ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan heterogen yang ditandai oleh naiknya kadar glukosa dalam darah atau hiper glikemia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang dayak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, dan saponin yang memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes mellitus. Flavonoid yang terdapat dalam bawang dayak mampu mengembalikan fungsi jaringan pancreas dengan meningkatkan pelepasan insulin oleh sel β, yang menurunkan kadar gula darah dan juga dapat memperbaiki sensitivitas sel perifer terhadap insulin. Mengingat besarnya potensi bawang dayak sebagai antidiabetik maka perlu pengembangan dalam sediaan yang lebih praktis dan dapat menjamin keseragaman dosis dari produk yang digunakan salah satunya adalah sediaan farmasi dalam bentuk kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sifat fisik dan aktivitas antioksidan kapsul ekstrak umbi bawang dayak dengan variasi konsentrasi avicelPH 101 dan pregelatinized starch sebagai bahan pengisi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan tiga formula dengan variasi konsentrasi bahan pengisi dengan perbandingan antara avicel PH 101 dan danpregelatinized starch yaitu formula I (1:0), formula II (0,5:0,5) dan formula III (0:1). Dilakukan pengujian sifat fisik dan stabilitas dari kapsul dan selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometri. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan komposisi avicel PH 101 dan pregelatinized starch dengan perbandingan (0:1) memberikan hasil uji sifat fisik yang paling baik. Hasil uji kadar lembab 3,4%, uji sifat alir 12,82 gram/detik, uji kompresibilitas 8%, uji densitas massa 0,544 dan uji waktu hancur 3 menit 37 detik. Sedangkan hasil uji aktivitas antioksidan menunjukan bahwa 200 mg kapsul ekstrak umbi bwang dayak menunjukan aktivitas antioksidan yang tergolong sedang yaitu 229,71 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan heterogen yang ditandai oleh naiknya kadar glukosa dalam darah atau hiper glikemia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang dayak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, dan saponin yang memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes mellitus. Flavonoid yang terdapat dalam bawang dayak mampu mengembalikan fungsi jaringan pancreas dengan meningkatkan pelepasan insulin oleh sel β, yang menurunkan kadar gula darah dan juga dapat memperbaiki sensitivitas sel perifer terhadap insulin. Mengingat besarnya potensi bawang dayak sebagai antidiabetik maka perlu pengembangan dalam sediaan yang lebih praktis dan dapat menjamin keseragaman dosis dari produk yang digunakan salah satunya adalah sediaan farmasi dalam bentuk kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sifat fisik dan aktivitas antioksidan kapsul ekstrak umbi bawang dayak dengan variasi konsentrasi avicelPH 101 dan pregelatinized starch sebagai bahan pengisi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan tiga formula dengan variasi konsentrasi bahan pengisi dengan perbandingan antara avicel PH 101 dan danpregelatinized starch yaitu formula I (1:0), formula II (0,5:0,5) dan formula III (0:1). Dilakukan pengujian sifat fisik dan stabilitas dari kapsul dan selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometri. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan komposisi avicel PH 101 dan pregelatinized starch dengan perbandingan (0:1) memberikan hasil uji sifat fisik yang paling baik. Hasil uji kadar lembab 3,4%, uji sifat alir 12,82 gram/detik, uji kompresibilitas 8%, uji densitas massa 0,544 dan uji waktu hancur 3 menit 37 detik. Sedangkan hasil uji aktivitas antioksidan menunjukan bahwa 200 mg kapsul ekstrak umbi bwang dayak menunjukan aktivitas antioksidan yang tergolong sedang yaitu 229,71 ppm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Obat merupakan komponen penting dalam upaya pelayanan kesehatan karena pengobatan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dari tindakan terapi dengan obat atau farmakoterapi. Masyarakat seringkali beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas obat. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi literatur terhadap karakteristik dan disolusi tablet antihiperlipidemia golongan statin sebagai parameter kualitas suatu sediaan tablet. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan karakteristik fisik dan disolusi tablet antihiperlipidemia golongan statin generik dan bernama dagang. Penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa karakteristik fisik dan disolusi tablet. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat yaitu data karakteristik fisik meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan penetapan kadar serta data disolusi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian mutu tablet antihiperlipidemia golongan statin pada obat generik, generik bernama dagang dan produk innovator meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur menunjukkan bahwa terdapat satu tablet atorvastatin generik yang tidak memenuhi salah satu waktu hancur tablet yaitu dan satu merek tablet e-catalogue BPJS yang tidak memenuhi persyaratan uji penetapan kadar. Untuk tablet lainnya telah memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait. Uji disolusi tablet antihiperlipidemia pada obat generik, generik bernama dagang dan produk inovator telah memenuhi persyaratan uji disolusi yang terdapat dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Obat merupakan komponen penting dalam upaya pelayanan kesehatan karena pengobatan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dari tindakan terapi dengan obat atau farmakoterapi. Masyarakat seringkali beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas obat. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi literatur terhadap karakteristik dan disolusi tablet antihiperlipidemia golongan statin sebagai parameter kualitas suatu sediaan tablet. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan karakteristik fisik dan disolusi tablet antihiperlipidemia golongan statin generik dan bernama dagang. Penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa karakteristik fisik dan disolusi tablet. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat yaitu data karakteristik fisik meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan penetapan kadar serta data disolusi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian mutu tablet antihiperlipidemia golongan statin pada obat generik, generik bernama dagang dan produk innovator meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur menunjukkan bahwa terdapat satu tablet atorvastatin generik yang tidak memenuhi salah satu waktu hancur tablet yaitu dan satu merek tablet e-catalogue BPJS yang tidak memenuhi persyaratan uji penetapan kadar. Untuk tablet lainnya telah memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait. Uji disolusi tablet antihiperlipidemia pada obat generik, generik bernama dagang dan produk inovator telah memenuhi persyaratan uji disolusi yang terdapat dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait.