Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 26 dari 127

POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI POLI JANTUNG RUMAH SAKIT ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

ANUGERAH PUTRI MAWARNI
2024 · Book · Open Access

Hipertensi sampai saat ini masih menjadi masalah utama bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia. Pengobatan hipertensi dan kontrol tekanan darah secara signifikan terbukti menurunkan kejadian kardiovaskular dan serebrovaskular, serta morbiditas dan mortilitas kardiovaskular baik pada pria maupun perempuan. Tujuan penelitian ini mengetahui pola peresepan obat antihipertensi yang diresepkan untuk pasien hipertensi poli jantung di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan penelitian ini bersifat kuantitatif non eksperimental dengan desain cross sectional. Objek penelitian meliputi resep obat yang diresepkan untuk pasien dengan diagnosa hipertensi pada poli jantung di Rumah Sakit Abdoel Wahab Sjahranie pada periode Oktober-Desember 2022. Analisis data dengan menggunakan tabel karakteristik pasien (Nama, Jenis kelamin, Usia, dan status pasien), penggunaan obat, dan penggolongan obat yang dikemas dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian yang didapatkan dari total 352 resep berdasarkan pola peresepan berdasarkan jenis kelamin dan usia terbanyak adalaah pasien pria 179 pasien (50,86%) dan usia terbanyak 20-44 tahun sebanyak 144 pasien (40,91%), berdasarkan status pasien terbanyak yaitu BPJS 304 pasien (86,36%), jenis obat yang paling sering digunakan adalah amlodipin 10 mg 131 pasien (16,03%) dan golongan obat paling sering adalah penghambat ARB sebanyak 217 pasien (26,56%). Pasien terbanyak berjenis kelamin pria sesuai dengan faktor risiko gaya hidup pasien dan dapat diketahui usia pasien terbanyak adalah 20-44 tahun. Pasien juga lebih banyak menggunakan BPJS. Berdasarkan penelitian pola peresepan obat antihipertensi sesuai terhadap pasien hipertensi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBUCHA DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN VARIASI LAMA FERMENTASI MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)

TITIS WAHYUNINGTIYAS
2024 · Book · Open Access

Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi dengan penambahan bakteri SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Penambahan SCOBY dapat menambah aktivitas antioksidan dalam suatu teh. Kombucha dapat dibuat dari berbagai bagian tanaman seperti akar, umbi, kulit, bunga, batang, dan daun dari tumbuhan yang mengandung senyawa fenolik memiliki aktivitas antioksidan. Salah satu daun yang dapat digunakan sebagai bahan membuat teh kombucha adalah daun alpukat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan teh kombucha daun alpukat (Persea americana Mill.) dengan variasi lama fermetasi. Uji antioksidan kombucha daun alpukat (Persea americana Mill.) dilakukan pada fermentasi hari ke 1, 3, 5, 7, 9, dan 11. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi sampel, pengolahan sampel, sterilisasi alat, pembuatan teh kombucha daun alpukat, dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan intrumen Spektofotometer UV-Vis dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) pada panjang gelombang maksimum 450-600 nm dan menggunakan kuersetin sebagai pembanding. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif diperoleh dari skrining fitokimia teh kombucha dan uji hedonik. Data kuantitatif nilai IC50 kombucha daun alpukat dan pH disajikan dalam bentuk narasi dan tabel, data dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS 25.0 Version dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh kombucha daun alpukat dengan variasi lama fermentasi (1, 3, 5, 7, 9, dan 11 hari) memiliki nilai IC50 3486,26; 4997,22; 3877,72; 2796,64; 2499,12; 2717,01 ppm. aktivitas antioksidan yang optimal diperoleh setelah fermentasi hari ke 7 dengan nilai pH yang masih aman untuk dikonsumsi. Uji One Way Anova pada nilai pH teh kombucha daun alpukat dengan variasi lama fermentasi diperoleh nilai signifikan 0,000 (p0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara lama fermentasi teh kombucha daun alpukat terhadap nilai pH. Hasil dari uji Kruskal wallis memiliki nilai 0,043 (p0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara lama fermentasi teh kombucha daun alpukat terhadap aktivitas antioksidan.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Apoteker Tentang Good Componding Practice (GCP) Non-Sterile Dan Implementasinya Di Apotek Kota Samarinda

RAVIAH
2024 · Book · Open Access

Compounding obat menjadi perhatian karena banyak munculnya kejadian yang tidak dikehendaki seperti masalah farmasetika dan interaksi obat. Good Compounding Practice (GCP) adalah panduan untuk meracik obat dengan baik yang berisi tentang petunjuk yang lebih mendalam tentang penerapan praktik compounding yang baik untuk menyiapkan formulasi obat racikan yang akan diberikan kepada manusia. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan Apoteker tentang GCP, implementasi GCP di apotek Kota Samarinda, dan hubungan antara pengetahuan Apoteker tentang GCP dan implementasinya di apotek Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden, kemudian analisis data untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan dan implementasi menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan tingkat pengetahuan Apoteker tentang GCP tergolong baik, dengan nilai rata-rata 81,91. Implementasi GCP oleh Apoteker juga tergolong baik, dengan nilai rata-rata 77,91. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan implementasi Good Compounding Practice (GCP) (P value = 0,896). Hasil tabulasi silang Odd Ratio (OR) sebesar 0,992 yang menunjukkan 1 maka tingkat pengetahuan mengurangi resiko rendahnya Apoteker untuk melakukan implementasi GCP.

Tingkat Pengetahuan Apoteker Tentang Good Compounding Practice (GCP) Di Apotek Kecamatan Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang

NOVELIA ANGGRAENI PUTRI
2024 · Book · Open Access

Compounding obat menjadi perhatian karena banyak munculnya kejadian yang tidak dikehendaki seperti masalah farmasetika dan interaksi obat. Good Compounding Practice (GCP) merupakan pedoman peracikan obat yang baik. Pemahaman tentang GCP harus dikuasai oleh Apoteker untuk mengurangi risiko pada pasien dari gabungan obat yang tidak aman, tidak efektif dan berkualitas buruk, sekaligus menjaga akses terhadap obat-obatan gabungan yang dipasarkan secara sah bagi pasien yang mempunyai kebutuhan medis terhadap obat-obatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan Apoteker tentang Good Compounding Practice (GCP) di apotek Kecamatan Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sempel sebanyak 56 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dengan menggunakan microsoft excel. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan tingkat pengetahuan Apoteker tentang GCP tergolong baik dengan nilai rata-rata 85,98%.

Studi Farmakoepidemiologi Vitamin Penambah Darah Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Mangkurawang Tenggarong

MIL HADIYATUN NIKMAH
2024 · Book · Open Access

Anemia pada kehamilan ditegakkan apabila kadar hemoglobin (Hb) 11 g/dL. Kondisi anemia pada ibu hamil harus dideteksi sedini mungkin dan diberikan penatalaksanaan yang tepat. Tingkat pengetahuan menjadi faktor yang dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil agar lebih selekif dalam pemilihan obat-obatan yang digunakan selama kehamilan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan Studi farmakoepidemiologi digunakan untuk mempelajari penggunaan dan efek vitamin penambah darah serta mengukur seberapa jauh penggunaan dan efek dari obat yang digunakan oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui farmakoepidemiologi vitamin penambah darah pada ibu hamil di Kelurahan Mangkurawang Tenggarong. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu semua ibu hamil di wilayah Kelurahan Mangkurawang Tenggarong. Sampel diambil dengan teknik total sampling sehingga sampel pada penelitian ini adalah semua ibu hamil di Kelurahan Mangkurawang Tenggarong. Variabel pada penelitian ini yaitu variabel tunggal yaitu profil ibu hamil yang mengkonsumsi vitamin penambah darah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat, merupakan analisis yang dilakukan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan karakteristik setiap variabel, dan mengetahui distribusi frekuensi variabel yang diamati.

STUDI LITERATUR GAMBARAN SUHU DAN WAKTU PENGERINGAN TERHADAP KADAR ANTIOKSIDAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)

SISKA DWI YULIANI
2024 · Book · Open Access

Indonesia memiliki banyak sekali tanaman obat yang melimpah sehingga masyarakat umumnya memanfaatkan sebagai alternatif penyembuhan penyakit dan pola hidup sehat. Antioksidan merupakan suatu zat yang dapat menetralkan radikal bebas sehingga dapat melindungi tubuh dari penyakit dengan cara mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif yang dapat merusak sel. Radikal bebas berasal dari lingkungan contohnya polusi udara, sinar matahari, gesekan mekanik, suhu panas atau dingin, dan reaksi oksidasi yang berlebihan. Kerusakan sel yang diakibatkan serangan radikal bebas dari luar yaitu penuaan dini. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antosianin golongan flavonoid yang dapat mengikat radikal bebas. Bunga telang berkhasiat untuk antioksidan, antidiabetik, antiobesitas, antikanker, antiinflamasi, antibakteri, antihistamin, imunomodulator, antibiotik, antiparasit, dan hepatoprotektor pada bagian kelopak bunga. Suhu dan lama waktu proses pengeringan dapat mempengaruhi kualitas, warna, dan kandungan senyawa aktif yang terkandung di dalam bunga telang kering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui suhu dan waktu yang optimal pengeringan bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Sistematic Literature Review (SLR) untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis informasi dari berbagai literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil review terhadap 10 artikel yang dilakukan menunjukkan bahwa proses pengeringan dengan suhu terbaik yaitu 45°C sampai 60°C dan waktu selama 4 jam sampai 6 jam dengan menggunakan alat pengering food dehydrator, sedangkan untuk menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dengan proses pengeringan menggunkan oven sebagai alat pengering dengan suhu 50°C selama 7 jam yang menghasilkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 43,68 ppm yang dikategorikan kuat.

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN METODE DPPH

NOR PIYA
2024 · Book · Open Access

Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dan dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh, penyakit degeneratif dan penuaan dini. Terpapar radiasi ultraviolet, terpapar polusi, asap rokok, gaya hidup dan asupan makanan yang buruk, metabolisme sel yang tidak normal, dan kekurangan nutrisi adalah semua faktor yang dapat menyebabkan radikal bebas. Kerusakan sel yang diakibatkan serangan radikal bebas dari luar yaitu penuaan dini. Penuaan dini, biasanya ditandai dengan kondisi kulit yang kering, bersisik, kasar, dan disertai munculnya keriput dan noda hitam atau flek Antioksidan bekerja dengan cara menetralisir radikal bebas, sehingga antioksidan bisa memperlambat proses penuaan, mencegah kerusakan tubuh, dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui kadar konsentrasi aktivitas antioksidan dalam bunga telang dari 10 penelitian yang telah dilakukan dengan metode DPPH. Metode yang digunakan pada studi literatur ini adalah metode Systematic Review (SR) atau Systematic Literature Review (SLR). Hasil aktivitas antioksidan dari 10 penelitian yang telah di review adalah ada 4 penelitian menggunakan pelarut 70% dengan rentang nilai IC50 9,44 ppm – 74,22 ppm termasuk kategori aktivitas antioksidan kuat - sangat kuat, 1 penelitian menggunakan pelarut etanol 80% dengan nilai IC50 87,86 ppm kategori aktivitas antioksidan kuat, 2 penelitian menggunakan pelarut etanol 96% dengan rentang nilai IC50 26,10 ppm – 38,59 ppm kategori aktivitas antioksidan sangat kuat, serta 3 penelitian menggunakan pelarut metanol dengan rentang nilai IC50 27,75 ppm – 95,30 ppm kategori aktivitas antioksidan kuat - sangat kuat. Adapun aktivitas antioksidan yang termasuk kategori sangat kuat mempunyai nilai IC50 26,10 ppm dan aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat mempunyai nilai IC50 95,30 ppm.

KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN ESKTRAK METANOL KULIT BUAH MARKISA UNGU (Passiflora edulis f.Sims)

AJENG PUTRI NUR HIKMAH
2024 · Book · Open Access

Tumbuhan obat banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu karena memiliki khasiat beragam salah satunya adalah buah markisa ungu (Passiflora edulis f. Sims), sehingga perlu dilakukan karakterisasi untuk mengetahui kualitas mutu dan keamanan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Karakterisasi memiliki beberapa aspek diantaranya parameter spesifik dan parameter non spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan ekstrak metanol kulit buah markisa ungu serta kandungan senyawa metabolit sekunder didalamnya. Penelitian yang dilakukan bersifat non eksperimental dengan objek yang diteliti adalah karakterisasi spesifik dan non spesifik kulit buah markisa ungu dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian organoleptis simplisia serta ekstrak kulit markisa ungu meliputi ekstrak kental, bau khas, warna coklat tua kehitaman, serta rasa pahit dan kelat. Hasil makroskopik kulit markisa ungu yaitu memiliki tekstur lunak serta rasa pahit dan kelat, memiliki warna ungu gelap serta tidak berbau. Hasil mikroskopik fragmen pengenal pada kulit markisa ungu yaitu rambut penutup, parenkim sekresi, berkas pembuluh. Hasil uji parameter spesifik kadar sari larut air dan sari larut etanol yaitu pada simplisia 35%; 39%, dan ekstrak 33%; 42%. Hasil uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik kadar air, kadar abu, abu tidak larut asam pada simplisia dan ekstrak kulit markisa ungu yaitu 10,16%; 13,16%, 7%; 9,5%, 3,5%; 0,83%. Hasil uji bobot jenis ekstrak kulit markisa ungu 1,013 g/mL. Hasil uji cemaran mikroba dengan metode angka lempeng total (ALT, dinyatakan dalam koloni/g) dan angka kapang/khamir (AKK, dinyatakan dalam koloni/g) pada simplisia 44,2 x 103 koloni/g; 3,3 x 102 koloni/g, pada ekstrak 8,11 x 103 koloni/g; 1 x 102 koloni/g.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA JENIS MINYAK KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Staphylococcus aureus

NICO DARMAWAN
2024 · Book · Open Access

Penyakit infeksi hingga saat ini masih menjadi masalah besar bagi negara- negara berkembang, salah satunya Indonesia. Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Mikroorganisme penyebab penyakit infeksi kulit adalah bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp. cajuputi) terhadap bakteri Staphyloccus epidermidis dan Staphyloccus aureus dan mengetahui nilai KHM dan KBM minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp. cajuputi) terhadap bakteri Staphyolococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode difusi cakram dengan minyak kayu putih Biak, Gunung Kidul, Lamongan, dan Lampung pada konsentrasi 1%, 5%, 10% dan 25% sedangkan metode dilusi pada konsentrasi 10%, 25%, 50%, dan 100. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui minyak kayu putih dari keempat jenis memiliki nilai bobot jenis yang sesuai dengan SNI. Minyak kayu putih Biak, Gunung Kidul, Lamongan, dan Lampung pada konsentrasi 1%, 5%, 10% dan 25% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Minyak kayu putih tiap jenis pada konsentrasi 1% hanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan kategori sedang, sedangkan pada konsentrasi pada konsentrasi 5%, 10% dan 25% menghambat pertumbuhan bakteri kategori kuat. Kemudian Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) minyak kayu putih dimulai dari konsentrasi 10% dan memiliki nilai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) pada konsentrasi 50% terhadap kedua bakteri uji. Berdasarkan analisis data menggunakan metode Post Hoc Test, membuktikan bahwa terdapat perbedaan zona hambat pada tiap jenis minyak kayu putih terhadap Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus.

Penetapan Kadar Pro-Antosianidin Pada Seduhan dan Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dengan metode spektrofotometri UV-Vis

ANISARIA
2024 · Book · Open Access

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara alami sebagai tanaman kaya antioksidan, namun pemanfaatan dari kulit buah naga merah belum sepenuhnya dimaksimalkan. Kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Penarikan senyawa serta aktivitas biologis dari suatu tanaman dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Metode seduhan dan maserasi dipilih karena merupakan metode yang mudah, murah serta lebih aplikatif digunakan masyarakat. Ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid dan proantosianidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kadar proantosianidin ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi, pengumpulan kulit buah naga merah, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, pembuatan seduhan, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar pada ekstrak sebesar 7,47 mgCE/ g ± 0,18 dan pada seduhan didapatkan hasil sebesar 6,33 mgCE/g ± 0,21667. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar proantosianidin pada ekstrak lebih besar dibanding pada seduhan. Hasil analisis data secara statistik kadar proantosianidin menggunakan uji Independent Sample Test menunjukkan nilai P 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak dan seduhan kulit buah naga merah.

Formulasi dan evaluasi sediaan Stick balm minyak kayu putih (Melaleuca cajuputii) sebagai aromaterapi

ELYSA MARIANA
2024 · Book · Open Access

Tanaman Kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp cajuputi) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri umumnya diperoleh dari daun yang dihasilkan melalui proses penyulingan (destilasi). Minyak kayu putih salah satu jenis minyak atsiri banyak digunakan untuk bahan berbagai produk kesehatan khususnya sebagai aromaterapi. Salah satu sediaan aromaterapi yaitu yang sering digunakan slah satunya yaitu balsem. Pada penelitian ini memformulasikan balsem dalam bentuk stick yang penggunaanya lebih praktis dan nyaman digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minyak kayu putih dapat diformulasi ke dalam sediaan stick balm dengan variasi konsentrasi minyak kayu putih untuk menghasilkan sediaan stick balm yang stabil pada uji fisik dari berbagai variasi konsentrasi 10%, 20%, 30%. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan uji potensi iritasi sediaan stick balm. Komponen stick balm dalam penelitian ini adalah cera alba, carnauba wax, setil alkohol, butylated hydroxytoluene, virgin coconut oil dan minyak kayu putih. Evaluasi stick balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, uji titik leleh, uji kekerasan, freeze-thaw dan uji potensi iritasi sediaan stick balm. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak kayu putih dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan stick balm yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, titik leleh, kekerasan stick balm, hasil uji freeze-thaw cycling selama 12 siklus menyatakan stick balm mengalami perubahan pH dan daya sebar serta hasil uji iritasi dengan metode pacth test sedian

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN INFUSA DAN EKSTRAK ETANOL BUNGA KENOP (Gomphrena globosa L) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABTS

SERI AGUSTINI
2024 · Book · Open Access

Bunga kenop (Gomphrena globosa L) merupakan tanaman hias dan telah digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan panas, batuk, suara serak, serta gangguan pernafasan lainnya. Penarikan senyawa serta aktivitas biologis dari suatu tanaman dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Metode infusa dan maserasi dipilih karena merupakan metode yang mudah, murah serta lebih aplikatif digunakan masyarakat. Tanaman bunga kenop mengandung senyawa seperti alkaloid, saponin dan flavonoid. Senyawa fenolik yang tinggi pada bunga kenop memberikan potensi sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat melindungi sel dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari infusa dan ekstrak etanol bunga kenop dengan metode ABTS. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimental. Tahapan penelitian ini dimulai dari determinasi dan pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, pembuatan infusa, skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode penangkal radikal bebas menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai IC50 vitamin C yaitu 1,0303 ppm, ekstrak sebesar 7,4453 ppm dikategorikan antioksidan sangat kuat sedangkan pada infusa sebesar 272,3835 ppm kategori sangat lemah. Berdasarkan hasil uji Independent T-Test terdapat perbedaan yang signifikan antara vitamin C dan ekstrak bunga kenop.

Karakterisasi dan skrining fitokimia simplisia dan ekstrak kulit buah bakau minyak (Rhizophora apiculata)

CLARA AGATHA.K
2024 · Book · Open Access

Bakau hitam (Rhizopora mucronata Poir) merupakan salah satu spesies tumbuhan bakau yang hidup di hutan manggrove yang memiliki kandungan metabolit sekunder serta mengandug antioksidan alami dan antibakteri yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir pantai dikonsumsi sebagai bahan pangan dan obat. Manfaat yang dimiliki suatu bahan alam berkhasiat obat perlu dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian. Sebagai langkah awal dilakukan karakterisasi simplisia dan ekstrak serta skrining fitokimia. Karakterisasi dimaksudkan untuk mengetahui mutu dari simplisia dan ekstrak buah bakau hitam serta kandungan senyawa metabolit sekundernya. Karakterisasi meliputi parameter spesifik dan non spesifik Tahap pertama buah bakau hitam diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan didapatkan rendeman sebesar 23,77 %. Hasil uji karakterisasi spesifik meliputi uji organoleptik dengan hasil pengamatan secara langsung pada simplisia berupa serbuk. warna coklat tua, rasa sedikit sepat, dengan aroma khas dan pada uji organoleptik ekstrak etanol berupa ekstrak kental, berwarna coklat kehitaman, rasa pahit dengan aroma yang khas. Kadar rata-rata senyawa terlarut dalam air simplisia sebesar 7,3 % dan ekstrak sebesar 11,33 %, sedangkan kadar senyawa terlarut dalam etanol simplisia rata-rata sebesar 24 % dan ekstrak sebesar 88,33 %. Hasil uji karakterisasi non spesifik meliputi penetapan kadar air rata-rata pada simplisia 15 % dan ekstrak 18 %. Uji kadar abu total rata-rata pada simplisia 8,3397 % dan ekstrak 10,4976 %, sedangkan uji kadar abu tidak larut asam rata-rata pada simplisia 0,2329 % dan ekstrak 0,8144 %. Bobot jenis ekstrak rata-rata 1,04 g/mL dan hasil dari uji cemaran mikroba angka lempeng total simplisia sebanyak 4,6 x 10-3 koloni/g dan ekstrak 4,3 x 10-3 koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada simplisia 2,1 x 10-2 koloni/g dan pada ekstrak sebanyak 1,3 x 10-2 koloni/g. Pada hasil uji skrining fitokimia simplisia dan ekstrak buah bakau hitam positif mengandung senyawa metabolit yaitu sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan terpenoid.

Studi Literatur Bioaktivitas Bunga Telang (Clitoria ternatea L)

FIRDIANTY LESTARI WILUJENG
2024 · Book · Open Access

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) dikenal sebagai obat tradisional karena memiliki beragam senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan secara luas. Pengetahuan tentang senyawa bioaktif bunga telang terhadap kesehatan masih perlu dikaji lebih mendalam untuk dioptimalkan dalam bidang kesehatan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fitokimia yang terdapat dalam bunga telang dan merangkum aktivitas farmakologi bunga telang serta mengevaluasi aktivitas farmakologisnya berdasarkan penelitian yang ada. Penelitian ini memberikan pemahaman yang jelas tentang potensi kesehatan dari bunga telang. Studi literatur ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan memperoleh beberapa jurnal dari lokal maupun internasional melalui pencarian di Google Scholar. Terdapat 10 jurnal terpilih dan dianalisis untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia serta aktivitas farmakologi bunga telang. Hasil aktivitas bunga telang yang telah di review terdapat potensi bunga telang dibuktikan dengan ekstrak bunga telang konsentrasi 5% dan 10% sebagai antiaging, ekstrak bunga telang sebagai antibakteri dengan konsentrasi 20% mampu menghambat bakteri Staphylococcus yang memiliki diameter zona hambat rata-rata 6,2 mm semakin lebar zona hambat semakin kuat senyawa untuk menghambat bakteri, konsentrasi bunga telang sebagai antidiabetes 150 mg/kg selama 21 hari berhasil mencegah penurunan berat badan pada tikus yang mengalami diabetes tipe 2 dan dapat menghambat penurunan kadar gula dalam darah, uji aktivitas antikolesterol kombucha bunga telang konsentrasi gula aren sebesar 40% memberikan hasil terbaik dalam menurunkan kadar kolesterol. Bunga telang mengandung senyawa bioaktif seperti antosianin, flavonoid, fenol, terpenoid, kuersetin, saponin, dan glikosida memberikan efek farmakologi untuk pengobatan dan pencegahan berbagai kondisi kesehatan.

Uji Aktivitas Antioksidan Kulit Naga Merah (Hylocereus Polyrhrizus) dengan Metode DPPH

LISA SEMBIRING KEMBAREN
2024 · Book · Open Access

Buah naga memiliki kulit yang pada umumnya hanya dibuang sebagai limbah sehingga tidak dimanfaatkan secara optimal. Kulit buah naga merah mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, fenolik, flavonoid, karotenoid, dan antosianin. Kulit buah naga bermanfaat sebagai antimikroba, antikanker dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol kulit buah naga merah metode DPPH (2,2 difenil-1-pikrihidrazil). Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental, sampel kulit buah naga merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah naga merah menggunakan metode DPPH sebagai radikal bebas yang diukur menggunakan Spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang serapan maksimum 520 nm. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diperoleh ekstrak kental dengan presentase rendemen 11,25%. Hasil skrining fitokimia didapatkan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah positif mengandung flavonoid, tanin dan steroid. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 814,821 ppm termasuk kategori sangat lemah.

GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLINIK KIMIA FARMA DR SUTOMO SAMARINDA

NUR AZIZA
2024 · Book · Open Access

Hipertensi diartikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg. Pengobatan hipertensi dipengaruhi oleh kepatuhan penderita dalam mengonsumsi obat hipertensi dengan melakukan modifikasi gaya hidup. Berdasarkan dari data permasalahan yang ada pasien yang tidak rutin minum obat dan tidak minum obat masih banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Klinik Kimia Farma Dr. Sutomo Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan desain studi cross sectional, menggunakan uji statistik chi-square dengan pendekatan prospektif. Metode pengukuran tingkat kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8. Objek penelitian meliputi pasien hipertensi yang berobat di Klinik Kimia Farma Dr. Sutomo Samarinda. Analisis data menggunakan tabel karakteristik pasien (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan).

Uji Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria) dengan variasi konsentrasi pelarut

RISKA DELA PUTRI
2024 · Book · Open Access

Temu putih (Curcuma zedoaria) termasuk dalam tanaman keluarga yang mempunyai khasiat sebagai penambah nafsu makan, mengatasi kram akibat menstruasi, gangguan pencernaan, muntah, penawar racun menurunkan demam, mengobati gatal-gatal, bronkitis serta radang akibat luka. Tanaman ini juga memiliki kandungan fitokimia yaitu alkaloid, saponin, tannin, fenol, terpenoid, dan flavonoid. Flavonoid adalah senyawa metabolit sekunder yang termasuk dalam senyawa fenol yang struktur benzenanya tersubstitusi dengan gugus OH. Flavonoid tardapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas ekstrak adalah kepolaran pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak rimpang temu putih (Curcuma zedoaria) berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dari determinasi tanaman, pengumpulan sampel, penetapan susut pengeringan, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak etanol (30%, 50% dan 70%), penetapan kadar air, dan penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan pembanding kuersetin. Berdasarkan hasil rata - rata penetapan susut pengeringan sebesar 9,45%. Pada uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang temu putih mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin dan triterpenoid. Hasil rendemen eksrak etanol 70%, 50% dan 30% secara berturut - turut yaitu 31,25%, 27,00% dan 11,76%. Sedangkan pada penetan kadar air mendapatkan hasil sebesar 9,49%, 18,9% dan 9,07%. Hasil panjang gelombang maksimum yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 441 nm. Pada penelitian ini diperoleh hasil penetapan kadar flavonoid ekstrak rimpang temu putih dengan konsentrasi 70% memiliki kadar flavonoid yang lebih tinggi yaitu 1,3964 ±0,0195 di bandingkan dengan konnsentrasi etanol 50 % (1,2667±0,0187) dan 30% (1,1243±0,0171). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel sesuai dengan pertimbangan tertentu dari peneliti. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini dilakukan secara statistik menggunakan uji ANOVA dengan aplikasi Minitab. Nilai p value yang diperoleh sebesar (0,000 0,05) maka dapat disimpulkan hasil uji statistik pada ketiga variasi konsentrasi pelarut etanol tersebut menunjukkan adanya nilai kadar flavonoid yang signifikan.

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK SAHABAT SAMARINDA

MUHAMMAD ANDRE SURYANTO
2024 · Book · Open Access

Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh seorang apoteker. penyimpanan yang baik dapat menjadi faktor penentu mutu. penyimpanan merupakan salah satu kegiatan menyimpan serta melindungi dengan meletakkan obat yang diterima ditempat yang aman. pengelolaan farmasi dimulai dari perencanaan, pengendalian, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi. Tujuan penelitian ini untuk mengamati proses dari sistem penyimpanan obat di Apotek Sahabat Samarinda berdasarkan peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 tahun 2016. Metode penelitian ini menggunakan obaervasional bersifat deskriptif dan evaluasi menggunakan lembar form checklist, sata yang diperoleh secara deskriptif dengan pengelompokkan berdasarkan pada nilai persentase implementasi sistem penyimpanan obat. kata kunci : Gambaran, Penyimpanan Obat, Apotek