Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Studi Literatur Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun dan Kulit Buah Pidada Merah (Sonneratia caseolaris L.) dengan Metode DPPH
Antioksidan merupakan suatu kemampuan untuk menghambat, menekan, serta mencegah terjadinya rantai oksidasi yang dapat menghasilkan radikal bebas. Salah satu jenis tanaman yang memiliki senyawa penangkal radikal bebas yaitu tanaman pidada merah (Sonneratia caseolaris L). Studi literatur ini bertujuan untuk dapat mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun dan kulit buah pidada merah (Sonneratia caseolaris L). Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi mahasiswa kesehatan atau peneliti sebagai referensi bagi penelitian terkait pemanfaatan ekstrak daun dan kulit buah pidada merah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antioksidan daun dan kulit buah pidada merah. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu berupa nilai IC₅₀ aktivitas antoksidan ekstrak daun dan kulit buah pidada merah. Hasil studi literatur aktivitas antioksidan pada daun pidada merah memiliki nilai IC₅₀ sebesar 24,22 ppm, sedangkan pada kulit buah pidada merah memiliki nilai IC₅₀ sebesar 25,72 ppm terhadap larutan DPPH.
Studi Literatur Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun dan Kulit Buah Pidada Merah (Sonneratia caseolaris L.) dengan Metode DPPH
Antioksidan merupakan suatu kemampuan untuk menghambat, menekan, serta mencegah terjadinya rantai oksidasi yang dapat menghasilkan radikal bebas. Salah satu jenis tanaman yang memiliki senyawa penangkal radikal bebas yaitu tanaman pidada merah (Sonneratia caseolaris L). Studi literatur ini bertujuan untuk dapat mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun dan kulit buah pidada merah (Sonneratia caseolaris L). Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi mahasiswa kesehatan atau peneliti sebagai referensi bagi penelitian terkait pemanfaatan ekstrak daun dan kulit buah pidada merah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antioksidan daun dan kulit buah pidada merah. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu berupa nilai IC₅₀ aktivitas antoksidan ekstrak daun dan kulit buah pidada merah. Hasil studi literatur aktivitas antioksidan pada daun pidada merah memiliki nilai IC₅₀ sebesar 24,22 ppm, sedangkan pada kulit buah pidada merah memiliki nilai IC₅₀ sebesar 25,72 ppm terhadap larutan DPPH.
PENENTUAN KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK BUAH NYIRIH (Xylocarpus granatum) MENGGUNAKAN PELARUT METANOL DAN ETANOL 70% DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis.
Mangrove jenis nyirih J. Koeng memiliki biji, buah, daun, dan kulit pohon yang bermanfaat sebagai tumbuhan obat secara empiris digunakan sebagai obat jerawat dan diare. buah nyirih mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid. Maka dari itu untuk mendapatkan kandungan zat aktif yang tinggi maka perlu dilakukan optimasi pembuatan ekstrak, salah satunya pemilihan jenis pelarut. Pemilihan pelarut harus memperhatikan sifat dari metabolit yang akan diekstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak buah nyirih menggunakan pelarut metanol dan etanol 70% dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian dimulai dari determinasi tanaman, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan pelarut metanol dan etanol 70% serta penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Analisis data yang digunakan adalah uji T-tes menggunakan Microsoft Excel. T-tes dilakukan untuk melihat perbandingan rata-rata dari 2 kelompok atau lebih. Nilai kadar total flavonoid ekstrak buah nyirih pada pelarut metanol 1,3530 ± 0,2280% dan etanol 70% 1,4345 ± 0,2182%, menunjukkan adanya perbedaan antara ekstrak dengan pelarut metanol dan etanol 70% dalam penetapan kadar total flavonoid.
PENENTUAN KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK BUAH NYIRIH (Xylocarpus granatum) MENGGUNAKAN PELARUT METANOL DAN ETANOL 70% DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis.
Mangrove jenis nyirih J. Koeng memiliki biji, buah, daun, dan kulit pohon yang bermanfaat sebagai tumbuhan obat secara empiris digunakan sebagai obat jerawat dan diare. buah nyirih mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid. Maka dari itu untuk mendapatkan kandungan zat aktif yang tinggi maka perlu dilakukan optimasi pembuatan ekstrak, salah satunya pemilihan jenis pelarut. Pemilihan pelarut harus memperhatikan sifat dari metabolit yang akan diekstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak buah nyirih menggunakan pelarut metanol dan etanol 70% dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian dimulai dari determinasi tanaman, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan pelarut metanol dan etanol 70% serta penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Analisis data yang digunakan adalah uji T-tes menggunakan Microsoft Excel. T-tes dilakukan untuk melihat perbandingan rata-rata dari 2 kelompok atau lebih. Nilai kadar total flavonoid ekstrak buah nyirih pada pelarut metanol 1,3530 ± 0,2280% dan etanol 70% 1,4345 ± 0,2182%, menunjukkan adanya perbedaan antara ekstrak dengan pelarut metanol dan etanol 70% dalam penetapan kadar total flavonoid.
Farmakologi Sosial Dan Pengelolaan Obat
Keperawatan sebagai salah satu profesi yang berhubungan dengan obat-obatan dalam menjalankan peran pendelegasi obat oleh dokter dalam pemberian asuhan keperawatan. Oleh sebab itulah perawat dibekali dengan pengetahuan tentang obat-obatan, sehingga perawat dalam menjalankan profesi mampu memberikan pelayanan terbaik. Buku ini secara garis bersar akan menguraikan : Bab 1 Dasar-Dasar Kerja Obat Bab 2 Istilah Penting Farmakologi Bab 3 Klasifikasi Obat Bab 4 Dasar-Dasar Penggunaan Antimikroba Dan Masalahnya Bab 5 Obat Anti Amuba Bab 6 Obat Anti Cacing Bab 7 Rehidrasi Pada Diare Dan Muntah Berak Bab 8 Obat Analgesik Dan Antipiretik Bab 9 Obat Antianemik Dan Vitamin Bab 10 Obat Antianemik Dan Vitamin Bab 11 Obat Anti Malaria Bab 12 Pengelolaan Obat Dan Alat Kesehatan
Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan
Buku ini dapat berguna dalam rangka menambah referensi dan wawasan, serta pengetahuan kita dalam memahami Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan. Secara garis besar dalam buku ini membahas bagian-bagian menarik dan penting seperti: Bab 1 Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan Bab 2 Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Bab 3 Kesehatan Lingkungan Kerja Bab 4 Kesehatan Lingkungan Industri Bab 5 Kesehatan Lingkungan UKK Bab 6 Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bidang Kesehatan Lingkungan Bab 7 Kesehatan Lingkungan Perumahan
UJI AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi
Secara ringkas buku ini membahas mengenai fungsi bahasa, ragam bahasa, dan pedoman umum ejaaan baku. Turut disinggung mengenai pedoman pengutipan, penulisan catatan kaki, bibliografi serta dibumbui dengan materi mengenai diksi, kemudian berlanjut pada kalimat efektif, dan berbagai hal mengenai paragraf. Selain itu, akan disinggung tentang penalaran, yaitu hakikat, jenis, dan hubungannya dengan penulisan ilmiah. Untuk pengayaan, dipaparkan pula perencanaan penulisan karangan serta konvensi naskah dan penyuntingan. Terakhir, dibahas pula mengenai seluk beluk resensi, teori penulisan, dan contoh resensi. Garudhawaca.