ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus (DM) salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan pengobatan jangka panjang. Tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antidiabetik sangat menentukan keberhasilan terapi dan pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien DM di Rumah Sakit Dirgahayu. Metode penelitian menggunakan desain survey analitik crosssectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling berupa purposive sampling terhadap pasien DM yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel minimal berjumlah 95 responden data dikumpulkan secara prospektif menggunakan kuesioner MMAS-8 yang telah tervalidasi. Analisis data mencakup analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat kepatuhan serta dilakukan uji chi-square untuk melihat hubungan karakteristik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pasien tergolong rendah, dengan persentase kepatuhan tinggi 7,22%, kepatuhan sedang 36,08%, dan kepatuhan rendah sebesar 56,70%. Pekerjaan merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan, sedangkan jenis kelamin, usia, dan pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan lebih dari 1,28 miliar penderita dewasa di seluruh dunia. Di Kalimantan Timur, prevalensi hipertensi menempati peringkat ketiga tertinggi di Indonesia pada usia >18 tahun sebesar 29,6%, sedangkan di Kota Samarinda pada tahun 2023–2024 mencapai 39,46% pada usia >15 tahun. Kepatuhan minum obat antihipertensi merupakan faktor penting dalam pengendalian tekanan darah jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius pada jantung, otak, ginjal, dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat kepatuhan dengan karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lama menderita hipertensi) di Puskesmas Kampung Baqa Samarinda Seberang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional cross-sectional. Sampel sebanyak 385 pasien hipertensi dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi diagnosis hipertensi ICD-10:I10;I11, kesediaan menjadi responden, dengan kriteria eksklusi komplikasi jantung atau ginjal disertai edema/asites dan kehamilan. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Pengumpulan data dilakukan melalui data pasien di aplikasi e-Pus dan kuesioner di Puskesmas Kampung Baqa Samarinda Seberang pada periode 25 Maret–25 Mei 2026. Analisis data menggunakan SPSS, meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden terbanyak adalah pasien berjenis kelamin perempuan (74,8%), kelompok usia pralansia 45–59 tahun (47,5%), berpendidikan SD (34,3%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (56,1%), dan menderita hipertensi ≥5 tahun (53,5%). Tingkat kepatuhan minum obat menunjukkan kategori tinggi sebanyak 178 orang (46,2%), kategori rendah sebanyak 140 orang (36,4%), dan kategori sedang sebanyak 67 orang (17,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi, yaitu jenis kelamin (p=0,895), usia (p=0,363), tingkat pendidikan (Fisher-Freeman-Halton, p=0,508), pekerjaan (p=0,629), dan lama menderita hipertensi (p=0,552). Disimpulkan bahwa karakteristik pasien bukan merupakan faktor penentu kepatuhan minum obat antihipertensi pada populasi penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nama : Leony Putri Eka Mellya Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul : Hubungan Prsepsi Penyakit Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Segiri Pembimbing : apt.Juliyanti,M.Farm
Hipertensi merupakan kondisi kronis yang sering berkembang tanpa gejala dan memerlukan kepatuhan terhadap pengobatan untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kepatuhan tersebut dapat dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi penyakit kategori sedang sebanyak 277 orang (69%) dan kepatuhan obat kategori tinggi sebanyak 216 orang (54%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 44,746 dengan df=4 dan p-value=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Disimpulkan bahwa persepsi penyakit berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Persepsi penyakit yang rasional dan adaptif dapat mendukung kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang.
Kata Kunci: Hipertensi, persepsi penyakit, obat antihipertensi, kepatuhan obat, MMAS-8, B-IPQ.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi adalah kelainan yang sering terjadi, kronis, dan berkaitan dengan usia,
yang sering kali menyebabkan komplikasi kardiovaskular dan ginjal yang
melemahkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepatuhan
pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi di rumah sakit.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive sampling
dengan pendekatan prospektif, yang diukur dengan menggunakan instrumen
Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Berdasarkan dari hasil analisis
menunjukkan bahwa pasien yang terlibat dalam penelitian ini cenderung pada jenis
kelamin perempuan. Tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi
dirumah sakit hasilnya beragam, dengan adanya hasil dari penelitian ini perlu
adanya intervensi dari tenaga kesehatan terkait untuk meningkatkan kepatuhan
minum obat pasien hipertensi, karena kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat
sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi pasien. Kepatuhan minum obat
dapat mempengaruhi tekanan darah secara bertahap dan dapat mencegah terjadinya
komplikasi ke penyakit lain. Seseorang dengan tingkat pengetahuan kurang
beresiko 1,503 kali untuk tidak patuh minum obat hipertensi dibanding pasien yang
memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Penggunaan obat yang terlalu banyak
dapat memberikan dampak negatif terkait kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi
obat karena sebagian pasien merasa takut dengan akan efek samping maupun
kejadian yang tidak diinginkan ketika pemakaian obat.