Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SIKA NOVITASARI

2 karya publik ditemukan.

2024: 2

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Temu Putih (Curcuma zedoaria) Dengan Perbedaan Konsentrasi Pelarut Etanol Menggunakan Metode DPPH

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan senyawa yang penting bagi tubuh karena dapat menghambat molekul radikal bebas sehingga dapat mencegah penyakit. Radikal bebas yang dapat masuk ke dalam tubuh akan menghancurkan sistem imun tubuh. Temu putih (Curcuma zedoaria) merupakan salah satu rimpang yang memiliki kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas ekstrak adalah kepolaran pelarut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak rimpang temu putih dengan variasi konsentrasi pelarut etanol. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan serbuk simplisia temu putih, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak sampel menggunakan variasi konsentrasi pelarut etanol yaitu 30%, 50%, dan 70% dengan metode maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penetapan susut pengeringan sebesar 11,29%. Uji skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, dan triterpenoid. Hasil rendemen ekstrak etanol 70%, 50%, dan 30% secara berturut-turut adalah 21,19%, 21,19%, 19,27%. Sedangkan kadar air sebesar 13,35%, 19,58%, 9,23%. Hasil uji aktivitas antioksidan pada penelitian ini diperoleh nilai panjang gelombang maksimum sebesar 519 nm. Nilai IC50 yang terbaik diperoleh pada ekstrak temu putih dengan konsentrasi etanol 70% yaitu sebesar 142,139 ppm yang dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan sedang. Pada ekstrak etanol 50% diperoleh nilai IC50 sebesar 227,522 ppm sedangkan pada etanol 30% sebesar 289,699 ppm sehingga keduanya menunjukkan kategori aktivitas antioksidan yang sangat lemah. Hal ini dapat terjadi karena ekstrak etanol 70% termasuk kedalam larutan yang bersifat polar, semakin polar pelarut etanol yang digunakan maka nilai IC50 semakin besar dan aktivitas antioksidannya menjadi semakin lemah. Sebagai pembanding dalam uji ini digunakan vitamin C dengan nilai IC50 sebesar 6,84 ppm, menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat.

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Temu Putih (Curcuma zedoaria) Dengan Perbedaan Konsentrasi Pelarut Etanol Menggunakan Metode DPPH

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antioksidan merupakan senyawa yang penting bagi tubuh karena dapat menghambat molekul radikal bebas sehingga dapat mencegah penyakit. Radikal bebas yang dapat masuk ke dalam tubuh akan menghancurkan sistem imun tubuh. Temu putih (Curcuma zedoaria) merupakan salah satu rimpang yang memiliki kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas ekstrak adalah kepolaran pelarut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak rimpang temu putih dengan variasi konsentrasi pelarut etanol. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan serbuk simplisia temu putih, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak sampel menggunakan variasi konsentrasi pelarut etanol yaitu 30%, 50%, dan 70% dengan metode maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penetapan susut pengeringan sebesar 11,29%. Uji skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, dan triterpenoid. Hasil rendemen ekstrak etanol 70%, 50%, dan 30% secara berturut-turut adalah 21,19%, 21,19%, 19,27%. Sedangkan kadar air sebesar 13,35%, 19,58%, 9,23%. Hasil uji aktivitas antioksidan pada penelitian ini diperoleh nilai panjang gelombang maksimum sebesar 519 nm. Nilai IC50 yang terbaik diperoleh pada ekstrak temu putih dengan konsentrasi etanol 70% yaitu sebesar 142,139 ppm yang dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan sedang. Pada ekstrak etanol 50% diperoleh nilai IC50 sebesar 227,522 ppm sedangkan pada etanol 30% sebesar 289,699 ppm sehingga keduanya menunjukkan kategori aktivitas antioksidan yang sangat lemah. Hal ini dapat terjadi karena ekstrak etanol 70% termasuk kedalam larutan yang bersifat polar, semakin polar pelarut etanol yang digunakan maka nilai IC50 semakin besar dan aktivitas antioksidannya menjadi semakin lemah. Sebagai pembanding dalam uji ini digunakan vitamin C dengan nilai IC50 sebesar 6,84 ppm, menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat.