PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb.) DENGAN VARIASI PELARUT EKSTRAKSI MENGGUNAKAN MICROPLATE READER
Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan tanaman herbal yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, salah satunya flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Kandungan flavonoid yang terekstraksi dari bahan alam dapat dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan, terutama berdasarkan tingkat kepolarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total ekstrak rimpang kunyit hitam dengan variasi pelarut metanol teknis, etanol 70%, dan etanol 95% menggunakan microplate reader. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan bahan baku, pengolahan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol teknis, etanol 70%, dan etanol 95%, penetapan susut pengeringan, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta penetapan kadar flavonoid total menggunakan microplate reader dengan kuersetin sebagai pembanding. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit hitam positif mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, fenolik, flavonoid, dan triterpenoid. Hasil penetapan kadar flavonoid total menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki kadar flavonoid total tertinggi sebesar 21,1633 ± 1,1145 mgQE/g, diikuti ekstrak metanol sebesar 19,6867 ± 0,8927 mgQE/g, dan ekstrak etanol 95% sebesar 18,0467 ± 1,3300 mgQE/g. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p-value 0,040 ( 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kadar flavonoid total ekstrak rimpang kunyit hitam pada variasi pelarut yang digunakan.