Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

TITIN MURTININGSIH

4 karya publik ditemukan.

2022: 22020: 2

IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SAPONIN BERDASARKAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG SEKILANG (Embelia borneensis Scheff.)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sekilang (Embelia borneensis Scheff.) merupakan tumbuhan yang secara empiris digunakan sebagai penangkap ikan, pengusir lintah dan perawatan rambut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan kadar saponin ekstrak metanol kulit batang sekilang berdasarkan perbedaan metode ekstraksi secara gravimetri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pembuatan simplisia kulit batang sekilang, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, refluks dan sokhlet, penetapan kadar saponin dengan metode gravimetri. Analisis kandungan saponin meliputi: identifikasi saponin, identifikasi jenis saponin, penetapan kadar saponin dan analisis data. Objek penelitian adalah jenis dan kadar saponin berdasarkan perbedaan metode ekstraksi terhadap ekstrak metanol kulit batang sekilang. Variabel bebas pada penelitian ini adalah metanol, maserasi, refluks dan sokhlet; Variabel terikat pada penelitian ini adalah jenis dan kadar dari ekstrak metanol kulit batang sekilang; dan variabel kontrol pada penelitian ini adalah metode gravimetri. Sampel yang digunakan adalah kulit batang Sekilang yang diperoleh dari Desa Long Temuyat. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Data yang diperoleh adalah kadar saponin kulit batang sekilang berdasarkan hasil dari tiga metode ekstraksi yang digunakan berbeda. Data dianalisis dengan uji statistik one way anova untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan jumlah kadar saponin berdasarkan perbedaan metode. Hasil identifikasi jenis saponin dari ekstrak metanol kulit batang sekilang adalah jenis saponin triterpenoid. Hasil dari analisis data dengan uji statistik one way anova diperoleh bahwa terdapat perbedaan signifikan antar metode ekstraksi terhadap kadar saponin kulit batang sekilang yaitu dengan sig = 0,009 dengan taraf signifikan 0,05 (5%).

IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SAPONIN BERDASARKAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG SEKILANG (Embelia borneensis Scheff.)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sekilang (Embelia borneensis Scheff.) merupakan tumbuhan yang secara empiris digunakan sebagai penangkap ikan, pengusir lintah dan perawatan rambut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan kadar saponin ekstrak metanol kulit batang sekilang berdasarkan perbedaan metode ekstraksi secara gravimetri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pembuatan simplisia kulit batang sekilang, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, refluks dan sokhlet, penetapan kadar saponin dengan metode gravimetri. Analisis kandungan saponin meliputi: identifikasi saponin, identifikasi jenis saponin, penetapan kadar saponin dan analisis data. Objek penelitian adalah jenis dan kadar saponin berdasarkan perbedaan metode ekstraksi terhadap ekstrak metanol kulit batang sekilang. Variabel bebas pada penelitian ini adalah metanol, maserasi, refluks dan sokhlet; Variabel terikat pada penelitian ini adalah jenis dan kadar dari ekstrak metanol kulit batang sekilang; dan variabel kontrol pada penelitian ini adalah metode gravimetri. Sampel yang digunakan adalah kulit batang Sekilang yang diperoleh dari Desa Long Temuyat. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Data yang diperoleh adalah kadar saponin kulit batang sekilang berdasarkan hasil dari tiga metode ekstraksi yang digunakan berbeda. Data dianalisis dengan uji statistik one way anova untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan jumlah kadar saponin berdasarkan perbedaan metode. Hasil identifikasi jenis saponin dari ekstrak metanol kulit batang sekilang adalah jenis saponin triterpenoid. Hasil dari analisis data dengan uji statistik one way anova diperoleh bahwa terdapat perbedaan signifikan antar metode ekstraksi terhadap kadar saponin kulit batang sekilang yaitu dengan sig = 0,009 dengan taraf signifikan 0,05 (5%).

KARAKTERISTIK EKSTRAK ETANOL DAUN KEREHAU (Callicarpa longifolia), DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) DAN DAUN JERUJU (Acanthus illicifolius)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kerehau (Callicarpa longifolia) memiliki manfaat sebagai antiinflamasi dan antimalaria. Daun Kemangi (Ocimum sanctum ) digunakan sebagai penurun kadar asam urat. Jeruju (Acanthus illicifolius) digunakan sebagai antidiabetes dan antirematik. Karakterisasi adalah langkah awal untuk mengetahui mutu ekstrak, tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik ekstrak etanol daun kerehau, daun kemangi dan daun jeruju. Penelitian ini berupa studi literatur. Tahapan penelitian yaitu, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas; penyajian data; penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Karakteristik ekstrak daun kerehau, daun kemangi dan daun jeruju secara organoleptis yaitu: warna coklat tua, rasa pahit, bau khas dan ekstrak kental; hijau kecoklatan, rasa pahit, bau aromatis dan ekstrak kental; kecoklatan, rasa pahit, bau khas dan ekstrak kental. Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid/terpenoid. Kadar sari larut air dan etanol dari ekstrak etanol daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju berurutan adalah 40,4% dan 39,9%; 6,74% dan 22,83%; (-). Kadar air, kadar abu dan kadar abu tidak larut asam ekstrak etanol daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju beurutan adalah 15%, 3,5% dan 0,3%; (-), 4,8% dan 4,53%; 25,40%, 15,6% dan 0,74%.

KARAKTERISTIK EKSTRAK ETANOL DAUN KEREHAU (Callicarpa longifolia), DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) DAN DAUN JERUJU (Acanthus illicifolius)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun kerehau (Callicarpa longifolia) memiliki manfaat sebagai antiinflamasi dan antimalaria. Daun Kemangi (Ocimum sanctum ) digunakan sebagai penurun kadar asam urat. Jeruju (Acanthus illicifolius) digunakan sebagai antidiabetes dan antirematik. Karakterisasi adalah langkah awal untuk mengetahui mutu ekstrak, tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik ekstrak etanol daun kerehau, daun kemangi dan daun jeruju. Penelitian ini berupa studi literatur. Tahapan penelitian yaitu, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas; penyajian data; penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Karakteristik ekstrak daun kerehau, daun kemangi dan daun jeruju secara organoleptis yaitu: warna coklat tua, rasa pahit, bau khas dan ekstrak kental; hijau kecoklatan, rasa pahit, bau aromatis dan ekstrak kental; kecoklatan, rasa pahit, bau khas dan ekstrak kental. Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid/terpenoid. Kadar sari larut air dan etanol dari ekstrak etanol daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju berurutan adalah 40,4% dan 39,9%; 6,74% dan 22,83%; (-). Kadar air, kadar abu dan kadar abu tidak larut asam ekstrak etanol daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju beurutan adalah 15%, 3,5% dan 0,3%; (-), 4,8% dan 4,53%; 25,40%, 15,6% dan 0,74%.