Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Kacang Potensial (Keanekaragaman, Konservasi dan Pemanfaatan)

2022•Koleksi Perpustakaan

Buku dengan judul “Kacang Potensial (Keanekaragaman, Konservasi dan Pemanfaatan)” ini disusun dari kumpulan hasil penelitian penulis dan juga jurnal-jurnal penelitian dalam maupun luar negeri yang telah dipublikasi pada berbagai media elektronik maupun media cetak. Tujuan penulisan buku ini adalah untuk lebih menyebarkan luaskan pemanfaatan kekayaan keanekaragaman hayati kacang potensial, pelestarian dan juga memberikan pandangan alternatif ketahanan pangan yang bersumber dari kacang-kacangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kecenderungan dari negara-negara berkembang untuk tergantung pada negara kaya dalam penyediaan pangan yang berbahan kacangkacangan dalam beberapa dekade terakhir, demikian juga Indonesia, sebagai contoh kebutuhan akan impor kedelai. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara importer kedelai terbesar di dunia. Bagaimana hal ini bisa terjadi, karena kenyataannya produksi kedelai dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan, sedangkan permintaan terus bertambah. Kacang koro merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kacang koro memiliki beberapa jenis, dan banyak jenis mempunyai beberapa varietas-varietas. Menurut Soeseno (1978) cara tumbuh dari kacang koro ada yang tegak seperti koro gude dan koro pedang dan ada pula yang tumbuhnya menjalar seperti koro sayur, koro benguk, koro kerupak, koro epek, dan lainnya. Melihat potensi dari koro di Indoensia, maka dapat dilakukan pemanfaatan koro sebagai bahan baku makanan dan sumber protein nabati. Kandungan gizi koro yang meliputi protein, karbohidrat dan lemak yang dapat diolah menjadi tempe, kecap, tepung, dan beraneka sumber pangan alternatif. Permasalahannya, biji-biji lokal itu belum dikembangkan secara baik. Apabila sumber-sumber keanekaragaman hayati yang berpotensi sebagai sumber pangan dikelola sesuai dengan kaidah lingkungan, maka Indonesia tidak akan mengalami degradasi keanekaragaman hayati dan juga sumber pangan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail