hubungan persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas segiri
Nama : Leony Putri Eka Mellya Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul : Hubungan Prsepsi Penyakit Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Segiri Pembimbing : apt.Juliyanti,M.Farm Hipertensi merupakan kondisi kronis ketika tekanan darah seseorang meningkat hingga tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan/atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, yang sering berkembang tanpa gejala sehingga dikenal sebagai silent killer. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah, di mana tingkat kepatuhan ini berkaitan dengan persepsi penyakit atau cara individu memahami kondisi yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan melibatkan total 400 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) untuk mengukur persepsi penyakit dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk menilai tingkat kepatuhan penggunaan obat. Hasil analisis univariat terhadap karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas adalah perempuan (60%), berada pada kelompok usia 46–59 tahun (43%), dan menggunakan terapi monoterapi Amlodipine 5 mg (71,75%). Evaluasi terhadap variabel utama menunjukkan bahwa persepsi penyakit responden sebagian besar berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 277 orang (69%), sementara tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi didominasi oleh kategori tinggi yaitu sebanyak 216 orang (54%). Analisis bivariat dengan uji Chi-Square menghasilkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 44,746 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 4 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (p 0,05). Temuan ini diperkuat oleh nilai analisis Monte Carlo Sig. sebesar 0,000 serta uji Fisher’s Exact Test sebesar 0,000 yang membuktikan adanya variasi tingkat kepatuhan yang signifikan berdasarkan kategori persepsi penyakit pasien. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan bermakna antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Hasil ini mengindikasikan bahwa persepsi penyakit yang rasional dan adaptif sejalan dengan konsep Self-Regulation Model menjadi faktor pendorong utama dalam meningkatkan kedisiplinan pasien menjalani regimen terapi jangka panjang.