Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Embelia borneensis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Aktif Kulit Batang Sekilang (embelia borneensis Scheff) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Dengan Metode Difusi Cakram

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit adalah Propionibacterium acnes.  Propionibacterium acnes dapat  menyebabkan infeksi  kulit  ringan  seperti  jerawat  dengan  cara memproduksi metabolit yang dapat bereaksi dengan sebum sehingga menyebabkan inflamasi. Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang biasa dikenal dengan sebutan acne vulgaris, yaitu suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat. Sekilang merupakan salah satu tumbuhan yang ada di Kalimantan Utara dan terdapat di Hutan Ampan Ibau. Tumbuhan ini secara empiris digunakan oleh masyarakat Desa Long Temuyat sebagai racun dari bahan alami untuk menangkap ikan dan sebagai pengusir lintah. Kandungan senyawa aktif dalam ekstrak kulit batang sekilang diantaranya adalah alkaloid, tanin, saponin, flavonoid. Tujuan  penelitian  ini adalah untuk mengetahui potensi fraksi kulit batang sekilang (Embelia borneensis Scheff) sebagai antibakteri untuk menghambat aktivitas bakteri Propionibacterium acnes. Metode  penelitian yang  dilakukan  adalah  metode  eksperimental.  Objek  yang  diteliti  adalah  aktivitas  kulit batang sekilang  sebagai  antibakteri  Propionibacterium acnes.  Tahapan  penelitian  meliputi    pengumpulan  bahan  baku,  pengolahan  sampel,  ekstraksi  dengan  menggunakan  metode  maserasi  menggunakan  pelarut  etanol 70%,  skrining  fitokimia,  fraksinasi, uji  aktivitas  antibakteri  ekstrak  kulit batang sekilang dengan konsentrasi 10 %, 20% dan 30%. Klindamisin 0,1 % digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, berupa zona hambat antibakteri dari ekstrak kulit batang sekilang. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang sekilang mengandung senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang terhadap Propionibacterium acne terbesar terdapat pada fraksi etil asetat dengan konsentrasi 30% dengan kategori kuat. Aktivitas antibakteri diduga disebabkan adanya kandungan senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, saponin dan Fraksi n-heksan, etil asetat dan etanol air kulit batang sekilang (Embelia bornensis Scheff) dapat menghambat pertumbuhan pada bakteri Propionibacterium acnes  dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30%. %. Hasil  pengukuran zona hambat tersebut dianalisis secara statistik dengan uji One-way ANOVA yang hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan dari hasil perlakuan daya hambat antibakteri masing-masing dengan nilai (p) 0,025 >0,05.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Jenis Saponin dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Kulit Batang Sekilang (Embelia borneensis Scheff.) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit Batang Sekilang (Embelia borneensis Scheff.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin. Senyawa saponin dibagi menjadi dua jenis yaitu steroid dan triterpenoid yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri, antijamur, antidiabetes dan ekspektoran. Tujuan penelitian mengetahui jenis saponin dan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol kulit batang sekilang terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan metanol, skrining fitokimia, identifikasi jenis saponin dan uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol kulit batang sekilang dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Pseudomonas aeruginosa dengan konsentrasi 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35%. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol kulit batang sekilang memiliki kandungan saponin jenis triterpenoid dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35% dengan zona hambat yang terbentuk masing-masing sebesar 7,65 mm, 7,89 mm, 7,67 mm, 7,98 mm, dan 7,13 mm kriteria kekuatan antibakteri dikategorikan sedang. Ekstrak metanol kulit batang sekilang tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa, karena tidak terbentuk zona hambat di sekitar kertas cakram. Kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicillin 0,1% dan kontrol negatif menggunakan DMSO 1%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail