MODUL MODEL REHABILITASI SOSIAL VOKASIONAL DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) INSTRUMENTAL ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ)
Faktor yang dapat memperparah kondisi kesehatan mental salah satunya yaitu stigma yang menganggap pasien jiwa itu tidak berguna dan didiskriminasi baik dikeluarga maupun di masyarakat. Tingginya stigma yang negatif di masyarakat menyebabkan meningkatnya keparahan penderita kesehatan mental dan mempengaruhi proses penyembuhannya. Stigma yang ada juga dapat menyebabkan relaps pada penderita yang sudah selesai menjalani pengobatan (Ayuningtyas and Rayhani, 2018). Kendala yang terjadi pada pelayanan kesehatan jiwa adalah belum terintegrasinya rehabilitasi serta masih terfokus pada pasien saja sehingga seringkali mengakibatkan terjadinya kekambuhan pada penderita. Penderita kesehatan jiwa dengan diagnosa skizofrenia diperkirakan akan kambuh 50% pada tahun pertama jika tidak mendapat perawatan dan rehabilitasi serta dukungan yang baik (Purwanto, 2010). Dengan fokus yang dilakukan hanya pada pengobatan medis, pusat pelayanan kesehatan di Indonesia kurang memperhatikan aspek rehabilitasi seperti rehabilitasi vokasional dan Okupasional. Hal ini berakibat pada kurang berhasilnya proses rehabilitasi vokasional dan Okupasional yang berjalan dan berdampak pada keluaran yang ada. Terapi okupasi dan vokasional apabila dilakukan dengan baik dapat meningkatkan kemandirian pasien skizofrenia ketika sudah kembali ke masyarakat, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala sehingga tidak optimal yang akhirnya berdampak pada keluaran yang dihasilkan. Penelitian yang dilakukan oleh Désiron et al., (2011) salah satu kendala yang sering dialami adalah tidak adanya indikator yang jelas mengenai faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari rehabilitasi okupasi yang di jalankan, baik faktor jenis terapi, durasi maupun faktor lain yang kemungkinan mempengaruhi keberhasilan terapi.