DEANDRA AVINDA DEWI
2026 · Thesis · Open Access
Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan tanaman famili Zingiberaceae yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Kandungan metabolit sekunder dalam rimpang kunyit hitam sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi, terutama pemilihan jenis pelarut. Perbedaan tingkat polaritas pelarut diketahui dapat memengaruhi jumlah dan jenis senyawa metabolit sekunder yang terekstraksi, sehingga pada akhirnya turut menentukan aktivitas antioksidan ekstrak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak rimpang kunyit hitam yang diperoleh melalui ekstraksi maserasi menggunakan tiga pelarut berbeda, yaitu etanol 70%, etanol 95%, dan metanol, dengan aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol 70% (16,60%), diikuti ekstrak metanol (12,01%), sedangkan ekstrak etanol 95% memberikan rendemen terendah (8,44%). Pada pengujian kadar air, ekstrak metanol memiliki nilai paling rendah (3,05 ± 0,04%) dibandingkan ekstrak etanol 95% (9,45 ± 0,32%) dan etanol 70% (10,85 ± 0,24%). Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin, sedangkan ekstrak etanol 95% dan ekstrak metanol memiliki kandungan yang lebih lengkap dengan tambahan triterpenoid. Nilai IC₅₀ ketiga ekstrak berada pada rentang yang berdekatan, yaitu 205,01 ± 4,53 ppm untuk etanol 70%, 217,30 ± 2,13 ppm untuk etanol 95%, dan 210,59 ± 2,10 ppm untuk etanol 95%, yang seluruhnya tergolong dalam kategori aktivitas antioksidan sangat lemah. Sebagai pembanding, vitamin C sebagai kontrol positif menunjukkan nilai IC₅₀ jauh lebih rendah (3,23 ± 0,03 ppm), yang mengindikasikan aktivitas antioksidan sangat kuat. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p 0,05) antar kelompok. Namun, uji lanjut Post Hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan antar ketiga jenis ekstrak tidak berbeda secara signifikan.
MUHAMAD ALIF RAMADHAN PRATAMA
2026 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) seringkali disertai dengan penyakit penyerta (komorbiditas) yang menuntut penggunaan terapi polifarmasi dan berpotensi memicu terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien rawat jalan DMT2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong periode Juli-Desember 2025. Penelitian observasional deskriptif ini menggunakan metode pengumpulan data secara retrospektif melalui rekam medis pasien. Sebanyak 293 data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi menggunakan aplikasi Drugs.com® untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan minor, moderate, dan major. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 229 dari 293 lembar resep (78,16%) berpotensi mengalami interaksi obat, dengan total mencapai 677 kejadian interaksi. Kategori keparahan didominasi oleh interaksi moderate sebanyak 602 kejadian (88,92%), diikuti interaksi minor sebanyak 62 kejadian (9,16%), dan interaksi major sebanyak 13 kejadian (1,92%). Kombinasi pasangan obat yang paling sering memicu interaksi pada kategori moderate adalah metformin dan glimepirid (84 kejadian), pada kategori major didominasi oleh spironolakton dan candesartan (7 kejadian).
AULIA PUTRI JUHRANDA
2026 · Thesis · Open Access
Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang bersifat reaktif dan dapat menyebabkan stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Salah satu upaya untuk menanggulangi dampak radikal bebas adalah dengan penggunaan antioksidan, terutama yang berasal dari bahan alam. Batang jarak pagar diketahui mengandung metabolit sekunder yaitu flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Efektivitas senyawa ini sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi, terutama pemilihan konsentrasi pelarut, yang menentukan jumlah dan jenis senyawa aktif yang terekstraksi. Oleh karena itu, variasi konsentrasi etanol perlu dikaji untuk memperoleh aktivitas antioksidan yang optimal. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan 95% batang jarak pagar berdasarkan nilai IC50. Penelitian eksperimental ini meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, ekstraksi maserasi, penetapan rendemen dan kadar air ekstrak, skrining fitokimia, serta uji aktivitas antioksidan secara in vitro menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan susut pengeringan simplisia 9,47 ± 0,01%, rendemen ekstrak etanol 70% dan 95% masing-masing 9,53% dan 7,18%, dan kadar air 16,00 ± 0,00% dan 14,33 ± 0,58%. Skrining fitokimia menunjukkan kandungan alkaloid, flavonoid, fenolik, dan terpenoid/steroid pada kedua ekstrak, namun negatif saponin. IC50 vitamin C sebagai kontrol positif tergolong sangat kuat (14,24 ppm ± 5,85), sedangkan kedua ekstrak etanol tergolong sangat lemah (517,18 ppm ± 29,36 dan 500,40 ppm ± 8,49), tanpa perbedaan signifikan (p=0,661). Data yang diperoleh terdiri atas data kualitatif dari skrining fitokimia dan kuantitatif berupa nilai IC50 aktivitas antioksidan, yang dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi, tabel, dan grafik.
DITA ADISTY SARI
2026 · Thesis · Open Access
Paparan radiasi ultraviolet (UV) berlebih di Indonesia dapat menyebabkan
eritema, penurunan elastisitas kulit, penuaan dini, hingga kanker kulit sehingga
penggunaan tabir surya diperlukan sebagai pencegahan. Tabir surya bekerja dengan
menyerap, memantulkan, atau menghamburkan radiasi UV serta menetralisir
radikal bebas. Seiring dengan meningkatnya penggunaan tabir surya,
pengembangan bahan aktif yang lebih aman dan berasal dari alam menjadi salah
satu alternatif untuk mengurangi efek negatif bahan sintetik. Salah satu bahan alam
yang berpotensi digunakan adalah daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.), yang
mengandung alkaloid, flavonoid, triterpenoid/steroid, saponin, dan tanin dengan
aktivitas antioksidan yang tinggi. Aktivitas antioksidan berkontribusi terhadap
efektivitas SPF dalam melindungi kulit. Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimental yang dimulai dengan melakukan ekstraksi daun kratom
menggunakan metode maserasi etanol 70%, diformulasikan menjadi stik tabir surya
dengan variasi carnauba wax dan vaselin album sebagai basis. Optimasi dilakukan
menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) melalui perangkat lunak
Design Expert untuk menilai pengaruh basis terhadap karakteristik fisik sediaan
meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, dan titik leleh
serta penentuan nilai SPF secara in vitro dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kratom memiliki rendemen sebesar
27,76% dan kadar air 14,86 ± 2,25%. Formula optimum diperoleh pada kombinasi
Carnauba Wax 11,949% dan Vaselin Album 38,051% dengan nilai desirability
0,881. Formula optimum menghasilkan karakteristik fisik yang memenuhi
persyaratan serta nilai SPF rata-rata sebesar 24,77 ± 3,18 yang termasuk kategori
perlindungan ultra.
DELLA FUSPITA
2026 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Kondisi ini ditandai oleh gangguan metabolisme glukosa akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Berdasarkan laporan profil kesehatan, jumlah penderita DM menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sehingga memerlukan perhatian serius. Pasien DM umumnya memiliki penyakit penyerta, sehingga sering menerima lebih dari satu jenis obat dalam satu resep. Penggunaan monoterapi maupun terapi kombinasi berpotensi menimbulkan interaksi obat, yaitu kondisi ketika dua atau lebih obat yang digunakan secara bersamaan saling memengaruhi efek masing-masing. Penelitian ini bertujuan menggambarkan potensi interaksi obat pada resep pasien DM. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari resep elektronik di Instalasi Farmasi Puskesmas Barong Tongkok. Analisis dilakukan menggunakan Drugs.com dan Microsoft Excel secara sistematis untuk mendukung keamanan dan efektivitas terapi pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 174 resep pasien, sebanyak 132 pasien (75,9%) memiliki potensi interaksi obat, sementara 42 pasien (24,1%) tidak menunjukkan potensi interaksi. Total kejadian interaksi obat tercatat sebanyak 228 kejadian, dengan tingkat keparahan terbanyak adalah kategori moderat sebanyak 183 kejadian (80,3%), diikuti kategori minor sebanyak 37 kejadian (16,2%), dan kategori mayor sebanyak 8 kejadian (3,5%). Pasangan obat yang paling banyak berinteraksi adalah glimepirid dengan metformin, sementara interaksi mayor ditemukan pada kombinasi amlodipin dengan simvastatin. Temuan ini mengindikasikan tingginya beban farmakoterapi dan risiko polifarmasi pada pasien DM di Puskesmas Barong Tongkok, sehingga diperlukan pemantauan klinis yang ketat serta peran aktif apoteker dalam melakukan skrining, evaluasi, dan monitoring terapi guna memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan bagi pasien
SYIFA SALSABILA
2026 · Thesis · Open Access
Penggunaan bahan alam dalam produk kosmetik semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu bahan alam yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif kosmetik adalah daun senduduk (Melastoma malabathricum L.). Masker gel peel-off merupakan sediaan perawatan kulit berbentuk gel yang setelah diaplikasikan pada kulit akan mengering dan membentuk lapisan film tipis, transparan, elastis, serta mudah dikelupas. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formula masker gel peel-off yang mengandung ekstrak daun senduduk dengan variasi kombinasi Polyvinyl Alcohol (PVA) dan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) guna memperoleh sediaan dengan karakteristik fisik yang optimal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan optimasi formula menggunakan metode Design Factorial. Hasil penelitian ini diperoleh data sifat fisik sediaan yang dianalisis menggunakan aplikasi Design Expert® versi 13. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan komposisi optimum PVA dengan konsentrasi 15% dan HPMC dengan konsentrasi 2%, keduanya mampu mempengaruhi karakteristik pada sediaan masker gel peel-off ekstrak daun senduduk. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS menunjukkan bahwa masker gel peel-off ekstrak daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) memiliki nilai IC₅₀ sebesar 11,5010 ppm, sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif memiliki nilai IC₅₀ sebesar 0,5017 ppm. Berdasarkan klasifikasi aktivitas antioksidan, kedua sampel termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat karena memiliki nilai IC₅₀ kurang dari 50 ppm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sediaan tetap mampu mempertahankan aktivitas antioksidan yang sangat kuat setelah proses formulasi, sehingga berpotensi digunakan sebagai produk perawatan kulit untuk membantu menangkal radikal bebas.
OKTAVIA MERICI
2026 · Thesis · Open Access
Produk prototipe Haruan Soybean merupakan sediaan kapsul lunak yang dikembangkan dari kombinasi minyak ikan haruan (Channa striata) dan minyak kedelai (Glycine max L.) yang memiliki potensi kandungan senyawa bioaktif. Potensi komponen bioaktif dari kedua bahan tersebut menjadi dasar untuk dilakukan pengujian aktivitas antioksidan pada produk prototipe Haruan Soybean. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan produk prototipe Haruan Soybean berdasarkan nilai persen inhibisi menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode ABTS dengan pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 733 nm. Vitamin C 100 ppm digunakan sebagai kontrol positif. Data dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk serta Independent Sample T-Test menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk prototipe Haruan Soybean memiliki nilai persen inhibisi rata-rata sebesar 32,61% ± 0,68, sedangkan vitamin C memiliki nilai persen inhibisi rata-rata sebesar 7,40 % ± 0,30. Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara persen inhibisi produk prototipe Haruan Soybean dan vitamin C. Berdasarkan hasil tersebut, produk prototipe Haruan Soybean menunjukkan adanya aktivitas antioksidan berdasarkan kemampuannya meredam radikal ABTS. Pada kondisi dan konsentrasi pengujian yang digunakan, Haruan Soybean menunjukkan nilai persen inhibisi lebih tinggi dibandingkan vitamin C. Namun, hasil tersebut tidak dapat digunakan untuk menyatakan bahwa aktivitas antioksidan Haruan Soybean secara umum lebih kuat daripada vitamin C karena aktivitas antioksidan dapat dipengaruhi oleh konsentrasi, komposisi senyawa, metode, dan kondisi pengujian. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan identifikasi dan kuantifikasi senyawa bioaktif menggunakan GC-MS atau LC-MS serta menentukan nilai IC50 untuk memperoleh gambaran aktivitas antioksidan yang lebih komprehensif.
SISKA YULIANTI
2026 · Thesis · Open Access
Hipertiroid merupakan gangguan endokrin yang ditandai dengan peningkatan produksi hormon tiroid secara berlebihan, penyakit ini memerlukan terapi jangka panjang menggunakan obat antitiroid untuk mengendalikan kadar hormon tiroid. Keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sesuai dengan dosis dan durasi yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan minum obat antitiroid pada pasien hipertiroid di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda menggunakan MMAS-8. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan total sampling terhadap seluruh pasien hipertiroid yang memenuhi kriteria inklusi dan menjalani terapi antitiroid di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Pengukuran tingkat kepatuhan dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) dan dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi pengobatan antitiroid. Karakteristik terhadap 50 responden menunjukkan sebagian besar berusia 18-44 tahun sebanyak 36 pasien (72%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 pasien (74%), berpendidikan perguruan tinggi sebanyak 30 pasien (60%), tidak memiliki pekerjaan sebanyak 19 pasien (38%), dan tidak memiliki penyakit penyerta sebanyak 36 pasien (72%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 32 pasien (64%), kepatuhan sedang sebanyak 12 pasien (24%), dan kepatuhan rendah sebanyak 6 pasien (12%). Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertiroid di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda memiliki tingkat kepatuhan minum obat antitiroid yang tinggi.
AULIA HANIM
2026 · Thesis · Open Access
Paparan radiasi sinar ultraviolet (UV) yang tinggi di wilayah tropis seperti Indonesia dapat menyebabkan berbagai gangguan kulit, seperti eritema, hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit. Penggunaan tabir surya merupakan salah satu upaya efektif untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV. Kulit bawang merah (Allium ascalonicum L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan metabolit sekunder lainnya yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula krim tabir surya ekstrak etanol kulit bawang merah menggunakan variasi konsentrasi asam stearat dan setil alkohol serta menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi krim tabir surya. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan bantuan perangkat lunak Design Expert 13. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat, sedangkan aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki rendemen sebesar 7,56%, kadar air 16,9%, serta mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Variasi konsentrasi asam stearat dan setil alkohol berpengaruh terhadap karakteristik fisik krim, dengan asam stearat memberikan pengaruh paling dominan terhadap pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Formula optimum yang direkomendasikan Design Expert mengandung 14,196% asam stearat dan 5,0995% setil alkohol, dengan karakteristik pH 7,65, viskositas 17.392 cP, daya sebar 5,70 cm, dan daya lekat 3,87 detik. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata nilai SPF sebesar 28,60, yang termasuk kategori Ultra Protection, sehingga krim ekstrak etanol kulit bawang merah berpotensi dikembangkan sebagai sediaan tabir surya alami dengan kemampuan proteksi yang sangat baik terhadap radiasi UVB.
SHIFA NURAENI ANSHAR
2026 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Nama : Shifa Nuraeni Anshar Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Optimasi Formula Sediaan Krim Tabir Surya dan Uji SPF Pembimbing Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa) Menggunakan Asam Stearat dan Trietanolamin Sebagai Emulgator : apt. Hayatus Sa'adah, M.Sc. Paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit, sehingga diperlukan sediaan tabir surya berbahan alam seperti daun kratom (Mitragyna speciosa) yang kaya akan senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi proporsi emulgator asam stearat dan trietanolamin (TEA) pada sediaan krim tabir surya ekstrak etanol daun kratom (Mitragyna speciosa) serta menguji nilai Sun Protection Factor (SPF) formula optimum secara in vitro. Sampel daun kratom tua diperoleh secara purposive sampling dari Desa Bayur, Samarinda Utara, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70% (1:10). Simplisia memiliki rerata susut pengeringan sebesar 7,81 ± 0,37%, sedangkan ekstrak kental yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 12,18% dengan kadar air 7,63 ± 0,45%. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/triterpenoid. Formulasi sediaan krim dirancang menggunakan Desain Faktorial 22 melalui software Design Expert versi 13 dengan variasi konsentrasi asam stearat (15–17%) dan TEA (2–4%). Evaluasi sifat fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Seluruh formula (F1–F4) menghasilkan sediaan berwarna putih kehijauan, berbau khas basis, homogen, dan bertipe emulsi minyak dalam air (M/A). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa variasi emulgator tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik (p > 0,05) terhadap respon viskositas, pH, daya sebar, maupun daya lekat, namun optimasi sistem menghasilkan formula optimum pada kombinasi asam stearat 15% dan TEA 2% dengan nilai desirability sebesar 0,989. Verifikasi statistik menggunakan One Sample T-Test (p > 0,05) membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai prediksi dan nilai aktual percobaan. Evaluasi fisik formula optimum memenuhi persyaratan sediaan topikal dengan nilai pH berkisar 5,24–5,58 yang aman dan sesuai pH fisiologis kulit. Pengujian nilai SPF secara in vitro mengaplikasikan spektrofotometri UV-Vis berdasarkan persamaan Mansur pada formula optimum dan menghasilkan nilai rerata SPF sebesar 1,05, yang tergolong dalam kategori proteksi sangat rendah (minimal). Nilai SPF yang rendah ini disebabkan oleh konsentrasi ekstrak yang digunakan relatif kecil (0,5% b/b) serta adanya efek pengenceran oleh basis krim. Kesimpulannya, kombinasi emulgator asam stearat 15% dan TEA 2% mampu menghasilkan sediaan krim yang memenuh persyaratan fisik, namun belum efektif sebagai sediaan tabir surya. Disarankan untuk meningkatkan konsentrasi ekstrak daun kratom pada penelitian selanjutnya guna mengoptimalkan efektivitas perlindungan radiasi UV. Kata kunci: krim tabir surya, daun kratom, desain faktorial, SPF
LYRA HIDAYAT
2026 · Thesis · Open Access
Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat memicu stres oksidatif
yang berperan dalam timbulnya berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan
dibutuhkan untuk menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Produk
prototipe kapsul Haruan Oil Plus merupakan formulasi kombinasi minyak ikan
haruan 70% (Channa striata), minyak kedelai 20% (Glycine max L.), dan minyak
zaitun 10%(Olea europaea L.), yang memiliki aktivitas antioksidan karena
mengandung asam lemak omega-3, polifenol, dan vitamin E. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan produk prototipe kapsul Haruan
Oil Plus menggunakan metode ABTS (2,2-Asinobis 3-ethylbenzothiazoline 6-
sulfonic Acid). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan
determinasi produk, penyiapan sampel, pembuatan larutan ABTS, penentuan
panjang gelombang maksimum, pembuatan larutan uji, dan pembuatan larutan
pembanding vitamin C. Aktivitas antioksidan diukur secara in vitro menggunakan
spektrofotometer UV-Vis dan dinyatakan dalam persentase inhibisi (Radical
Scavenging Activity). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persen inhibisi
sebesar 38,80 ± 2,83% dengan koefisien variasi 7,29%. Pada uji Independent
Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,007 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan
yang signifikan antara kelompok Haruan Oil Plus dan vitamin C. Pada konsentrasi
yang diuji, Haruan Oil Plus menunjukkan kemampuan menangkap radikal bebas
yang lebih tinggi dibandingkan kontrol vitamin C.
DEILA PUTRI MAHARANI
2026 · Thesis · Open Access
Bibir rentan mengalami kekeringan dan kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Daun kratom (Mitragyna speciosa (Korth.)) mengandung metabolit sekunder dengan sifat antioksidan dan fotoprotektif, sehingga berpotensi menjadi bahan aktif dalam lip balm. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimal lip balm ekstrak daun kratom dengan menggunakan kombinasi Cera alba dan Vaseline album, serta untuk menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari formula optimal tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Ekstrak daun kratom diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dikarakterisasi melalui pengujian susut pengeringan, kadar air, dan skrining fitokimia. Selanjutnya, ekstrak diformulasikan ke dalam sediaan lip balm dengan variasi konsentrasi Cera alba dan Vaseline album. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, serta penentuan nilai SPF secara in vitro menggunakan metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air ekstrak sebesar 14,86% dan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, serta steroid. Seluruh formula menghasilkan sediaan lip balm yang homogen dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan. Variasi konsentrasi Cera alba dan Vaseline album memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan, sedangkan formula dengan komposisi 90% Vaseline album dan 3% Cera alba menghasilkan karakteristik yang paling baik. Formula tersebut memiliki nilai SPF rata-rata sebesar 26,30 ± 2,04, yang termasuk dalam kategori proteksi ultra.
ADINDA FEBRIANTY
2026 · Thesis · Open Access
Apotek sebagai sarana pelayanan kefarmasian dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Pengukuran kinerja apotek yang hanya berfokus pada aspek keuangan belum mampu menggambarkan kinerja secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Apotek Mangkupalas Kota Samarinda menggunakan pendekatan Balanced Scorecard melalui tiga perspektif utama, yaitu perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, serta menganalisis hubungan antar ketiga perspektif tersebut terhadap kinerja apotek. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain deskriptif dan naratif dengan pengambilan data secara ambispektif yaitu dengan menggabungkan data retrospektif (melihat masa lalu) dan data prospektif (mengikuti ke masa depan) pada periode tahun 2023–2025. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner kepada pelanggan dan karyawan Apotek Mangkupalas. Indikator yang digunakan meliputi kepuasan dan pertumbuhan pelanggan, ketersediaan obat, kelengkapan label, waktu dispensing, kepuasan karyawan, pengadaan obat, serta mutu karyawan. Data dianalisis secara univariat, dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.
RESI ANDINI
2026 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepatuhan penggunaan obat antidiabetes adalah persepsi pasien terhadap penyakit yang dideritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi penyakit, tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes, serta hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Segiri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi penyakit kategori tinggi sebanyak 66 responden (78%), sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 69 responden (81%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes (r = 0,224; p = 0,039). Nilai koefisien korelasi menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi penyakit pasien, maka cenderung semakin tinggi pula kepatuhan penggunaan obat antidiabetes. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Segiri..
RADEN CHRISTIAN ARDY WINATA
2026 · Thesis · Open Access
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, serta gagal ginjal. Keberhasilan terapi hipertensi sangat dipengaruhi oleh rasionalitas penggunaan obat antihipertensi, Sehingga diperlukan evaluasi terhadap ketepatan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien hipertensi, pola penggunaan obat antihipertensi, serta mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat berdasarkan ketepatan pasien, ketepatan indikasi, ketepatan obat, dan ketepatan dosis pada pasien hipertensi di Puskesmas Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien hipertensi periode Januari–Desember 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 376 data resep yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas penggunaan obat diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, mengoptimalkan keberhasilan terapi, serta mencegah terjadinya komplikasi akibat hipertensi melalui penggunaan obat yang tepat dan sesuai pedoman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi didominasi oleh perempuan sebanyak 239 pasien (63,56%) dan kelompok usia 61–70 tahun sebanyak 130 pasien (34,57%). Penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan adalah diabetes melitus sebanyak 104 pasien (71,72%). Sebagian besar pasien telah mencapai target tekanan darah sistolik, yaitu sebanyak 304 pasien (80,85%), sedangkan 72 pasien (19,15%) belum mencapai target pengendalian tekanan darah. Pola penggunaan antihipertensi didominasi oleh terapi monoterapi golongan Calcium Channel Blocker menggunakan amlodipin sebanyak 311 pasien (82,71%), sedangkan terapi kombinasi amlodipin–kaptopril diberikan pada 65 pasien (17,29%). Hasil evaluasi rasionalitas menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi telah memenuhi kriteria tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis sesuai pedoman terapi yang digunakan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Barong Tongkok telah memenuhi prinsip penggunaan obat secara rasional sesuai pedoman terapi, meskipun masih terdapat pasien yang belum mencapai target tekanan darah sehingga diperlukan pemantauan terapi, peningkatan kepatuhan minum obat.
SHERLIANA WIJAYANTI
2026 · Thesis · Open Access
Penyakit infeksi akibat bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus masih menjadi masalah kesehatan, terutama karena peningkatan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun sirih hutan (Piper aduncum L.) terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian difraksinasi melalui ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ditentukan menggunakan metode dilusi padat. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak etanol sebesar 27,72%, sedangkan rendemen fraksi n-heksan, etil asetat, dan air berturut-turut sebesar 11,17%, 30,23%, dan 69,66%. Fraksi n-heksan konsentrasi 5% menghasilkan zona hambat terbesar, yaitu 8,4 mm terhadap E. coli dan 7,8 mm terhadap S. aureus. Berdasarkan kategori zona hambat, aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun sirih hutan tergolong sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar-perlakuan terhadap diameter zona hambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus (p 0,05). Nilai KHM dan KBM ekstrak etanol serta fraksi n-heksan terhadap E. coli dan S. aureus sebesar 1%, sedangkan nilai KHM dan KBM fraksi etil asetat terhadap kedua bakteri uji sebesar 3%. Seluruh konsentrasi ekstrak dan fraksi menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan kontrol positif kloramfenikol 0,1% (p 0,05).
MEYLANI EKA PUSPITASARI
2026 · Thesis · Open Access
Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari tinggi memerlukan perlindungan kulit dengan penggunaan tabir surya, serta pengembangan tabir surya berbahan alami semakin diminati karena lebih aman. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan serta mampu menyerap radiasi UV. Ekstrak daun senduduk diformulasikan dalam bentuk sunscreen stick karena praktis, stabil, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimum carnauba wax dan cera alba sebagai basis sunscreen stick ekstrak daun senduduk yang memenuhi persyaratan fisik dan nilai SPF sediaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak daun senduduk diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan aplikasi Design Expert versi 13 dengan memvariasikan konsentrasi carnauba wax dan cera alba sebagai variabel bebas. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada carnauba wax 10% dan cera alba 20% dengan nilai desirability sebesar 0,669. Formula optimum menghasilkan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria, meliputi pH 5,72, daya sebar 5,63 cm, daya lekat 26,12 detik, dan titik leleh 62°C. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm dengan perhitungan menggunakan rumus Mansur.
NI NYOMAN ANGGUN PATRICIA MUTIARA DEWI
2026 · Thesis · Open Access
Tumbuhan endemik di berbagai daerah masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian terkait pencarian antioksidan baru dari sumber alami, terutama dari bagian tanaman yang belum termanfaatkan, menjadi sangat relevan. Perhatian terhadap sumber antioksidan alami meningkat seiring kebutuhan untuk melawan radikal bebas penyebab penyakit degeneratif. Kulit buah tampoi (Baccaurea Pyriformis Gage), yang merupakan limbah pertanian, berpotensi tinggi mengandung senyawa bioaktif, khususnya kelompok flavonoid, yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan signifikan. Penelitian non-eksperimental ini bertujuan menetapkan kadar flavonoid total dalam ekstrak kulit tampoi secara kuantitatif. Sampel kulit tampoi matang dari Kalimantan Tengah, Palangkaraya diolah menjadi simplisia, dilanjutkan dengan ekstraksi melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kuantifikasi kadar flavonoid total dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis yang melibatkan pereaksi AlCl₃ dan menggunakan kuersetin sebagai standar. Hasil pengukuran menunjukkan panjang gelombang maksimum pada 440 nm dengan persamaan regresi linear y = 0,0079x - 0,0063 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,9963. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak etanol kulit buah tampoi adalah sebesar 3,8409% dengan nilai Standar Deviasi (SD) sebesar 0,091. Kadar ini tergolong lebih tinggi dibandingkan kadar flavonoid pada bagian biji buah tampoi yang dilaporkan pada penelitian terdahulu. Hal ini menunjukkan bahwa kulit buah tampoi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami dari bahan alam.
EGHY AYU LESTARI
2026 · Thesis · Open Access
Penyimpanan obat di rumah berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan,
stabilitas, dan efektivitas obat selama masa penggunaannya. Penyimpanan obat yang tidak sesuai masih banyak ditemukan di masyarakat sehingga berpotensi menurunkankualitas obat, mengurangi efektivitas terapi, serta meningkatkan risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi perilaku tersebut adalah tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penyimpanan obat yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Desa Loa Duri Ilir tentang penyimpanan obat di rumah, mengidentifikasi perilaku penyimpanan obat, serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penyimpanan obat di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain Cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 13.509 jiwa. Sampel penelitian sebanyak 389 responden ditentukan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5% dan dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2026 menggunakan kuesioner yang terdiri atas 12 item pengetahuan dan 10 item perilaku. Instrumen telah diuji validitas menggunakan korelasi pearson product moment pada 30 responden dan seluruh butir pertanyaan dinyatakan valid (Sig. < 0,05). Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,889 pada variabel pengetahuan dan 0,780 pada variabel perilaku sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil uji normalitas Kolmogorov-smirnov menunjukkan data tingkat pengetahuan dan perilaku tidak berdistribusi normal, sehingga analisis hubungan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (72,5%) dan perilaku penyimpanan obat kategori baik (70,9%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan
antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku penyimpanan obat di rumah. Semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat, semakin baik pula perilaku
penyimpanan obat yang diterapkan. Edukasi mengenai penyimpanan obat yang benar perlu terus ditingkatkan melalui peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, guna mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional di masyarakat.
ALFIYANI SAFITRI
2026 · Thesis · Open Access
Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat memicu stres oksidatif yang berperan dalam timbulnya berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan dibutuhkan untuk menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Produk prototipe kapsul Haruan Soybean merupakan formulasi kombinasi minyak ikan haruan (Channa striata) dan minyak kedelai (Glycine max (L.) Merr.), yang memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6, tokoferol, serta fitosterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan produk prototipe kapsul Haruan Soybean menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan determinasi produk, penyiapan sampel, pembuatan larutan DPPH, penentuan panjang gelombang maksimum, penentuan aktivitas antioksidan larutan Vitamin C sebagai pembanding, dan penentuan aktivitas antioksidan produk prototipe kapsul Haruan Soybean. Aktivitas antioksidan diukur secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan dinyatakan dalam persentase inhibisi (Radical Scavenging Activity). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata %inhibisi sebesar 63,95% ± 2,75% dengan pembanding vitamin C sebesar 37,56% ± 1,43%. Pada uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,001 (p 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok produk prototipe kapsul Haruan Soybean dan vitamin C.