ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Natrium benzoat merupakan salah satu bahan pengawet sintetis yang banyak ditambahkan ke dalam produk pangan seperti saus kemasan karena sifatnya mudah larut dalam air dan efektif mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Penggunaan natrium benzoat dalam saus telah diatur oleh BPOM RI dengan batas maksimum 1.000 mg/kg bahan. Namun, peredaran produk pangan kemasan yang mengandung natrium benzoat di pasar tradisional relatif kurang pengawasan sehingga masih banyak ditemukan produk yang melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar natrium benzoat yang ada dalam saus sambal dan saus tomat kemasan yang beredar di pasar tradisional kota Samarinda dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Objek penelitian ini yaitu kadar natrium benzoat dalam saus sambal dan saus tomat kemasan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimental. Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel, pengujian kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3 5%, pereaksi AgNO3 0,1 M, dan uji esterifikasi serta uji kadar menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel saus sambal dan saus tomat yang digunakan yaitu positif mengandung natrium benzoat yang ditandai terjadinya perubahan warna setelah dilakukan uji kualitatif dengan pereaksi FeCl3 5% dan pereaksi AgNO3 0,1 M serta timbul bau aromatis khas pada uji esterifikasi. Hasil uji kuantitatif menunjukkan kadar natrium benzoat pada sampel berkisar antara 7,74 ± 0,03 - 96,90 mg/kg ± 0,02. Semua sampel aman untuk dikonsumsi masyarakat karena tidak melebihi batas maksimum penggunaan yang telah ditetapkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Natrium benzoat merupakan salah satu bahan pengawet sintetis yang banyak ditambahkan ke dalam produk pangan seperti saus kemasan karena sifatnya mudah larut dalam air dan efektif mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Penggunaan natrium benzoat dalam saus telah diatur oleh BPOM RI dengan batas maksimum 1.000 mg/kg bahan. Namun, peredaran produk pangan kemasan yang mengandung natrium benzoat di pasar tradisional relatif kurang pengawasan sehingga masih banyak ditemukan produk yang melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar natrium benzoat yang ada dalam saus sambal dan saus tomat kemasan yang beredar di pasar tradisional kota Samarinda dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Objek penelitian ini yaitu kadar natrium benzoat dalam saus sambal dan saus tomat kemasan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimental. Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel, pengujian kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3 5%, pereaksi AgNO3 0,1 M, dan uji esterifikasi serta uji kadar menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel saus sambal dan saus tomat yang digunakan yaitu positif mengandung natrium benzoat yang ditandai terjadinya perubahan warna setelah dilakukan uji kualitatif dengan pereaksi FeCl3 5% dan pereaksi AgNO3 0,1 M serta timbul bau aromatis khas pada uji esterifikasi. Hasil uji kuantitatif menunjukkan kadar natrium benzoat pada sampel berkisar antara 7,74 ± 0,03 - 96,90 mg/kg ± 0,02. Semua sampel aman untuk dikonsumsi masyarakat karena tidak melebihi batas maksimum penggunaan yang telah ditetapkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar vitamin C yang terkandung di dalam buah dan keripik nanas. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan yang efektif untuk mengusir bakteri serta menghilangkan radikal bebas dan berbahaya yang dapat merusak sel atau jaringan. Sebagai antioksidan, vitamin C harus dipertahankan dalam tubuh pada tingkat yang relatif tinggi sebab jika tubuh dalam kondisi kekurangan vitamin C gejala scurvy akan sangat mudah terjadi. Vitamin C biasanya terdapat pada buah maupun sayuran, dan salah satu buah yang mengandung vitamin C adalah Nanas. Nanas merupakan salah satu buah yang sering kali dijumpai karena banyak dibudidayakan oleh masyarakat dan juga dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan lain seperti keripik nanas. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam menentukan kadar vitamin C salah satunya yaitu Spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian ini yaitu dengan mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif berupa data kuantitatif yang dipaparkan dengan sebaik mungkin sehingga dapat diinterprestasikan secara mudah. Hasil penelitian didapatkan kadar vitamin C pada nanas segar berkisar antara 48,33– 440,988 mg/100 g dan dalam keripik nanas berkisar antara 96,84–290,68 mg/100 g.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar vitamin C yang terkandung di dalam buah dan keripik nanas. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan yang efektif untuk mengusir bakteri serta menghilangkan radikal bebas dan berbahaya yang dapat merusak sel atau jaringan. Sebagai antioksidan, vitamin C harus dipertahankan dalam tubuh pada tingkat yang relatif tinggi sebab jika tubuh dalam kondisi kekurangan vitamin C gejala scurvy akan sangat mudah terjadi. Vitamin C biasanya terdapat pada buah maupun sayuran, dan salah satu buah yang mengandung vitamin C adalah Nanas. Nanas merupakan salah satu buah yang sering kali dijumpai karena banyak dibudidayakan oleh masyarakat dan juga dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan lain seperti keripik nanas. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam menentukan kadar vitamin C salah satunya yaitu Spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian ini yaitu dengan mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif berupa data kuantitatif yang dipaparkan dengan sebaik mungkin sehingga dapat diinterprestasikan secara mudah. Hasil penelitian didapatkan kadar vitamin C pada nanas segar berkisar antara 48,33– 440,988 mg/100 g dan dalam keripik nanas berkisar antara 96,84–290,68 mg/100 g.