2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Tenaga kefarmasian sebagai bagian dari tenaga kesehatan memiliki kewenangan dan kewajiban untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang optimal kepada pasien. Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati dan mengatasi keluhan yang dialaminya tanpa menggunakan resep dari dokter. Analgetik merupakan golongan Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit sehingga sering digunakan masyarakat untuk mengobati nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon. Objek penelitian difokuskan pada tingkat pengetahuan pasien. Sampel dalam penelitian adalah masyarakat yang membeli obat analgetik di Apotek Merdeka Bengalon dan memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan sebanyak 290 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dengan pengambilan data diambil dari bulan November 2025 -Februari 2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil : Karakteristik berdasarkan jenis kelamin responden adalah laki-laki sebanyak 132 orang (45,5%), dan perempuan sebanyak 158 orang (54,5%). Kategori umur 17-25 tahun sebanyak 72 orang (24,8%), usia 26-35 tahun sebanyak 84 orang (29%), usia 36-45 tahun sebanyak 68 orang (23,4%), usia 46-55 tahun sebanyak 44 orang (15,2%), usia 56-65 tahun sebanyak 22 orang ( 7,6%). Mayoritas responden sebagai pgawai swasta sebanyak 68 orang (23,4%). Dan dari hasil penelitian ini tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon adalah Baik atau sebanyak 223 orang dengan persentase 76,90%.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Tenaga kefarmasian sebagai bagian dari tenaga kesehatan memiliki kewenangan dan kewajiban untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang optimal kepada pasien. Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati dan mengatasi keluhan yang dialaminya tanpa menggunakan resep dari dokter. Analgetik merupakan golongan Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit sehingga sering digunakan masyarakat untuk mengobati nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon. Objek penelitian difokuskan pada tingkat pengetahuan pasien. Sampel dalam penelitian adalah masyarakat yang membeli obat analgetik di Apotek Merdeka Bengalon dan memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan sebanyak 290 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dengan pengambilan data diambil dari bulan November 2025 -Februari 2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil : Karakteristik berdasarkan jenis kelamin responden adalah laki-laki sebanyak 132 orang (45,5%), dan perempuan sebanyak 158 orang (54,5%). Kategori umur 17-25 tahun sebanyak 72 orang (24,8%), usia 26-35 tahun sebanyak 84 orang (29%), usia 36-45 tahun sebanyak 68 orang (23,4%), usia 46-55 tahun sebanyak 44 orang (15,2%), usia 56-65 tahun sebanyak 22 orang ( 7,6%). Mayoritas responden sebagai pgawai swasta sebanyak 68 orang (23,4%). Dan dari hasil penelitian ini tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon adalah Baik atau sebanyak 223 orang dengan persentase 76,90%.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Puskesmas merupakan fasilitas perawatan kesehatan yang digunakan untuk menyediakan layanan kesehatan yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Tenaga Kesehatan bekerja pada sektor kesehatan dengan pengetahuan juga keterampilan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Pelayanan infromasi obat sangat di perlukan untuk keberhasilan terapi juga mencegah terjadinya medication error. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelayanan informasi obat di Puskesmas Grabag I dan Puskesmas Ciasem. Tahap penelitian yaitu mereduksi data, melakukan penyuntingan juga ringkasan untuk mendapatkan informasi inti dari tulisan. Penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya di lakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang di gunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat evaluasi tentang pelayanan informasi obat di Puskesmas. Hasil penelitian menyatakan Berdasarkan hasil dari beberapa literatur menunjukkan bahwa Puskesmas yang memenuhi Permenkes No. 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas yaitu Puskesmas Grabag I sebanyak 98,95% dan Puskesmas Ciasem 49,6% yang di mana pelayanan informasi obat pada Puskesmas Grabag I telah memenuhi standar sedangkan Puskesmas Ciasem belum memenuhi standar yang di tetapkan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas merupakan fasilitas perawatan kesehatan yang digunakan untuk menyediakan layanan kesehatan yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Tenaga Kesehatan bekerja pada sektor kesehatan dengan pengetahuan juga keterampilan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Pelayanan infromasi obat sangat di perlukan untuk keberhasilan terapi juga mencegah terjadinya medication error. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelayanan informasi obat di Puskesmas Grabag I dan Puskesmas Ciasem. Tahap penelitian yaitu mereduksi data, melakukan penyuntingan juga ringkasan untuk mendapatkan informasi inti dari tulisan. Penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya di lakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang di gunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat evaluasi tentang pelayanan informasi obat di Puskesmas. Hasil penelitian menyatakan Berdasarkan hasil dari beberapa literatur menunjukkan bahwa Puskesmas yang memenuhi Permenkes No. 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas yaitu Puskesmas Grabag I sebanyak 98,95% dan Puskesmas Ciasem 49,6% yang di mana pelayanan informasi obat pada Puskesmas Grabag I telah memenuhi standar sedangkan Puskesmas Ciasem belum memenuhi standar yang di tetapkan.