Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: selutui puka
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK KULIT BATANG SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocapa Jack.) TERHADAP LARVA Artemia Salina Leach DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selutui puka adalah salah satu tumbuhan liar secara empiris oleh masyarakat suku dayak di Desa Karangan, Kecamatan Mook Manar Bulant, Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur yang digunakan sebagai obat kanker pada bagian kulit batang. Tujuan penelitian untuk mengetahui sifat toksik dan nilai LC50 ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol kulit batang selutui puka (Tabernaemontana macrocapa Jack) terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol, skrining fitokimia, penetasan telur larva Artemia salina Leach dan uji toksisitas akut ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol terhadap larva Artemia salina Leach dengan masing-masing konsentrasi 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Diperoleh ekstrak kental n-heksana sebanyak 4,34 g (rendemen 2,17%), ekstrak etil asetat sebanyak 2,7 g (rendemen 1,35%) dan ekstrak etanol sebanyak 7,05 g (rendemen 3,53%). Hasil skrining fitokimia kulit batang selutui puka ekstrak n-heksana mengandung senyawa alkaloid dan triterpenoid. Ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid, flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid. Nilai LC50 ekstrak n-heksana 241,617 ppm (sangat toksik), ekstrak etil asetat 140,955 ppm (sangat toksik) dan ekstrak etanol 103,618 ppm (sangat toksik).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Selutui Puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis dengan metode difusi kertas cakram

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kasus infeksi yang paling umum terjadi di masyarakat adalah infeksi rongga mulut. Bakteri yang sering menimbulkan infeksi pada rongga mulut antara lain adalah Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis. Secara empiris masyarakat Dayak Kutai Barat menggunakan daun selutui puka untuk pengobatan sakit gigi dan sariawan. Tujuan penelitian mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun selutui puka sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis dan mengetahui zona hambat ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis. Penelitian bersifat eksperimental. Tahap penelitian meliputi pengumpulan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi kertas cakram dengan konsentrasi ekstrak ialah 15%, 30% dan 45%, kontrol negatif DMSO 1% , kontrol positif Ciprofloxacin 0,1%. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun selutui puka memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavanoid, saponin, tanin dan steroid. Aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun selutui puka mendapatkan hasil rata-rata diameter zona hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 15% sebesar 17,70 mm (kuat), 30% sebesar 19,43 mm (kuat), dan 45 % sebesar 23,60 mm (sangat kuat) dan rata–rata diameter zona hambat terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis pada kosentrasi 15% sebesar 17,43 mm (kuat), 30% sebesar 23,33 mm (sangat kuat), dan 45% sebesar 26,03 mm (sangat kuat). Nilai zona hambat pada kontrol positif Ciprofloxacin terhadap bakteri Streptococcus mutans 38,97 mm dan Porphyromonas gingivalis 44,67 mm, serta pada kontrol negatifDMSO 1% adalah 0 mm.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selutui Puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat obat yang secara empiris digunakan oleh suku Dayak Desa Karangan Kecamatan Mook Manar Bulant dengan memanfaatkan air rebusan daun selutui puka sebagai obat sakit gigi dan sariawan, getahnya dapat diminum sebagai obat tumor dan dioles untuk mengobati penyakit kudis dan kulit melepuh. Adanya beberapa manfaat dari tumbuhan selutui puka yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat tradisional, sehingga perlu dilakukan karakterisasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik spesifik dan non spesifik ekstrak daun selutui puka. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimen. Objek penetian adalah karakteristik ekstrak etanol daun selutui puka meliputi parameter spesifik : organoleptik ekstrak, kandungan senyawa metabolit sekunder, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol dan parameter non spesifik : kadar abu, kadar air, kadar abu tidak larut asam, total kapang, cemaran mikroba, bobot jenis. Tahapan penelitian meliputi identifikasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi dan karakterisasi ekstrak. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dari objek yang akan diteliti

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI N HEKSAN DAN ETIL ASETAT DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN METODE DIFUSI CAKRAM

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jerawat dapat menimbulkan lesi tanpa radang, lesi pada radang atau kombinasi keduanya, yang sebagian besar menyerang wajah dan mikroba pembentuk nanah yang bertanggung jawab dalam pengembangan berbagai bentuk akne vulgaris salah satunya adalah Staphylococcus aureus. Masyarakat suku Dayak menggunakan air rebusan dari daun selutui puka untuk mencuci wajah/dikompres pada daerah wajah yang berjerawat. Metabolit sekunder yang terkandung pada bagian daun tumbuhan selutui puka adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat, kloroform dan n-heksan daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Penelitian ini bersifat eksperimental. Obyek yang diteliti adalah zona hambat fraksi etil asetat, kloroform dan n-heksan daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan sampel daun selutui puka yang didapatkan dari Desa Karangan, Kabupaten Kutai Barat. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan bahan baku, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, fraksinasi, uji skrining fitokimia fraksi etil asetat, kloroform dan n-heksan, uji aktivitas antibakteri fraksi etil asetat, kloroform dan n-heksan daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi kertas cakram pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% dan 0,1% klindamisin sebagai kontrol positif.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN TOKSISITAS AKUT EKSTRAK DAUN DAN BUAH SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Selutui puka adalah tumbuhan yang berasal dari Kutai Barat Kalimantan Timur. Berdasarkan empiris yang beredar dikalangan masyarakat daun dan buah Selutui puka digunakan sebagai obat sakit gigi, namun beberapa masyarakat sekitar juga menyatakan buah Selutui puka memiliki efek racun. Studi ini bertujuan untuk membandingkan uji toksisitas akut ekstrak daun dan buah Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) sehingga didapatlan perbedaan nilai LC50 dan potensi toksik terhadap larva Artemia salina Leach. Uji toksisitas menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Didapatkan nilai LC50 daun selutui puka sebesar 0,7440 µg/mL dan buah selutui puka sebesar 77,62 µg/mL, ekstrak daun selutui puka lebih toksik dibandingkan ekstrak buah selutui puka. Daun selutui puka mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Sedangkan buah selutui puka mengandung flavonoid dan alkaloid. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah ekstrak daun dan buah selutui puka memiliki potensi ketoksikan dengan kategori sangat toksik.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KULIT BATANG SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN KULIT BATANG PULAI (Alstonia Scholaris R.Br)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan kulit batang selutui puka dengan kulit batang pulai. Tumbuhan yang berasal dari family apocynaceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa tumbuhan family apocynaceae dibudidayakan untuk kepentingan penelitian ilmiah dan beberapa spesiesnya seperti kulit batang selutui puka dan pulai diketahui mengandung senyawa antioksidan alami yaitu senyawa golongan fenolik flavonoid dan tanin serta golongan alkaloid, steroid, triterpenoid, dan saponin.Konsentrasi kulit batang selutui puka yang digunakan yaitu 5, 10, 25, 50 dan 100 bpj dan konsentrasi kulit batang pulai yang digunakan yaitu 400, 200, 100, 50, dan 25 µg/ml. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel diskriptif, selanyutnya dilakukan penerikan kesimpulan. Hasil telaah studi literatur didapatkan bahwa aktivitas antioksidan dari kulit batang selutui puka dan kulit batang pulai memiliki aktivitas antioksidan tergolong kuat. Ekstrak etanol kulit batang selutui puka memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml dalam kategori sangat kuat (≤ 50 ppm). Ekstrak etanol Kulit batang pulai termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat lemah, karena memiliki nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml (≥ 200 ppm). Kesimpulanya aktivitas antioksidan terkecil dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml pada ekstrak etanol kulit batang selutui puka sedangkan aktivitas antioksidan terbesar pada ekstrak etanol kulit batang pulai dengan nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN EKSTRAK DAUN GINJE (Thevetia peruviana) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN EKSTRAK DAUN GINJE (Thevetia peruviana) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ABSTRAK Daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun ginje (Thevetia peruviana) merupakan tumbuhan berfamili Apocynaceae. Kedua tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai pengobatan, khususnya pada bagian kulit. Studi literatur ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun ginje terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti KTI (Karya Tulis Ilmiah) dan skripsi. Objek penelitiannya adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun ginje terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur yang ada. Ekstrak daun ginje memiliki zona hambat yang lebih besar daripada ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun ginje memiliki zona hambat maksimum 6,45 mm dengan daya hambat kategori kuat. Ekstrak etanol daun selutui puka memiliki zona hambat secara berurutan 6,09 mm, 6,24 mm, dan 6,25 mm yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) TERHADAP BAKTERI staphylococcus aureus dan streptococcus mutans

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun madle mara (Tabernaemontana heyneana Wall.) merupakan tumbuhan bergenus Tabernaemontana dan anggota familia Apocynaceae. Kedua tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai pengobatan, khususnya pada bagian kulit. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun madle mara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti KTI (Karya Tulis Ilmiah). Objek penelitiannya adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun madle mara terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur yang ada. Ekstrak metanol daun madle memiliki zona hambat yang lebih besar daripada ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak metanol daun madle mara memiliki zona hambat maksimum 12,66 ± 0,57 mm dengan daya hambat kategori kuat. Ekstrak etanol daun selutui puka memiliki zona hambat secara berurutan 6,09 mm, 6,24 mm, dan 6,25 mm yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DUAN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan DAUN PULAU (Alstonia scholaris R.B. r) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan pulai (Alstonia scholaris R. B.r) adalah tumbuhan dengan famili yang sama yaitu Apocynaceae dan memiliki kandungan metabolit sekunder yang sama seperti tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun pulai (Alstonia scholaris R. .B.r) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur, analisis data dilakukan denan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, skripsi, serta karya tulis ilmiah. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul Pada daun selutui puka dengan ekstrak etanol menggunakan konsentrasi 10% dengan zona hambat yang didapat adalah 6,25 mm. Pada daun pulai dengan ekstrak metanol menggunakan konsentrasi 10% dengan zona hambat yang didapat adalah 6,75 mm. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka menghasilkan zona hambat yang lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak metanol daun pulai.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN DAUN KAMBOJA (Plumeria acuminata) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans DAN Staphylococcus aureus

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bakteri Streptococcus mutans merupakan salah satu flora normal yang hidup di rongga mulut, tapi pada jumlah yang berlebih merupakan agen penyebab utama karies gigi. Daun selutui puka dan daun kamboja secara empiris digunakan sebagai bahan untuk pengobatan oleh masyarakat, metabolit sekunder yang terkandung memiliki manfaat sebagai antibakteri. Studi literatur ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun kamboja terhadap bakteri Streptococcus mutans. Metode yang dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti skripsi, karya tulis ilmiah serta jurnal ilmiah. Objek penelitian studi literatur ini adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun kamboja terhadap bakteri Streptococcus mutans. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil Perbandingan menyatakan bahwa zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak etanol daun selutui puka lebih kecil dibandingkan zona hambat yang dihasilkan ekstrak etanol daun kamboja. Pada konsentrasi yang sama, yaitu 25 % dan 50 % didapatkan hasil yang berbeda, diameter zona hambat yang dihasilkan ekstrak etanol daun selutui puka pada konsentrasi 25 % dan 50 % secara berurut adalah 6,5 mm dan 6,9 mm sedangkan ekstrak etanol daun kamboja menghasilkan diameter 8,36 mm pada konsentrasi 25 % dan 10,38 mm pada konsentrasi 50 %.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus (L.) G. Don.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi merupakan penyakit yang memiliki tingkat keparahan yang beragam hingga pada infeksi berat yang disebabkan oleh aktivitas bakteri. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang dapat menyebabkan infeksi kulit terutama pada lingkungan yang lembap, hangat atau kulit mengalami luka terbuka. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat untuk herpes, kudis, kulit gatal dan melepuh. Tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don.) merupakan tumbuhan hias yang dapat digunakan sebagai obat untuk mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun tapak dara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun tapak dara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan daun tapak dara memiliki aktivitas antibakteri lebih baik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dibandingkan daun selutui puka. Zona hambat daun selutui puka menggunakan metode kertas cakram pada konsentrasi 5%,10% dan 15% adalah 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm termasuk kategori daya hambat sedang dan daun tapak dara menggunakan metode sumuran pada konsentrasi 20%, 50% dan 75% adalah 13,3 mm, 17,33 mm dan 20,00 mm termasuk kategori kuat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocapa Jack) DAN DAUN KAMBOJA PUTIH (Plumeria alba L) TERHADAP LARVA Artenia salina Leach

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemakaian setiap bahan atau zat memiliki potensi yang bersifat toksik atau menyebabkan keracunan tergantung takarannya. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) secara empiris digunakan sebagai obat sakit gigi, tumor, dan kanker. Kamboja putih (Plumeria alba L.) digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi, pencahar, dan antigatal. Khasiat kedua famili Apocynaceae ini selain digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi juga dilaporkan pada pemakaian jumlah tertentu dapat menyebabkan keracunan atau toksik di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan LC50 ekstrak etanol daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun kamboja putih (Plumeria alba L.) terhadap larva Artemia Salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah toksisitas ekstrak etanol daun selutui puka dan daun kamboja putih terhadap larva Artemia salina Leach. Analisa yang dilakukan adalah menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan toksisitas pada daun selutui puka menghasilkan nilai LC50 0,7440 µg/mL dan untuk nilai LC50 ekstrak etanol daun kamboja putih adalah 132,340 µg/mL. Kedua tumbuhan ini masuk dalam kategori sangat toksik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SELUTUI PUKA DAN EKSTRAK DAUN BINTARO TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan Bintaro (Cebera odollam Gaertn) merupakan tumbuhan berfamili apocynaceae. Secara empiris daun selutui puka memiliki khasiat sebagai obat sakit gigi dan daun bintaro berkhasiat sebagai penyembuh luka. Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun bintaro terhadap bakteri staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan karya tulis ilmiah. Objek penelitian gambaran aktivitas antibakteri ekstrak daun selutui puka dan ekstrak daun bintaro terhadap bakteri staphylococcus aureus. Data yang digunakan dalam studi ini ialah kosentrasi yang di gunakan untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dari data yang disajikan, diketahui aktivitas antibakteri ekstrak daun selutui puka pada kosentrasi 5%, 10% dan 15% dengan menggunakan metode difusi kertas cakram memiliki daya hambat berturut-turut sebesar 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm dengan katagori daya hambat sedang sedangkan daya hambat ekstrak daun bintaro pada kosentrasi 4% dengan menggunakan metode dilusi padat lebih kecil dengan katagori daya hambat minimum.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail