ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar vitamin C yang terkandung di dalam buah dan keripik nanas. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan yang efektif untuk mengusir bakteri serta menghilangkan radikal bebas dan berbahaya yang dapat merusak sel atau jaringan. Sebagai antioksidan, vitamin C harus dipertahankan dalam tubuh pada tingkat yang relatif tinggi sebab jika tubuh dalam kondisi kekurangan vitamin C gejala scurvy akan sangat mudah terjadi. Vitamin C biasanya terdapat pada buah maupun sayuran, dan salah satu buah yang mengandung vitamin C adalah Nanas. Nanas merupakan salah satu buah yang sering kali dijumpai karena banyak dibudidayakan oleh masyarakat dan juga dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan lain seperti keripik nanas. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam menentukan kadar vitamin C salah satunya yaitu Spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian ini yaitu dengan mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif berupa data kuantitatif yang dipaparkan dengan sebaik mungkin sehingga dapat diinterprestasikan secara mudah. Hasil penelitian didapatkan kadar vitamin C pada nanas segar berkisar antara 48,33– 440,988 mg/100 g dan dalam keripik nanas berkisar antara 96,84–290,68 mg/100 g.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Antibakteri merupakan senyawa yang dapat membasmi bakteri terutama bakteri patogen. Senyawa antibakteri harus mempunyai sifat toksisitas efektif, yaitu berbahaya bagi parasit tetapi tidak berbahaya bagi inangnya. Meningkatnya resistensi bakteri di dunia kesehatan, perlu adanya penemuan obat baru yang berasal dari bahan alam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah air perasan daging buah nanas (Ananas comosus (L) Meer) memiliki daya hambat antibakteri. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah artikel. Tahap penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan, penyajian data, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa air perasan daging buah nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki daya antibakteri. Semakin tinggi konsentrasi air perasan daging buah nanas maka semakin kuat daya antibakterinya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nanas (ananas comosus) salah satu buah dengan produksi tertinggi di Indonesia setelah pisang, mangga, dan jeruk. Pada air perasan buah nanas terdapat kandungan bromelin yang dipercaya memiliki aktivitas atibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak buah nanas terhadap Propionibacterium acnes. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan uji aktivitas antibakteri air perasan buah nanas terhadap bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus. Data yang di pakai dalam sudi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah artikel. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajin data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data pada studi ini menggunakan metode analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat di ambil adalah terdapat perbedaan daya hambat antibakteri air perasan daging buah pada bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nanas (Ananas comossus (L.) Merr.) merupakan tanaman yang dipercaya untuk pengobatan dan tanaman buah yang selalu tersedia sepanjang tahun. Salah satu khasiat buah nanas dalam bidang kesehatan dikaitkan dengan kandungan enzim bromelin yang ada dalam buah nanas. Potensi enzim bromelin yaitu sebagai enzim proteolitik yang berperan dalam pemecahan protein yang merupakan salah satu penyusun membran bakteri staphylococcus aureus. Hal ini menyebabkan bakteri terhambat pertumbuhannya dan akhirnya mati. Tujuan studi ini untuk mengetahui potensi hand sanitizer yang mengandung buah nanas sebagai antibakteri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan. Obyek penelitian adalah potensi hand sanitizer ekstrak buah nanas sebagai antibakteri. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat diambil adalah ekstrak kulit nanas pada konsentrasi 50% mempunyai daya hambat terhadap bakteri Staphylococus aureus sebesar 15,06 mm dengan kategori kuat. Ekstrak kulit nanas memiliki Konsentrasi Hambatan Minimum (KHM) pada konsentrasi 1,56%. Fomula hand sanitizer dengan konsentrasi 1,5% ekstrak kulit nanas dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus sebesar 15,5 mm yang termasuk dalam kategori kuat.