Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: MELIANAWATI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun sembung (Blumea balsamifera L) merupakan tanaman berkhasiat salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Daun sembung diketahui memiliki beberapa kandungan kimia seperti kamper, tanin, saponin, damar, dan ksantoksilin serta flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman daun sembung (Blumea balsamifera L) sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, dengan tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetatat dan fraksi air, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sembung, variabel terikat adalah diameter zona hambat bakteri yang terbentuk di sekitar kertas cakram dan KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) dari ekstrak, variabel kontrol yaitu perlakuan bakteri propionibacterium acnes mulai dari peremajaan bakteri hingga pengujian antibakteri dengan metode difusi cakram. Sampel kemudian diencerkan dengan konsentrasi 10%, 25% dan 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu klindamisin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, berupa zona hambat yang terbentuk pada uji aktivitas antibakteri, KHM (konsentrasi hambat minimal) serta KBM (konsentrasi bunuh minimal).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2023•Koleksi Perpustakaan

Daun sembung (Blumea balsamifera L) merupakan tanaman berkhasiat salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Daun sembung diketahui memiliki beberapa kandungan kimia seperti kamper, tanin, saponin, damar, dan ksantoksilin serta flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman daun sembung (Blumea balsamifera L) sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, dengan tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetatat dan fraksi air, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sembung, variabel terikat adalah diameter zona hambat bakteri yang terbentuk di sekitar kertas cakram dan KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) dari ekstrak, variabel kontrol yaitu perlakuan bakteri propionibacterium acnes mulai dari peremajaan bakteri hingga pengujian antibakteri dengan metode difusi cakram. Sampel kemudian diencerkan dengan konsentrasi 10%, 25% dan 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu klindamisin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, berupa zona hambat yang terbentuk pada uji aktivitas antibakteri, KHM (konsentrasi hambat minimal) serta KBM (konsentrasi bunuh minimal).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AMILUM UMBI PUTIH (Dioscorea rotundata L) DAN GEMBILI (Dioscorea esculenta L) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA FORMULASI TABLET PARACETAMOL

2022•Koleksi Perpustakaan

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan mutu fisik tablet parasetamol dengan bahan pengikat amilum umbi putih dan amilum umbi gembili. Umbi gembili dan umbi putih merupakan tumbuhan berfamili Dioscorea. Kedua tumbuhan tersebut memiliki kandungan amilopektin yang tinggi yaitu 72-81%, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pengikat dalam formulasi tablet. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan karakteristik mutu fisik tablet parasetamol yaitu keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang telah terkumpul berupa hasil karakteristik mutu fisik tablet parasetamol. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh evaluasi mutu fisik tablet parasetamol dengan menggunakan amilum umbi gembili sebagai bahan pengikat dapat memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait, sedangkan pada mutu fisik tablet parasetamol dengan menggunakan amilum umbi putih terdapat satu formula yang tidak memenuhi persyaratan dari evaluasi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Dapat ditarik kesimpulan bahwa amilum umbi gembili memiliki daya ikat yang lebih baik dari amilum umbi putih.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AMILUM UMBI PUTIH (Dioscorea rotundata L) DAN GEMBILI (Dioscorea esculenta L) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA FORMULASI TABLET PARACETAMOL

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan mutu fisik tablet parasetamol dengan bahan pengikat amilum umbi putih dan amilum umbi gembili. Umbi gembili dan umbi putih merupakan tumbuhan berfamili Dioscorea. Kedua tumbuhan tersebut memiliki kandungan amilopektin yang tinggi yaitu 72-81%, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pengikat dalam formulasi tablet. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan karakteristik mutu fisik tablet parasetamol yaitu keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang telah terkumpul berupa hasil karakteristik mutu fisik tablet parasetamol. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh evaluasi mutu fisik tablet parasetamol dengan menggunakan amilum umbi gembili sebagai bahan pengikat dapat memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait, sedangkan pada mutu fisik tablet parasetamol dengan menggunakan amilum umbi putih terdapat satu formula yang tidak memenuhi persyaratan dari evaluasi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Dapat ditarik kesimpulan bahwa amilum umbi gembili memiliki daya ikat yang lebih baik dari amilum umbi putih.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail