vaseline album. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, serta penentuan nilai SPF secara in vitro menggunakan metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air ekstrak sebesar 14,86% dan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, serta steroid. Seluruh formula menghasilkan sediaan lip balm yang homogen dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan. Variasi konsentrasi Cera alba dan Vaseline album memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan, sedangkan formula dengan komposisi 90% Vaseline album dan 3% Cera alba menghasilkan karakteristik yang paling baik. Formula tersebut memiliki nilai SPF rata-rata sebesar 26,30 ± 2,04, yang termasuk dalam kategori proteksi ultra.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI FORMULA SUNSCREEN STICK EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) DENGAN KOMBINASI CARNAUBA WAX DAN CERA ALBA SEBAGAI BASIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari tinggi memerlukan perlindungan kulit dengan penggunaan tabir surya, serta pengembangan tabir surya berbahan alami semakin diminati karena lebih aman. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan serta mampu menyerap radiasi UV. Ekstrak daun senduduk diformulasikan dalam bentuk sunscreen stick karena praktis, stabil, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimum carnauba wax dan cera alba sebagai basis sunscreen stick ekstrak daun senduduk yang memenuhi persyaratan fisik dan nilai SPF sediaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak daun senduduk diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan aplikasi Design Expert versi 13 dengan memvariasikan konsentrasi carnauba wax dan cera alba sebagai variabel bebas. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada carnauba wax 10% dan cera alba 20% dengan nilai desirability sebesar 0,669. Formula optimum menghasilkan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria, meliputi pH 5,72, daya sebar 5,63 cm, daya lekat 26,12 detik, dan titik leleh 62°C. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm dengan perhitungan menggunakan rumus Mansur.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK, FLAVONOID TOTAL, DAN NILAI SPF EKSTRAK METANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) memberikan sejumlah manfaat bagi kehidupan, namun di balik manfaat tersebut, sinar UV dapat menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia seperti dapat memicu pembentukan radikal bebas pada jaringan kulit yang berujung pada terjadinya stres oksidatif, penuaan dini, hingga risiko kanker kulit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif akibat paparan sinar matahari adalah dengan penggunaan tabir surya yang mengandung senyawa bioaktif alami. Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) yang dapat ditemukan di wilayah Kalimantan, diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta berpotensi sebagai tabir surya alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar fenolik, kadar flavonoid total, serta nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak metanol kulit buah tampoi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan dilakukan secara in vitro. Objek penelitian ini adalah ekstrak metanol kulit buah tampoi. Pengujian kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu, kadar flavonoid total menggunakan metode AlCl3, dan pengujian SPF dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol kulit buah tampoi yaitu flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenolik total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 40,55 ± 0,44 mg GAE/g, kadar flavonoid total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 15,68 ± 0,42 mg QE/g, dan nilai SPF tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1500 ppm sebesar 22,2824 termasuk dalam kategori SPF sedang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ArticleOpen AccessMetadata saja

Penentuan Aktivitas Tabir Surya Dan Antioksidan Ekstrak Etanol Benalu (Henslowia frutescens) Inang Jeruk Bali Secara In Vitro

2025•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Henslowia frutescens is a semi-parasitic plant, although considered harmful, it has medicinal and cosmetic potential. This plant has secondary metabolite compounds, namely phenolic compounds, flavonoids, saponins, tannins, and steroids which have high antioxidant activity. The purpose of this study was to determine the sunscreen activity of the ethanol extract of Henslowia frutescens based on the in vitro SPF (Sun Protecting Factor) value and to determine its antioxidant activity. The research stages included sampling, sampling, maceration extraction with 95% ethanol, yield calculation, phytochemical screening, sunscreen activity test based on SPF value, and antioxidant activity test. Data analysis was carried out descriptively based on the measurement results processed according to the calculation formula. The results showed that the sunscreen activity of the ethanol extract of Henslowia frutescens based on the in vitro SPF value was 14.57 - 25.20 with moderate protection category. The antioxidant activity of the ethanol extract of Henslowia frutescens showed a very strong category with an IC value of 22.82 ± 1.33.

30 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN BAKAU (Rhizophora mucronata Poir.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun bakau hitam (Rhizophora mucronata Poir.) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat pada daunnya yaitu sebagai antivirus, antibakteri, dan antidiabetes. Daun bakau hitam memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai tabir surya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air daun bakau hitam. Penelitian yang dilakukan penelitian secara eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol, fraksi n- Heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air daun bakau hitam.Variabel terikatnya adalah nilai SPF pada ekstrak dan fraksi daun bakau hitam. Variabel kontrolnya adalah daun bakau hitam, etanol 95%, metode ekstraksi dan metode spektrofotometri. Hasil penelitian pada serbuk simplisia didapatkan nilai susut pengeringan 11,85% dan nilai kadar air ekstrak 12,48%. Hasil penelitian menunjukkan daun bakau hitam mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil nilai SPF dari konsentrasi tertinggi dan nilai SPF tertinggi yaitu pada 2500 ppm ekstrak etanol memproleh nilsi SPF sebesar 30,37 (tinggi), fraksi air 21,58 (sedang), fraksi etil asetat 39,54 (tinggi), fraksi n-heksan 39,65 (tinggi).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA EKSTRAK METANOL BIJI MARKISA UNGU (Passiflora edulis Sims) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia negara beriklim tropis dengan paparan sinar ultra violet (UV) yang tinggi menyebabkan penuaan dini dan peningkatan risiko kanker kulit. Sangat penting untuk menggunakan tabir surya yang menggunakan bahan protektif sinar matahari, seperti antioksidan, karena sinar matahari, terutama UV-A dan UV-B, memiliki efek merusak pada kulit. Markisa ungu (Passiflora edulis Sims) adalah buah yang dikenal memiliki zat aktif seperti flavonoid dan fenolik yang berfungsi untuk melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar matahari ultraviolet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengethaui aktivitas antioksidan dan tabir surya ekstrak metanol biji markisa ungu. Tahapan penelitian meliputi deteminasi tumbuhan, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS, uji SPF menggunakan spektrofometer. Hasil skrining menunjukkan ekstrak biji markisa ungu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan terpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan memberikan nilai IC50 sebesar 1,1358 ppm, masuk dalam kategori antioksidan sangat kuat. Hasil uji SPF (Sun Protect Factor) menunjukkan nilai SPF 30,81pada konsentrasi 200 ppm, termasuk dalam kategori proteksi ultra.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penentuan Nilai SPF ( Sun Protection Factor ) Asplenium nidus Linn., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang banyak tersebar diwilayah Indonesia, salah satunya di Kalimantan. Senyawa metabolit sekunder yang dimiliki tumbuhan paku yaitu flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan senyawa fenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tabir surya yang dilihat dari nilai SPF (Sun Protection Factor) tumbuhan paku yaitu Asplenium nidus Linn., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott. Penelitian dilakukan secara non eksperimental. Tahapan penelitian dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak skrining fitokimia dan penentuan nilai SPF masing-masing tumbuhan paku. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol tumbuhan paku pada konsentrasi 500, 1000 dan 1500 ppm pada uji spektrofotometri. Konsentrasi ekstrak etanol tumbuhan paku diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mendapatkan nilai SPF dari sampel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai SPF tumbuhan paku Asplenium nidus Linn. pada konsentrasi 500 ppm termasuk kategori rendah dengan nilai SPF 6,96366, pada konsentrasi 1000 ppm termasuk kategori sedang dengan nilai SPF 13,81804, dan pada konsentrasi 1500 ppm termasuk kategori sedang dengan nilai SPF 20,55046. Tumbuhan paku Asplenium adiantum-nigrum L., pada konsentrasi 500 ppm termasuk kategori proteksi sedang dengan nilai SPF 20,20421, konsentrasi 1000 ppm termasuk kategori tinggi dengna nilai SPF 31,42205 dan pada konsentrasi 1500 ppm termasuk kategori tinggi dengan nilai SPF 37,93272. Tumbuhan paku Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott. pada konsentrasi 500 ppm termasuk kategori proteksi sedang dengna nilai SPF 15,35747, pada konsentrasi 1000 ppm termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai SPF 32,82903 dan pada konsentrsi 1500 ppm termasuk kategori tinggi dengan nilai SPF 38,09552.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN NILAI SPF, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, FENOL DAN FLAVONOID TERHADAP EKSTRAK ETANOL DAUN PAKU PERISAI RAWA (Cyclosorus interruptus) (WILD) H.Ito

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nilai SPF merupakan indikator universal yang menjelaskan keefektifan dari suatu produk atau zat yang dapat bersifat sebagai UV protector, nilai SPF yang tinggi dalam suatu tabir surya, memiliki kemampuan dalam melindungi kulit dari terjadinya sunburn yang semakin besar. Besar atau kecilnya nilai SPF dipengaruhi oleh kandungan antioksidan dari bahan aktif yang digunakan dalam membuat sediaan tabir surya. Senyawa golongan fenol dan flavonoid diketahui memiliki potensi sebagai tabir surya yang tinggi karena didalamnya terkandung gugus kromofor terkonjugasi yang mampu menyerap sinar UV dengan baik. Daun Paku Perisai rawa (Cyclosorus interruptus) merupakan tanaman yang mudah ditemui di Indonesia, daun paku perisai rawa mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenol, flavonoid, alkaloid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF, aktivitas antiokisidan, kadar fenol dan kadar flavonoid ekstrak etanol daun paku perisai rawa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Pengujian nilai SPF suatu bahan dilakukan secara in vitro dengan cara menganalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1- difenil-2-pikrilhidrazil), pengujian fenol dengan metode Folin-Ciocalteau, dan flavonoid menggunakan metode AlCl3. Hasil penelitian menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun paku perisai rawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Nilai SPF tertinggi terdapat pada konsentrasi 1000 ppm yaitu 15,3934 dan termasuk dalam kategori sedang. Aktivitas antioksidan ektrak etanol daun paku perisai rawa didapatkan IC50 sebesar 5,8859 ±0,1478 dan pembanding kuersetin sebesar 3,3116 ±0,1912, keduanya dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Kadar fenol yang dihasilkan yaitu 8,8610% ±0,0783 dan kadar flavonoidnya yaitu 2,7594 % ±0,0592.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN KRIM LEMAK TENGKAWANG (Shorea mecystopteryx) SEBAGAI TABIR SURYA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tabir surya dapat menyerap, menghamburkan atau memantulkan sinar UV (ultraviolet) yang mengenai kulit, sehingga dapat digunakan untuk melindungi struktur kulit manusia dari bahayanya sinar UV. Salah satu kandungan bahan yang dapat berfungsi sebagai tabir surya adalah senyawa flavonoid. Salah satu bahan alam yang mengandung flavonoid adalah lemak tengkawang. Lemak tengkawang adalah lemak nabati hasil ekstraksi biji tanaman tengkawang yang termasuk dalam famili Dipterocarpaceae yang mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, arilpropanoid dan turunan asam galat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi lemak tengkawang sebagai sediaan krim tabir surya dan berapakah nilai SPF dari sediaan krim lemak tengkawang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Konsentrasi lemak tengkawang pada penelitian ini 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian sediaan krim ini meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan nilai SPF. Hasil dianalisis secara deskriptif yaitu upaya menampilkan data dalam bentuk tampilan yang mudah terbaca secara lengkap. Kata kunci: lemak tengkawang (Shorea mecystopteryx), krim, tabir surya, SPF

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Sediaan Gel Tabir Surya Ekstrak Metanol Daun Afrika (Gymnathemum amygdalina Del.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit merupakan bagian tubuh manusia yang berguna untuk melindungi dari paparan sinar matahari. Sinar matahari berlebih dapat menyebabkan kulit terbakar, perubahan warna kulit menjadi lebih hitam, bahkan dapat menyebabkan kanker kulit. Menghindari masalah yang terjadi akibat paparan sinar matahari berlebih, diperlukan perlindungan berupa tabir surya yang tepat. Sediaan tabir surya memiliki fungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit. Ekstrak daun afrika diketahui mengandung senyawa fenolik. Senyawa tersebut memiliki ikatan terkonjugasi yang dapat beresonansi ketika terkena sinar ultraviolet (UV) sehingga bersifat photoprotective. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ekstrak metanol daun afrika menjadi gel tabir surya. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis berdasarkan serapan pada panjang gelombang yaitu 290 nm – 320 nm. Masing masing konsentrasi 0,02%, 0,04%, dan 0,06% dilakukan evaluasi meliputi pengujian aktivitas tabir surya dan karakteristik fisik gel. Analisis data dilakukan secara statistik. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data Ekstrak metanol daun afrika dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel, tetapi formula gel yang digunakan tidak menghasilkan sediaan gel yang memenuhi persyaratan fisik, Sediaan gel ekstrak metanol daun afrika dengan konsentrasi 0,02% memiliki nilai SPF 6,3702 tergolong dalam ketegori proteksi minimal, konsentrasi 0,04% memiliki nilai SPF 10,8347 tergolong dalam kategori proteksi maksimal dan konsentrasi 0,06% memiliki nilai SPF 11,7705 tergolong dalam kategori maksimal. Sehingga dapat disimpulkan pada F3 dengan konsentrasi 0,06% menghasilkan nilai SPF tertinggi

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Tabir Surya Ekstrak Metanol Daun Afrika (Gymnathemum amygdalina Del.) dalam sediaan krim dengan variasi asam stearat dan setil alkohol

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultra violet dapat menyebabkan beberapa gangguan kulit seperti eritema, pigmentasi, dan penuaan dini. Mencegah gangguan kulit yang disebabkan oleh sinar UV diperlukan perlindungan berupa tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi krim yang optimum dari ekstrak metanol daun afrika yang berpotensi sebagai tabir surya dengan variasi asam stearat dan setil alkohol yang dapat memberikan sifat fisik sediaan krim yang baik. Krim dibuat dalam empat formula dengan variasi asam stearat dan setil alkohol yang dirancang sesuai dengan desain faktorial. Sediaan krim yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi pengamatan organoleptik (bentuk, warna, bau), homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Formula optimum berdasarkan parameter sifat fisik krim yaitu: viskositas, daya sebar, daya lekat yang diperoleh menggunakan software Design Expert versi 11. Pada penelitian ini didapatkan area komposisi optimum krim yaitu asam stearat sebesar 4,83407 % dan 6,53315 % setil alkohol. Berdasarkan parameter uji pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas, formula yang baik adalah formula 2 karena nilai hasil uji masih masuk dalam range persyaratan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI LIP BALM DARI EKSTRAK BAWANG TIWAI (Eleutherine palmifolia (L.)Merr) SEBAGAI TABIR SURYA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lip balm merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir berfungsi sebagai pelembab dan melindungi dari sinar UV. Salah satu bahan alam yang mengandung senyawa flavonoid dan memiliki potensi sebagai tabir surya adalah bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr). Bawang tiwai berpotensi diformulasi ke dalam sediaan lip balm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi dalam sediaan lip balm dan mengetahui nilai SPF pada formulasi sediaan lip balm ekstrak bawang tiwai sebagai tabir surya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya lip balm eksrak bawang tiwai. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi ekstrak bawang tiwai 2%, 3%, 4% dan 5%. Evaluasi fisik lip balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, kekerasan dan aktivitas tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi menjadi sediaan lip balm tabir surya yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, titik leleh, pH dan kekerasan lip balm.Nilai SPF tertinggi didapatkan sebesar 0,7025 pada formula 4 konsentrasi ekstrak 5%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA SEDIAAN LIP GLOSS DARI EKSTRAK ETANOL BAWANG TIWAI (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bibir tidak memiliki melanin sebagai pelindung dari sinar UV sehingga memerlukan tabir surya. Salah satu kosmetik bibir yang memiliki aktivitas tabir surya adalah lip gloss. Bahan alam yang dapat digunakan sebagai tabir surya pada lip gloss adalah bawang tiwai. Bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) mengandung flavonoid yang dapat mengurangi melanogenesis dan hiperpigmentasi kulit karena gugus kromofor senyawa tersebut dapat menyerap sinar UV sehingga mengurangi intensitas pembentukan melanin pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai SPF dan mutu fisik sediaan lip gloss dari ekstrak etanol bawang tiwai. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Obyek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya sediaan lip gloss dari ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel bebas dari penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel terikat dari penelitian ini adalah aktivitas tabir surya dan hasil uji stabilitas fisik dari sediaan lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel terkontrol dari penelitian ini adalah tempat pengambilan sampel, metode pembuatan, metode evaluasi serta jenis dari bawang tiwai. Evaluasi sediaan lip gloss meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, pengukuran pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji daya oles, serta uji penentuan nilai SPF dari sediaan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa sediaan lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai memiliki mutu fisik yang baik dan telah memenuhi persyaratan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya oles, uji daya sebar, dan uji viskositas sediaan lip gloss. Nilai SPF lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai tertinggi ada pada formula IV, yaitu 0,6417 dan nilai SPF lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai terendah ada pada formula I, yaitu 0,3381.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail