ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Luka bakar merupakan luka yang cukup sering terjadi dan dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada lapisan kulit, bahkan hingga jaringan yang lebih dalam. Berbagai alternatif terapi alami mulai banyak dikembangkan, salah satunya dengan memanfaatkan senyawa bioaktif dari tumbuhan yang memiliki potensi sebagai agen penyembuh luka. Daun kokang sendiri dipercayai oleh masyarakat suku Dayak Benuaq memiliki khasiat menyembuhkan luka dan menghilangkan bekas luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) dalam penyembuhan luka bakar pada punggung mencit jantan (Mus musculus). Penelitian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kokang dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Tahapan penelitian ini meliputi pengambilan sampel, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi sampel, skrining fitokimia, pembuatan konsentrasi dosis ektrak, penyiapan hewan uji, pembuatan luka bakar, perawatan luka bakar dan pengamatan penyembuhan luka bakar. Pengolahan data dilakukan dengan One Way ANOVA (Analysis Of Variant) dan dilanjutkan dengan pengujian data LSD (Least Significant Diference).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga memungkinkan terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi yang dapat merusak kulit akibat radiasi UV A dan UV B. Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) berpotensi sebagai tabir surya alami dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Variabel terikatnya adalah aktivitas tabir surya ekstrak dan fraksi daun kokang. Hasil penelitian pada serbuk simplisia daun kokang didapatkan nilai susut pengeringan 10,73% dan hasil rendemen ekstrak 15,4% dengan nilai kadar air ekstrak 6,39%. Hasil yang didapatkan dari rendemen fraksi n-heksan 10,04%, fraksi etil asetat 22,92%, dan fraksi etanol air 36,96%. Hasil penelitian terhadap nilai SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan konsentrasi 2500 ppm berturut-turut yaitu pada fraksi n-heksan memiliki nilai SPF 34,46 ± 0,13 (high protection), fraksi etanol air 29,73 ± 0,03 (medium protection), ekstrak etanol 28,94 ± 0,35 (medium protection) dan nilai SPF paling rendah pada fraksi etil asetat 15,91 ± 0,07 (medium protection). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi memiliki nilai signifikansi (sig.) > 0,05 yang artinya berdistribusi normal, serta nilai homogenitas varians sebesar 0,206 (> 0,05) yang menunjukkan varians homogen. Uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA) dinyatakan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai keempat sampel (p 0,05). Analisis data lanjutan menggunakan Uji Post Hoc Test (PHT) didapatkan bahwa keempat sampel memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda sehingga tidak dapat dianggap identik.