2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selutui puka adalah salah satu tumbuhan liar secara empiris oleh masyarakat suku dayak di Desa Karangan, Kecamatan Mook Manar Bulant, Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur yang digunakan sebagai obat kanker pada bagian kulit batang. Tujuan penelitian untuk mengetahui sifat toksik dan nilai LC50 ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol kulit batang selutui puka (Tabernaemontana macrocapa Jack) terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol, skrining fitokimia, penetasan telur larva Artemia salina Leach dan uji toksisitas akut ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol terhadap larva Artemia salina Leach dengan masing-masing konsentrasi 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Diperoleh ekstrak kental n-heksana sebanyak 4,34 g (rendemen 2,17%), ekstrak etil asetat sebanyak 2,7 g (rendemen 1,35%) dan ekstrak etanol sebanyak 7,05 g (rendemen 3,53%). Hasil skrining fitokimia kulit batang selutui puka ekstrak n-heksana mengandung senyawa alkaloid dan triterpenoid. Ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid, flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid. Nilai LC50 ekstrak n-heksana 241,617 ppm (sangat toksik), ekstrak etil asetat 140,955 ppm (sangat toksik) dan ekstrak etanol 103,618 ppm (sangat toksik).
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Selutui puka adalah salah satu tumbuhan liar secara empiris oleh masyarakat suku dayak di Desa Karangan, Kecamatan Mook Manar Bulant, Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur yang digunakan sebagai obat kanker pada bagian kulit batang. Tujuan penelitian untuk mengetahui sifat toksik dan nilai LC50 ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol kulit batang selutui puka (Tabernaemontana macrocapa Jack) terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol, skrining fitokimia, penetasan telur larva Artemia salina Leach dan uji toksisitas akut ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol terhadap larva Artemia salina Leach dengan masing-masing konsentrasi 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Diperoleh ekstrak kental n-heksana sebanyak 4,34 g (rendemen 2,17%), ekstrak etil asetat sebanyak 2,7 g (rendemen 1,35%) dan ekstrak etanol sebanyak 7,05 g (rendemen 3,53%). Hasil skrining fitokimia kulit batang selutui puka ekstrak n-heksana mengandung senyawa alkaloid dan triterpenoid. Ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid, flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid. Nilai LC50 ekstrak n-heksana 241,617 ppm (sangat toksik), ekstrak etil asetat 140,955 ppm (sangat toksik) dan ekstrak etanol 103,618 ppm (sangat toksik).
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pemakaian setiap bahan atau zat memiliki potensi yang bersifat toksik atau menyebabkan keracunan tergantung takarannya. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) secara empiris digunakan sebagai obat sakit gigi, tumor, dan kanker. Kamboja putih (Plumeria alba L.) digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi, pencahar, dan antigatal. Khasiat kedua famili Apocynaceae ini selain digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi juga dilaporkan pada pemakaian jumlah tertentu dapat menyebabkan keracunan atau toksik di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan LC50 ekstrak etanol daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun kamboja putih (Plumeria alba L.) terhadap larva Artemia Salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah toksisitas ekstrak etanol daun selutui puka dan daun kamboja putih terhadap larva Artemia salina Leach. Analisa yang dilakukan adalah menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan toksisitas pada daun selutui puka menghasilkan nilai LC50 0,7440 µg/mL dan untuk nilai LC50 ekstrak etanol daun kamboja putih adalah 132,340 µg/mL. Kedua tumbuhan ini masuk dalam kategori sangat toksik.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pemakaian setiap bahan atau zat memiliki potensi yang bersifat toksik atau menyebabkan keracunan tergantung takarannya. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) secara empiris digunakan sebagai obat sakit gigi, tumor, dan kanker. Kamboja putih (Plumeria alba L.) digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi, pencahar, dan antigatal. Khasiat kedua famili Apocynaceae ini selain digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi juga dilaporkan pada pemakaian jumlah tertentu dapat menyebabkan keracunan atau toksik di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan LC50 ekstrak etanol daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun kamboja putih (Plumeria alba L.) terhadap larva Artemia Salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah toksisitas ekstrak etanol daun selutui puka dan daun kamboja putih terhadap larva Artemia salina Leach. Analisa yang dilakukan adalah menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan toksisitas pada daun selutui puka menghasilkan nilai LC50 0,7440 µg/mL dan untuk nilai LC50 ekstrak etanol daun kamboja putih adalah 132,340 µg/mL. Kedua tumbuhan ini masuk dalam kategori sangat toksik.