Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: NURFADILLA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PEMBERIAN REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

2026•Koleksi Perpustakaan

Daun jambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani penyakit diabetes melitus (DM), bagian tanaman jambu biji yang dapat dijadikan obat DM salah satunya adalah bagian daun. Daun jambu biji Mengandung tanin dan kalsium dimana tanin menghambat enzim -glikosidase sehingga memperlambat pelepasan glukosa dalam darah. Melalui studi literatur tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian rebusan daun jambu biji untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM. Objek penelitian ini adalah informasi hasil penurunan kadar gula darah setelah pemberian air rebusan daun jambu biji. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, berupa data kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Kadar glukosa sebelum diberikannya rebusan daun jambu biji kelompok maupun intervensimaupun kontrol adalah 257,09 mg/dl dan 232,79 mg/dl sedangkan setelah diberikan air rebusan daun jambu biji adalah 189,36 mg/dl dan 232,79 mg/dl. Kesimpulan dari penelitian pemberian rebusan air daun jambu biji efektif dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus type 2.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PEMBERIAN REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun jambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani penyakit diabetes melitus (DM), bagian tanaman jambu biji yang dapat dijadikan obat DM salah satunya adalah bagian daun. Daun jambu biji Mengandung tanin dan kalsium dimana tanin menghambat enzim -glikosidase sehingga memperlambat pelepasan glukosa dalam darah. Melalui studi literatur tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian rebusan daun jambu biji untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM. Objek penelitian ini adalah informasi hasil penurunan kadar gula darah setelah pemberian air rebusan daun jambu biji. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, berupa data kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Kadar glukosa sebelum diberikannya rebusan daun jambu biji kelompok maupun intervensimaupun kontrol adalah 257,09 mg/dl dan 232,79 mg/dl sedangkan setelah diberikan air rebusan daun jambu biji adalah 189,36 mg/dl dan 232,79 mg/dl. Kesimpulan dari penelitian pemberian rebusan air daun jambu biji efektif dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus type 2.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Temu Putih (Curcuma zedoaria) Dengan Variasi Konsentrasi Pelarut Etanol Menggunakan Metode ABTS (2,2-azinobis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Temu putih (Curcuma zedoaria) merupakan salah satu tanaman yang termasuk dalam famili Zingiberaceae, dengan genus curcuma yang banyak ditemukan di India dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Temu putih memiliki sifat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Perbedaan konsentrasi pelarut dapat mempengaruhi kelarutan senyawa bioaktif dan aktivitas farmakologi suatu ekstrak. Konsentrasi pelarut etanol divariasikan untuk mengetahui konsentrasi pelarut yang menghasilkan ekstrak temu putih dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol temu putih dengan variasi konsentrasi pelarut etanol (70%, 50%, 30%) menggunakan metode ABTS. Penelitian ini melalui beberapa tahapan yang dimulai dengan determinasi tanaman, penyiapan simplisia, penetapan susut pengeringan, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak etanol (70%, 50%, 30%) temu putih menggunakan metode maserasi, penetapan kadar air, pengujian antioksidan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan metode ABTS dan vitamin C (pembanding). Hasil penetapan susut pengeringan sebesar 11,17%. Hasil skrining fitokimia simplisia temu putih menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Hasil rendemen dan kadar air ekstrak etanol (70%, 50%, 30%) berturut-turut adalah rendemen (32,30%, 23,66%, 19,27%), kadar air (13,90%, 18,69%, 12,70%). Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol (70%, 50%, 30%) temu putih diperoleh nilai IC50 berturut-turut sebesar 4,54, 6,98, 16,86 ppm, dan vitamin C (pembanding) 0,68 ppm, sehingga semua ekstrak temu putih termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat pada ekstrak etanol 70% temu putih.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Temu Putih (Curcuma zedoaria) Dengan Variasi Konsentrasi Pelarut Etanol Menggunakan Metode ABTS (2,2-azinobis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat)

2024•Koleksi Perpustakaan

Temu putih (Curcuma zedoaria) merupakan salah satu tanaman yang termasuk dalam famili Zingiberaceae, dengan genus curcuma yang banyak ditemukan di India dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Temu putih memiliki sifat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Perbedaan konsentrasi pelarut dapat mempengaruhi kelarutan senyawa bioaktif dan aktivitas farmakologi suatu ekstrak. Konsentrasi pelarut etanol divariasikan untuk mengetahui konsentrasi pelarut yang menghasilkan ekstrak temu putih dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol temu putih dengan variasi konsentrasi pelarut etanol (70%, 50%, 30%) menggunakan metode ABTS. Penelitian ini melalui beberapa tahapan yang dimulai dengan determinasi tanaman, penyiapan simplisia, penetapan susut pengeringan, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak etanol (70%, 50%, 30%) temu putih menggunakan metode maserasi, penetapan kadar air, pengujian antioksidan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan metode ABTS dan vitamin C (pembanding). Hasil penetapan susut pengeringan sebesar 11,17%. Hasil skrining fitokimia simplisia temu putih menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Hasil rendemen dan kadar air ekstrak etanol (70%, 50%, 30%) berturut-turut adalah rendemen (32,30%, 23,66%, 19,27%), kadar air (13,90%, 18,69%, 12,70%). Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol (70%, 50%, 30%) temu putih diperoleh nilai IC50 berturut-turut sebesar 4,54, 6,98, 16,86 ppm, dan vitamin C (pembanding) 0,68 ppm, sehingga semua ekstrak temu putih termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat pada ekstrak etanol 70% temu putih.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail