ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nama : Aisyiyah Dwi Iftifa’iyah Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Swamedikasi pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Mulawarman Samarinda Pembimbing : Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm-Klin. Swamedikasi yang tidak tepat berisiko menimbulkan kesalahan terapi dan efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi pada mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan di Universitas Mulawarman Samarinda. Penelitian kuantitatif analitik berdesain cross-sectional ini melibatkan 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 100 mahasiswa kesehatan dan 100 mahasiswa non-kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden secara umum memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi tinggi (70,0%) dan sikap swamedikasi baik (66,5%). Uji Chi-Square membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi (𝑝 = 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara rumpun ilmu (jurusan) dengan tingkat pengetahuan swamedikasi (𝑝 = 0,017), di mana mahasiswa kesehatan memiliki proporsi pengetahuan tinggi yang lebih besar (77,0%) dibandingkan mahasiswa non-kesehatan (63,0%). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jurusan dan sikap swamedikasi (𝑝 = 0,123). Pemodelan PCA mengonfirmasi bahwa tingkat pengetahuan merupakan faktor determinan utama yang paling dominan dalam membentuk sikap swamedikasi pada kedua kelompok mahasiswa. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan berhubungan positif dengan sikap swamedikasi mahasiswa. Diperlukan edukasi kesehatan berbasis kognitif yang terstruktur untuk meningkatkan literasi obat dan mendorong perilaku swamedikasi yang aman di lingkungan universitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Tenaga kefarmasian sebagai bagian dari tenaga kesehatan memiliki kewenangan dan kewajiban untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang optimal kepada pasien. Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati dan mengatasi keluhan yang dialaminya tanpa menggunakan resep dari dokter. Analgetik merupakan golongan Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit sehingga sering digunakan masyarakat untuk mengobati nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon. Objek penelitian difokuskan pada tingkat pengetahuan pasien. Sampel dalam penelitian adalah masyarakat yang membeli obat analgetik di Apotek Merdeka Bengalon dan memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan sebanyak 290 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dengan pengambilan data diambil dari bulan November 2025 -Februari 2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil : Karakteristik berdasarkan jenis kelamin responden adalah laki-laki sebanyak 132 orang (45,5%), dan perempuan sebanyak 158 orang (54,5%). Kategori umur 17-25 tahun sebanyak 72 orang (24,8%), usia 26-35 tahun sebanyak 84 orang (29%), usia 36-45 tahun sebanyak 68 orang (23,4%), usia 46-55 tahun sebanyak 44 orang (15,2%), usia 56-65 tahun sebanyak 22 orang ( 7,6%). Mayoritas responden sebagai pgawai swasta sebanyak 68 orang (23,4%). Dan dari hasil penelitian ini tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon adalah Baik atau sebanyak 223 orang dengan persentase 76,90%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Demam pada anak merupakan proses alami tubuh untuk melawan infeksi masuk ke dalam tubuh yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan lain-lain. Demam tinggi pada anak berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti kejang demam, kerusakan susunan saraf pusat, hingga kematian. Sebagai langkah awal, orang tua sering kali melakukan swamedikasi, yaitu tindakan memilih dan menggunakan obat secara mandiri untuk merawat anak. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi obat demam pada anak. Rancangan penelitiannya merupakan jenis studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi obat demam pada anak di Kelurahan Kerten Surakarta, Desa Wringinpitu Jombang dan Gunungrejo Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua secara umum berada pada kategori baik dengan persentase tertinggi mencapai 96,9%, diikuti 68,75% dan 64%. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan orang tua yang baik berperan dalam ketepatan swamedikasi demam pada anak, sehingga diperlukan peningkatan edukasi untuk mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gastritis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di masyarakat, ditandai dengan peradangan pada lapisan lambung yang dapat menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, dan perut kembung. Swamedikasi atau pengobatan sendiri menjadi salah satu pendekatan yang umum dilakukan untuk menangani gejala gastritis Gastritis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, infeksi bakteri H. pylori, kebiasaan makan makanan yang pedas, asam, minuman seperti soda, konsumsi kopi, alkohol, stres emosional, obat-obatan seperti NSAID, serta dapat juga disebabkan oleh faktor imunitas. Pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi tergolong baik, namun masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami, swamedikasi tentang gastritis, penggunaan obat dan informasi mengenai obat. Studi literatur ini bertujuan untu menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu mencari artikel terkait tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis dan mempelajari buku-buku terkait swamedikasi gastritis pada masyarakat dan melakukan penyajian data dalam, bentuk tabel deskriptif berdasarkan karateristik, tingkat pengetahuan masyarakat dalam swamedikasi gastritis. Objek penelitian ini yaitu artikel terkait tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan persentase pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di 2 wilayah berbeda yaitu masyarakat di Pangkalan Bun dengan persentase 87,0% dan di Gagaan Blora dengan persentase tinggi terhadap pemahaman pengetahuan swamedikasi gastritis yaitu 92,9%. Responden memahami pengetahuan swamedikasi gastritis, indikasi, aturan pakai serta efek samping.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Swamedikasi merupakan pengobatan sendiri yang dilakukan masyarakat untuk meredakan gejala penyakit ringan. Banyak masyarakat yang melakukan swamedikasi tetapi tidak sesuai dengan kondisi pasien. Prevalensi tingkat swamedikasi menurut Badan Pusat Statistik tahun 2022 ada sekitar 84,34% dan tahun 2023 sekitar 79,75%. Salah satu swamedikasi yang sering dilakukan masyarakat adalah pengobatan batuk. Batuk adalah salah satu gejala dari dalam tubuh yang diakibatkan oleh zat-zat asing seperti debu, lendir, asap, dan rokok. Batuk diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu batuk produktif dan batuk non produktif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk di apotek. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi penelitian. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Objek penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang hasilnya akan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase tingkat pengetahuan masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di 2 wilayah berbeda, yaitu Apotek Berlian Kandat Kabupaten Kediri dengan persentase 85,56% dan Apotek Kota Bukittinggi dengan persentase 86,53% memiliki tingkat pengetahuan tinggi terhadap swamedikasi obat batuk. Responden memahami definisi batuk, jenis batuk, pemilihan obat yang sesuai serta aturan pakai. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mayaoritas pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk termasuk kategori tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengatasi suatu keluhan atau penyakit ringan berdasarkan gejala yang didiagnosis sendiri. Obat – obatan yang dapat digunakan secara bebas tanpa resep dokter merupakan obat golongan over-the-counter (OTC). Meskipun obat OTC telah terbukti aman dan efektif, namun efek samping dan interaksi obatnya berdampak serius terhadap kesehatan. Alasan yang melandasi banyaknya masyarakat melakukan swamedikasi antara lain faktor sosial ekonomi, mudahnya akses untuk mendapatkan obat, pelayanan kesehatan yang kurang memadai, merasa sakit yang diderita ringan, dan pengalaman sebelumnya dalam menggunakan obat. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian yaitu gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat tanpa resep. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik, pengetahuan dan sikap responden.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diare merupakan kondisi dimana seseorang melakukan buang air besar dengan kondisi feses yang cenderung encer bahkan cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari. Swamedikasi merupakan tujuan pemilihan obat berdasarkan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi obat diare pada anak. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan ibu. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian dari tiga penelitian di Desa Dukuh Kecamatan Banyudono, Kelurahan Gumilir dan Desa Karangasem Kabuaten Cirebon, menunjukkan pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare dapat disimpulkan bahwa pada penelitian Ratih (2023) tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare dalam kategori baik sebesar 69%, kategori cukup 31%. Penelitian Rahmanigtyas (2023) tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik yakni 70 orang, kategori cukup 14 responden serta tingkat kurang baik sebanyak 16 responden, dan penelitian Siska (2023) tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik sebanyak 68 responden 83,87%, berpengetahuan cukup sebanyak 13 responden 13,93% dan berpengetahuan kurang sebanyak 2 responden 2,15%. ibu rata-rata memiliki tingkat pengetahuan baik dan menunjukkan bahwa usia, pendidikan serta pekerjaan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Swamedikasi merupakan pengobatan mandiri tanpa resep yang dilakukan di lingkungan masyarakat karena dapat menghemat keuangan dan prosesnya lebih cepat. Perilaku pengobatan mandiri ini dilakukan karena adanya keluhan ringan dan bersifat mengganggu seperti diare. Diare merupakan keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dan encer. Tujuan dari peneltian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi diare pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling menggunakan kuesioner online melalui google form, pengujian validitas menggunakan Pearson Product Momen dan uji reabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, pengujian pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 22.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi diare. Profil sosiodemografi dan pengetahuan masyarakat tentang obat dapat menggambarkan ke rasionalan pemilihan obat secara swamedikasi. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat lebih dominan tergolong cukup atau sedang dengan persentasi 56.53%, 22% dan 54.25%. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi diare menunjukkan masyarakat rata-rata memiliki tingkat pengetahuan sedang/cukup dan usia serta pendidikan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Swamedikasi (Self–medication) adalah Pengobatan yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit, sebelum mereka memutuskan mencari pertolongan dari tenaga kesehatan. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengaruh faktor usia, jenis kelamin, dan pengetahuan terhadap swamedikasi obat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara menghimpun data dari berbagai sumber. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriftif dengan membuat gambaran dari data yang terkumpul berdasarkan beberapa jurnal ilmiah gambaran pengaruh faktor usia, jenis kelamin, dan pengetahuan terhadap swamedikasi obat. Diperoleh hasil bahwa responden yang melakukan swamedikasi dominan perempuan dengan rentang umur yang bervariasi dan tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat lebih dominan tergolong cukup atau sedang sedangkan tingkat pengetahuan dipengaruhi oleh pendidikan terakhir dan pekerjaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor usia, jenis kelamin dan pengetahuan masyarakat memiliki pengaruh terhadap swamedikasi obat