Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Good Compounding Practice
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN APOTEKER TENTANG GOOD COMPOUNDING PRACTICE (GCP) NON-STERIL DI PUSKESMAS DAN APOTEK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Good Compounding Practice (GCP) berupa pedoman yang bertujuan menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi sediaan obat racikan dalam pelayanan kefarmasian. Pengetahuan apoteker terhadap GCP merupakan faktor penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas peracikan serta pencegahan kesalahan yang berpotensi membahayakan pasien. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana tingkat pengetahuan apoteker mengenai GCP, serta apakah terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara apoteker di Puskesmas Balikpapan dan Apotek Kecamatan Tenggarong. Studi literatur ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan apoteker tentang GCP di Puskesmas dan Apotek pada kedua wilayah, serta membandingkan apakah tingkat pengetahuan apoteker antar puskesmas dan apotek menunjukkan perbedaan atau kesamaan. Rancangan yang digunakan pada penelitian menggunakan metode studi literatur mengumpulkan, mempelajari dan menelaah beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah tingkat pengetahuan apoteker mengenai GCP di Puskesmas Balikpapan dan Apotek Kecamatan Tenggarong. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran mengenai pemahaman apoteker terhadap aspek-aspek GCP serta potensi perbedaan pengetahuan. Hasil kajian ini diharapkan memberikan dasar untuk evaluasi dan penguatan kompetensi apoteker dalam praktik peracikan. Hasil penelitian dari dua literatur yang dibandingkan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan apoteker mengenai GCP pada kedua penelitian termasuk dalam kategori baik, dengan skor rata-rata sebesar 87,78% pada penelitian di puskesmas dan 85,98%, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang belum dipahami secara optimal. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah tingkat pengetahuan apoteker mengenai GCP secara umum sudah baik, namun tetap diperlukan peningkatan kompetensi pada beberapa aspek GCP untuk mendukung praktik peracikan yang aman dan bermutu.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Apoteker Tentang Good Componding Practice (GCP) Non-Sterile Dan Implementasinya Di Apotek Kota Samarinda

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Compounding obat menjadi perhatian karena banyak munculnya kejadian yang tidak dikehendaki seperti masalah farmasetika dan interaksi obat. Good Compounding Practice (GCP) adalah panduan untuk meracik obat dengan baik yang berisi tentang petunjuk yang lebih mendalam tentang penerapan praktik compounding yang baik untuk menyiapkan formulasi obat racikan yang akan diberikan kepada manusia. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan Apoteker tentang GCP, implementasi GCP di apotek Kota Samarinda, dan hubungan antara pengetahuan Apoteker tentang GCP dan implementasinya di apotek Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden, kemudian analisis data untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan dan implementasi menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan tingkat pengetahuan Apoteker tentang GCP tergolong baik, dengan nilai rata-rata 81,91. Implementasi GCP oleh Apoteker juga tergolong baik, dengan nilai rata-rata 77,91. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan implementasi Good Compounding Practice (GCP) (P value = 0,896). Hasil tabulasi silang Odd Ratio (OR) sebesar 0,992 yang menunjukkan 1 maka tingkat pengetahuan mengurangi resiko rendahnya Apoteker untuk melakukan implementasi GCP.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Apoteker Tentang Good Compounding Practice (GCP) Di Apotek Kecamatan Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Compounding obat menjadi perhatian karena banyak munculnya kejadian yang tidak dikehendaki seperti masalah farmasetika dan interaksi obat. Good Compounding Practice (GCP) merupakan pedoman peracikan obat yang baik. Pemahaman tentang GCP harus dikuasai oleh Apoteker untuk mengurangi risiko pada pasien dari gabungan obat yang tidak aman, tidak efektif dan berkualitas buruk, sekaligus menjaga akses terhadap obat-obatan gabungan yang dipasarkan secara sah bagi pasien yang mempunyai kebutuhan medis terhadap obat-obatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan Apoteker tentang Good Compounding Practice (GCP) di apotek Kecamatan Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sempel sebanyak 56 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dengan menggunakan microsoft excel. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan tingkat pengetahuan Apoteker tentang GCP tergolong baik dengan nilai rata-rata 85,98%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail