Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

75 hasil
Subjek: pengelolaan budidaya tanaman
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

2023•Koleksi Perpustakaan

Perkembangan dunia dewasa ini sungguh mengkhawatirkan. Seluruh dunia, termasuk Indonesia, terancam oleh double pandemik, yakni Pandemi Corona dan Pandemi Ekonomi. Sebenarnya kedua pandemi tersebut adalah turunan atau konsekuensi dari satu malapetaka dunia, yakni bahwa banyak pemimpin dunia kurang menyadari parahnya ancaman climate change yang sekarang sudah menjelma menjadi climate crisis. Sesungguhnya turunan climate crisis tadi bukan hanya kedua pandemi itu, tetapi cepat begeser menjadi malapetaka biodiversitas, kelangkaan air minum, dan krisis kelaparan global. Pada gilirannya timbullah krisis politik dalam bentuk penafikan kewibawaan pemerintahan yang dianggap tidak sanggup mengatasi krisis-krisis tersebut. Gambaran suram ini memerlukan penelaahan dan jalan keluar yang menyeluruh, yang tepat guna, namun sekaligus menjangkau keberlanjutan dan merasuk ke masa depan. Mendapat berkah kita membaca Karya Agung (Magnus Opus) Prof. Jatna berupa buku yang sangat tebal, yang mengaitkan masalah dan krisis tersebut dalam satu rangkaian pengertian. Patut kita ucapkan salut kepadanya karena memberikan gambaran yang jernih dan gamblang mengenai saling hubungan antardaerah, disiplin, dan unsur, baik dari segi asal-muasalnya maupun kemungkinan penyelesaian masalahnya. Paparan ditampilkan secara komprehensif tanpa melepaskan detil maupun konteksnya dalam keberlanjutan maupun gambaran global. Saya yakin masyarakat banyak dan terutama mereka yang dalam posisi menentukan, dapat mengambil manfaat dan diberi referensi dari hal penting yang dipaparkan di buku ini, karya besar Prof Jatna Supriatna, yang sama-sama kita banggakan. (Prof. Rachmat Witoelar, Mantan Menteri Lingkungan Hidup periode 2004-2009, Profesor di Griffith University, Australia dan advisor, Institute for Sustainable Earth and Resources, UI) Karya besar Prof. Jatna Supriatna ini sangat membanggakan bagi kita, sivitas akademi Universitas Indonesia. Beliau telah mengupas masalah lingkungan dari berbagai sektor dan ekosistem di Indonesia, termasuk di dalamnya usulan-usulan penyelesaiannya serta kesinambungan di era Pembangunan Berkelanjutan. Dalam salah satu bab buku ini, beliau menuturkan bahwa masalah lingkungan adalah masalah kita semua, demikian juga keberlanjutannya. Oleh karena itu, semua masalah lingkungan harus diketahui, dimengerti, dan dicari penyelesaiannya. Keberlanjutan pengelolaan lingkungan merupakan suatu keharusan seperti yang diharapkan oleh kita semua, dan sudah dicanangkan oleh pemerintah sesuai dengan komitmen Indonesia pada dunia dengan dibuatnya Peraturan Presiden yang mengadopsi program PBB, yaitu untuk melaksanan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (atau SDGs). Buku ini akan menginsipirasi banyak mahasiswa maupun pegiat dan pemerhati lingkungan agar berinovasi dalam membangun Indonesia berwawasan lingkungan, khususnya dalam era SDGs ini. Selamat kepada Prof. Jatna Supriatna yang telah membuat banyak buku dan juga makalah ilmiah yang berkaitan dengan masalah lingkungan dan konservasi di Indonesia. (Prof. Dr. re.nat Abdul Haris, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Universitas Indonesia)

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengelolaan Dana Desa

2023•Koleksi Perpustakaan

Dana desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara diperuntukkan bagi desa dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Kehadiran dana desa di Indonesia menjadi semangat baru yang diharapkan dapat dikelola dengan baik untuk mewujudkan desa mandiri dan masyarakat yang sejahtera. Buku ini hadir menguraikan teori, regulasi, dan implementasi mengenai sumber-sumber pendapatan desa dan arti penting dana desa; pedoman pelaksanaan prioritas penggunaan dana desa, mekanisme penetapan prioritas penggunaan dana desa; contoh-contoh prioritas penggunaan dana desa; pengelolaan dana desa di Indonesia, publikasi dan pelaporan dana desa di Indonesia, serta evaluasi pengelolaan dana desa. Buku ini selain tepat menjadi referensi para mahasiswa dan dosen, juga panduan terpercaya bagi para penyelenggara pemerintahan desa yang ingin memahami pengelolaan dana desa di Indonesia secara praktis namun mendalam. Selamat membaca dan semangat mengarungi seluk-beluk pengelolaan dana desa di Indonesia.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGETAHUAN TRADISIONAL DAN INDIKASI GEOGRAFIS SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL MASYARAKAT ACEH : Pengelolaan dan Potensi Ekonomi

2023•Koleksi Perpustakaan

Banyak produk khas daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, namun belum terinventarisir dan dikelola dengan baik, termasuk pengetahuan tradisional yang mendukung karakteristik, kualitas dan reputasi suatu produk. Adanya konsep Indikasi Geografis (IG) dapat dijadikan salah satu cara untuk memajukan industri regional atau nasional, berdasarkan ciri khas suatu produk yang dihasilkan oleh suatu daerah. Secara garis besar buku ini membahas tentang keberadaan pengetahuan tradisional masyarakat dan potensi Indikasi Geografis di Kabupaten Aceh Utara, Bireuen dan Pidie. Buku ini mencoba untuk menginventarisir produk-produk yang terdapat di Provinsi Aceh yang sejatinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh. Buku ini didasarkan pada penelitian dan kajian yang mendalam oleh para penulisnya, sehingga buku ini cocok untuk dibaca bagi para penstudi bidang ekonomi, dan secara khusus bagi masyarakat Aceh.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Stasiun Riset: Mewujudkan Pengelolaan TAMAN NASIONAL Berbasis Keilmuan

2023•Koleksi Perpustakaan

Buku ini merangkum hasil penelitian di TN di berbagai tipe ekosistem berbeda yaitu 1). TN Sebangau (gambut); 2). TN Teluk Cenderawasih (perairan laut); 3). TN Bromo Tengger Semeru (pegunungan bawah); 4). TN Bogani Nani Wartabone (hutan hujan tropis); 5). TN Alas Purwo (hutan hujan dataran rendah); 6). TN Gunung Halimun Salak (terestrial pegunungan); 7). TN Gunung Merbabu (terestrial pegunungan); 8). TN Bantimurung Bulusaraung (karst); 9). TN Gunung Rinjani (terestrial pegunungan); 10). TN Gunung Gede Pangrango (terestrial pegunungan); 11). TN Bukit Barisan Selatan (hutan hujan tropis); 12). TN Way Kambas (hutan hujan tropis); 13. TN Baluran (savana) dan TN Bunaken (perairan laut). Buku ini juga membahas tentang potensi keanekaragaman hayati di beberapa tipe vegetasi TN, strategi TN untuk mempertahankan ekosistem aslinya sehingga diharapkan ke depannya dapat menjadi rujukan untuk TN lain yang memiliki tipe vegetasi yang sama.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengelolaan Produksi Pangan Melalui Sistem Hybridization Pertanian

2023•Koleksi Perpustakaan

Pangan merupakan kebutuhan esensial dan komoditas paling strategis dalam kehidupan manusia, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan hak azasi manusia. Ketahanan pangan berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah, maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Untuk mencapai hal tersebut perlu diselenggarakan suatu sistem pangan yang memberikan perlindungan, baik pihak yang memproduksi maupun yang mengkonsumsi. Sistem pangan tersebut antara lain mencakup sub sistem ketersedian, distribusi, dan konsumsi.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengelolaan Wilayah Pesisir yang Terpadu untuk Ketahanan Nasional

2023•Koleksi Perpustakaan

Wilayah pesisir merupakan peralihan darat dan laut. Ruang lingkup wilayah pesisir meliputi ruang lautan yang masih terjadi pengaruh aktifitas daratan, dan ruang daratan dipengaruhi oleh aktifitas di lautan. Sumber daya laut dan pesisir perlu dikelola dengan bijak, sehingga menjadi tumpuan sektor pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan peningkatan pembangunan wilayah pesisir, menyebabkan tekanan ekologis terhadap keberadaan dan kelansungan ekosistem dan sumberdaya pesisir. Oleh sebab itu, penulis tertarik mengumpulkan informasi dalam bentuk buku. Informasi yang dikumpulkan besumber hasil kajian pustaka, diskusi dan wawancara dan bahkan dari berbagai hasil-hasil penelitian terdahulu. Buku ini terdiri dari 10 (sepuluh) bab, yaitu: Bab 1. Mangrove Sebagai Green Belt Wilayah Pesisir Bab 2. Potensi Material Alternatif untuk Infrastruktur Berkelanjutan Bab 3. Mitigasi Bencana Wilayah Pesisir Bab 4. Potensi Budidaya Perikanan di Wilayah Pesisir Bab 5. Pembangunan Tranportasi Berbasis Maritim Bab 6. Pembangunan Wilayah Pesisir dan Laut dalam kerangka Infrastruktur Peringatan Dini Gempa Bumi dan Tsunami Bab 7. Inovasi Usaha Masyarakat Pesisir dalam Mendukung Ketahan Pangan Bab 8. Dampak Pencemaran dan Kerusakan Ekosistem di Kawasan Pesisir dan Laut Bab 9. Satwa Liar dan Medik Konservasi untuk Wilayah Pesisir Bab 10. Pemanfaatan Teknologi Membran dalam Mendukung Ketahanan Pangan, Air dan Energi

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Skenario Pengelolaan Sumber Daya Lahan Kering: Menuju Pertanian Berkelanjutan

2023•Koleksi Perpustakaan

Lahan kering merupakan agroekosistem yang mempunyai arti penting dalam pembangunan pertanian. Dengan proporsi luasan mencapai 87,51% dari total luas lahan pertanian di Nusa Tenggara Timur, sektor pertanian secara umum telah mampu berkontribusi dalam menghasilkan produk pangan utama. Peluang peningkatan produksi pertanian di lahan kering masih terbuka, karena rata-rata produktivitas aktual yang dicapai masih jauh di bawah potensinya. Oleh karenanya optimalisasi sumber daya lahan kering perlu dilakukan dengan menanggulangi faktor pembatas utama, yaitu iklim (terutama curah hujan), serta aspek lainnya seperti kualitas tanah dan pola usahatani perlu menjadi perhatian serius. Buku yang diberi judul “SKENARIO PENGELOLAAN SUMBER DAYA LAHAN KERING: Menuju Pertanian Berkelanjutan” adalah suatu jawaban atas permasalahan dalam pengelolaan sumber daya lahan kering, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur yang didominasi oleh iklim kering. Buku ini mencoba memberikan pengertian dan pemahaman tentang perspektif pengelolaan pertanian lahan kering.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengelolaan Hutan Secara Partisipatif Menuju KPH Hijau Untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

2023•Koleksi Perpustakaan

Pengelolaan hutan secara partisipatif adalah langkah bijak dalam memberdayakan masyarakat desa hutan sebagai pengelola hutan langsung di tingkat tapak. Tingginya ketergantungan masyarakat dan negara pada sumberdaya hutan sebagai sumber pendapatan membutuhkan pengelolaan yang tepat dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya tersebut. Sebagai operator kegiatan pengelolaan hutan di tingkat tapak, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) memiliki peranan penting dan tidak jarang mengalami banyak tantangan dalam menjalankan tupoksinya. Selain itu, keterbatasan yang dimiliki KPH memerlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, NGO maupun masyarakat adat dan lokal. Salah satu kebijakan pengelolaan hutan tersebut adalah Perhutanan Sosial (PS), yang merupakan salah satu wujud dari perubahan paradigma dalam pengelolaan hutan dari konsep timber base forest management menjadi community base forest management dengan melibatkan masyarakat dan para pihak lainnya dalam pengelolaan hutan untuk tercapainya pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Selain sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, PS juga merupakan upaya untuk pemulihan kawasan kritis yang mampu memitigasi perubahan iklim melalui konsep agroforestri dalam implementasi rehabilitasi hutan dan lahan yang menjadi bagian reforestasi. Pengelolaan hutan secara partisipatif menuju terwujudnya KPH hijau sejalan dengan apa yang ditargetkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Buku ini menyajikan catatan panjang kegiatan dalam kerangka kerjasama antara Asian Forest Cooperation Organization (AFoCO) Regional Project Component 3: “Facilitating the Participatory Planning of community-Based Forest Management Using Geographic Information Systems (GIS) and Remote Sensing (RS) Technologies in Forest Resource Management in the Philippines, Indonesia and Thailand“ dengan dengan Pusat Litbang Hutan, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kegiatan kolaborasi AFoCO – BLI-KLHK selama periode lima tahun (2015 – 2020) bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan informasi dalam melaksanakan pendampingan dan fasilitasi program pengelolaan hutan secara partisipatif di tingkat tapak khususnya di tiga pilot site pada 3 KPH di Indonesia yaitu KPHL Sijunjung, KPHL Batutegi dan KPHL Sikka. Pengelolaan Hutan Secara Partisipatif Menuju KPH Hijau Untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengelolaan Hutan Lestari

2023•Koleksi Perpustakaan

"Di balik upaya mewujudkan pengelolaan hutan lestari terdapat proses-proses partisipasi, kolaborasi, dan konflik. Proses tersebut menjadi tanda sekaligus fokus intervensi kebijakan pengelolaan hutan yang diperlukan, yang biasanya justru diabaikan oleh sebagian pemangku kepentingan. Kasus-kasus pengelolaan hutan di berbagai daerah Nusantara yang dikupas dalam buku ini menjadi argument penting bagaimana seharusnya kebijakan pengelolaan hutan ditetapkan dan dijalankan. Oleh karena itu, buku ini perlu dibaca para pengambil kebijakan, praktisi, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat yang mempunyai perhatian pada kelestarian hutan." (Prof. Dr. Hariadi Kartodihardjo-​Guru Besar Kehutanan-Fakultas Kehutanan, Institute Pertanian Bogor (IPB))

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Rekayasa Sosial dalam Pengelolaan Hayati

2023•Koleksi Perpustakaan

Dalam pegelolaan sumber Daya hayati dibutuhkan peran manusia dalam melakukan perekayasaan sosial untuk melakukan tindakan yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya tersebut secara berkelanjutan. Rekayasa sosial sebagai proses pemberdayaan masyarakat merupakan keniscayaan untuk merespons perkembangan lingkungan dan sosial yang terus berubah. Melalui pendekatan ini diharapkan terwujud masyarakat yang berkelanjutan melalui pengembangan 'energi sosial budaya kreatif'. Dengan berkembangnya energy sosial budaya kreatif ini diharapkan dalam jangka panjang dapat mewujudkan kemakmuran dan kemandirian masyarakat. Lebih jauh lagi kemampuan untuk menganalisis permasalahan sosial yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya hayati serta menyusun perencanaan sosial atau rekayasa sosial secara terukur dan terstruktur dibutuhkan pengetahuan yang mendalam terkait perekayasaan sosial tersebut. Buku ini hadir sebagai solusi dalam pembukaan tabir terkait bagaimana perekayasaan sosial tersebut dapat dilakukan untuk mengubah perilaku dan tindakan manusia agar dapat melakukan pengelolaan sumber daya hayati secara berkelanjutan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengelolaan Kesuburan Tanah

2023•Koleksi Perpustakaan

Tanah adalah media untuk pertumbuhan tanaman dan memasok unsur hara untuk tanaman. Beberapa tanah tertentu yang tidak dapat memenuhi tujuan tersebut disebut sebagai tanah tidak subur. Sebaliknya, ada beberapa tanah yang dapat memenuhi tujuan tersebut dan tanah tersebut disebut tanah subur. Oleh karena itu, kesuburan tanah adalah aspek hubungan tanah-tanaman, yaitu pertumbuhan tanaman dalam hubungannya dengan unsur hara yang tersedia dalam tanah. Tanaman tergantung pada tanah tidak hanya sebagai tempat untuk bertumpu, tetapi juga sebagai pemasok unsur hara yang diperlukan untuk proses-proses fisiologi dan pembentukan struktur tanaman. Semua unsur hara tanaman berada dalam tanah. Namun demikian keberadaan unsur hara di dalam tanah tidak selalu dapat diartikan bahwa tanah tersebut subur. Secara sederhana kesuburan tanah dapat didefinisikan sebagai kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup dalam bentuk yang tersedia. Kajian kesuburan tanah meliputi pengamatan bentuk unsur hara tanaman di dalam tanah, bagaimana unsur-unsur tersebut menjadi tersedia untuk tanaman, dan faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan unsur hara oleh tanaman. Hasil kajian tersebut dapat digunakan sebagai landasan pengelolaan kesuburan tanah untuk memperbaiki pertumbuhan dan produksi tanaman. Secara umum, terdapat lima prinsip dasar pengelolaan kesuburan tanah dalam kaitannya dengan sistem pertanian berkelanjutan, yaitu (a) unsur hara tanah yang terangkut oleh tanaman harus diganti/ditambahkan, (b) kondisi fisik tanah harus dipertahankan, yang dalam hal ini berarti bahwa kandungan humus (bahan organik tanah) harus tetap atau meningkat, (c) harus tidak ada pertumbuhan gulma, hama dan penyakit, (d) harus tidak ada peningkatan kemasamam tanah atau konsentrasi unsur beracun, dan (e) erosi tanah harus dikendalikan agar sama atau lebih kecil dari kecepatan pembentukan tanah. Buku Pengelolaan Kesuburan Tanah ini selain menyajikan uraian tentang dasar dan konsep kesuburan tanah, juga menyajikan uraian tentang praktek pengelolaan kesuburan tanah, khususnya di daerah tropika basah seperti Indonesia. Beberapa teknik/praktek pengelolaan kesuburan tanah yang disajikan dalam buku ini pada umumnya mudah dilakukan oleh petani/pengelola lahan pertanian untuk perbaikan kualitas dan kuantitas produksi pertanian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail