Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

37 hasil
Subjek: pengetahuan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP OBAT HALAL DI DESA MUARA MUNTAI ULU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan obat halal sangat penting bagi masyarakat Muslim untuk memastikan bahwa produk farmasi yang dikonsumsi sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap obat halal di Desa Muara Muntai Ulu. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 338 responden yang dipilih melalui metode Stratified Random Sampling. Kuesioner juga diuji validitas dan reliabilitasnya pada 50 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, serta dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Analisis mencakup perhitungan persentase tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku, rata-rata skor berdasarkan Skala Likert, serta hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan perilaku menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian terhadap 338 responden menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap obat halal tergolong cukup baik (74,1%), sedangkan sikap dan perilaku berada pada kategori sangat baik (4,25%). Sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku, sementara pengetahuan berpengaruh negatif dan signifikan. Nilai R2 sebesar 0,261.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN, PERSEPSI, DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP KEHALALAN OBAT DI KELURAHAN HARAPAN BARU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kehalalan suatu produk saat ini cukup penting terutama untuk Indonesia, karena Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Muslim. Obat halal menjadi isu yang sangat penting dibahas meningkat mengingat masih banyak ditemukan obat yang diduga mengandung bahan haram dan belum bersertifikat halal, penting bagi masyarakat muslim untuk memastikan bahwa produk farmasi yang dikonsumsi sesuai syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kelurahan Harapan Baru. Penelitian ini merupakan penelitian (non eksperimental). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden yang dipilih dengan metode purposive sampling. Kuesioner didistribusikan secara langsung kepada masyarakat menggunakan hardcopy/kertas. Kuesioner mencakup pertanyaan tentang tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat terhadap kehalalan obat. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya edukasi berkelanjutan dan peran aktif pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kehalalan obat.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENGUNAAN TABIR SURYA (SUNSCREEN) PADA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar matahari berlebihan tanpa perlindungan yang tepat dapat menyebabkan gangguan kesehatan kulit, seperti penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga peningkatan risiko kanker kulit. Penggunaan tabir surya (Sunscreen) merupakan salah satu langkah pencegahan untuk melindungi kulit dari dampak radiasi UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, perilaku penggunaan tabir surya (Sunscreen), serta hubungan antara keduanya pada mahasiswa STIKSAM. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 612 mahasiswa aktif Program Sarjana Farmasi, Diploma III Farmasi, dan Sarjana Gizi Tahun Akademik 2025/2026. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat dilakukan terhadap variabel tingkat pengetahuan, perilaku penggunaan Sunscreen, serta karakteristik responden. Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan Sunscreen pada mahasiswa STIKSAM. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (68,8%) dan perilaku penggunaan Sunscreen kategori baik (60,3%). Uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan Sunscreen (p=0,000; r=0,419).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN DI UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama : Aisyiyah Dwi Iftifa’iyah Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Swamedikasi pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Mulawarman Samarinda Pembimbing : Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm-Klin. Swamedikasi yang tidak tepat berisiko menimbulkan kesalahan terapi dan efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi pada mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan di Universitas Mulawarman Samarinda. Penelitian kuantitatif analitik berdesain cross-sectional ini melibatkan 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 100 mahasiswa kesehatan dan 100 mahasiswa non-kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden secara umum memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi tinggi (70,0%) dan sikap swamedikasi baik (66,5%). Uji Chi-Square membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi (𝑝 = 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara rumpun ilmu (jurusan) dengan tingkat pengetahuan swamedikasi (𝑝 = 0,017), di mana mahasiswa kesehatan memiliki proporsi pengetahuan tinggi yang lebih besar (77,0%) dibandingkan mahasiswa non-kesehatan (63,0%). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jurusan dan sikap swamedikasi (𝑝 = 0,123). Pemodelan PCA mengonfirmasi bahwa tingkat pengetahuan merupakan faktor determinan utama yang paling dominan dalam membentuk sikap swamedikasi pada kedua kelompok mahasiswa. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan berhubungan positif dengan sikap swamedikasi mahasiswa. Diperlukan edukasi kesehatan berbasis kognitif yang terstruktur untuk meningkatkan literasi obat dan mendorong perilaku swamedikasi yang aman di lingkungan universitas.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PRODUK FARMASI HALAL DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap produk farmasi halal masih jarang diteliti secara khusus di Kabupaten Penajam Paser Utara yang didominasi penduduk Muslim. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat Muslim terhadap produk farmasi halal di kabupaten tersebut. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 422 responden Muslim berusia minimal 17 tahun. Teknik convenience sampling digunakan karena luasnya wilayah penelitian. Data dikumpulkan secara daring pada Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan kuesioner tertutup yang telah teruji face validity. Pengetahuan diukur melalui 10 pertanyaan benar, salah, dan tidak tahu, sedangkan perilaku dinilai menggunakan 10 pernyataan skala Likert empat tingkat. Kategori pengetahuan baik diperoleh 281 responden atau 67 persen, sedangkan 139 responden atau 33 persen berada pada kategori cukup. Pemahaman responden masih rendah pada cakupan sertifikasi wajib produk farmasi, dengan hanya 34 persen responden menjawab tepat. Ketentuan penggunaan alkohol dalam produk farmasi juga hanya dipahami secara tepat oleh 39 persen responden. Konsep syubhat, yaitu produk tanpa label halal belum tentu haram, dipahami oleh 42 persen responden. Kategori perilaku baik dicapai oleh 319 responden atau 75 persen, atau delapan poin persentase lebih tinggi dibandingkan kategori pengetahuan baik. Responden berpendidikan SMP/sederajat serta responden berusia lebih dari 55 tahun memiliki proporsi pengetahuan baik paling rendah, masing-masing sebesar 44 persen dan 43 persen. Responden yang bekerja sebagai tenaga honorer atau kontrak memperlihatkan proporsi perilaku kurang paling besar meskipun tingkat pengetahuannya tergolong baik. Kecamatan Sepaku dan Babulu memiliki proporsi pengetahuan kurang yang lebih tinggi dibandingkan Kecamatan Penajam. Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik terhadap produk farmasi halal. Edukasi mengenai cakupan sertifikasi halal, ketentuan alkohol dalam produk farmasi, serta konsep syubhat perlu diprioritaskan dalam program kefarmasian komunitas bagi kelompok masyarakat dengan keterbatasan akses informasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Loa Duri Ilir Terhadap Perilaku Penyimpanan Obat Di Rumah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat di rumah berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, stabilitas, dan efektivitas obat selama masa penggunaannya. Penyimpanan obat yang tidak sesuai masih banyak ditemukan di masyarakat sehingga berpotensi menurunkankualitas obat, mengurangi efektivitas terapi, serta meningkatkan risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi perilaku tersebut adalah tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penyimpanan obat yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Desa Loa Duri Ilir tentang penyimpanan obat di rumah, mengidentifikasi perilaku penyimpanan obat, serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penyimpanan obat di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain Cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 13.509 jiwa. Sampel penelitian sebanyak 389 responden ditentukan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5% dan dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2026 menggunakan kuesioner yang terdiri atas 12 item pengetahuan dan 10 item perilaku. Instrumen telah diuji validitas menggunakan korelasi pearson product moment pada 30 responden dan seluruh butir pertanyaan dinyatakan valid (Sig. < 0,05). Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,889 pada variabel pengetahuan dan 0,780 pada variabel perilaku sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil uji normalitas Kolmogorov-smirnov menunjukkan data tingkat pengetahuan dan perilaku tidak berdistribusi normal, sehingga analisis hubungan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (72,5%) dan perilaku penyimpanan obat kategori baik (70,9%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku penyimpanan obat di rumah. Semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat, semakin baik pula perilaku penyimpanan obat yang diterapkan. Edukasi mengenai penyimpanan obat yang benar perlu terus ditingkatkan melalui peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, guna mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional di masyarakat.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DI KAMPUNG LIRUNG UBING

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan resistensi bakteri, meningkatkan biaya pengobatan, serta menurunkan efektivitas terapi. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi penggunaan antibiotik adalah tingkat pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, gambaran penggunaan antibiotik, serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kampung Lirung Ubing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 72 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi setiap variabel dan secara bivariat menggunakan uji Korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 30 responden (41,7%), sedangkan penggunaan antibiotik sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 41 responden (56,9%). Hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi (r = 0,323) dengan nilai signifikansi (p = 0,006). Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kampung Lirung Ubing. Hubungan tersebut bersifat positif dengan kekuatan hubungan rendah, yang berarti semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat maka semakin baik pula penggunaan antibiotiknya.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGGUNAAN OBAT CACING PADA ANAK DI BEBERAPA DESA WILAYAH KECAMATAN BENTIAN BESAR KABUPATEN KUTAI BARAT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengetahuan merupakan domain yang penting dalam terbentuknya perilaku terbuka atau open behavior. Penyakit cacingan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, khususnya pada kelompok anak-anak. Infeksi cacing dapat menimbulkan dampak serius seperti kekurangan gizi, anemia, dan hambatan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu mengenai penggunaan obat cacing pada anak di Desa Dilang Puti dan Desa Suakong, Kabupaten Kutai Barat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Responden penelitian ialah Ibu yang memiliki anak berusia 1–5 tahun dan bersedia berpartisipasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup untuk menilai pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing, kemudian dianalisis secara deskriptif guna memperoleh gambaran tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian di Desa Dilang Puti menunjukkan bahwa dari 75 responden, mayoritas memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 57 orang (76%), kurang baik sebanyak 17 orang (22,7%), dan kurang baik 1 orang (1,3%). Sementara itu, hasil penelitian di Desa Suakong menunjukkan bahwa dari 48 responden, sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 44 orang (97,7%), cukup baik sebanyak 4 orang (8,3%), dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang baik (0%). Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak 1-5 tahun di Desa Dilang Puti dan Desa Suakong termasuk dalam kategori baik.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN APOTEKER TENTANG GOOD COMPOUNDING PRACTICE (GCP) NON-STERIL DI PUSKESMAS DAN APOTEK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Good Compounding Practice (GCP) berupa pedoman yang bertujuan menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi sediaan obat racikan dalam pelayanan kefarmasian. Pengetahuan apoteker terhadap GCP merupakan faktor penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas peracikan serta pencegahan kesalahan yang berpotensi membahayakan pasien. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana tingkat pengetahuan apoteker mengenai GCP, serta apakah terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara apoteker di Puskesmas Balikpapan dan Apotek Kecamatan Tenggarong. Studi literatur ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan apoteker tentang GCP di Puskesmas dan Apotek pada kedua wilayah, serta membandingkan apakah tingkat pengetahuan apoteker antar puskesmas dan apotek menunjukkan perbedaan atau kesamaan. Rancangan yang digunakan pada penelitian menggunakan metode studi literatur mengumpulkan, mempelajari dan menelaah beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah tingkat pengetahuan apoteker mengenai GCP di Puskesmas Balikpapan dan Apotek Kecamatan Tenggarong. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran mengenai pemahaman apoteker terhadap aspek-aspek GCP serta potensi perbedaan pengetahuan. Hasil kajian ini diharapkan memberikan dasar untuk evaluasi dan penguatan kompetensi apoteker dalam praktik peracikan. Hasil penelitian dari dua literatur yang dibandingkan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan apoteker mengenai GCP pada kedua penelitian termasuk dalam kategori baik, dengan skor rata-rata sebesar 87,78% pada penelitian di puskesmas dan 85,98%, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang belum dipahami secara optimal. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah tingkat pengetahuan apoteker mengenai GCP secara umum sudah baik, namun tetap diperlukan peningkatan kompetensi pada beberapa aspek GCP untuk mendukung praktik peracikan yang aman dan bermutu.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN TINDAKKAN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DOKTER

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter merupakan tantangan serius karena risiko resistensi antibiotik. Studi literatur ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah tentang hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap tindakan penggunaan antibiotik tanpa resep. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan tinjauan artikel dari Google Scholar dan Garuda periode 2015– 2025. Hasil kajian terhadap dua artikel menunjukkan bahwa sikap masyarakat memiliki hubungan lebih dominan dibandingkan pengetahuan. Tingkat pengetahuan masyarakat masih tergolong rendah (47,7%), sikap cenderung negatif (54,2%), dan tindakan penggunaan antibiotik tidak tepat (57,3%). Secara bersama, pengetahuan dan sikap memiliki hubungan signifikan terhadap tindakan (p=0,000). Faktor pendidikan dan pekerjaan juga turut mempengaruhi ketiga aspek tersebut. Kesimpulannya, kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik rasional tidak hanya ditentukan oleh tingkat pengetahuan, tetapi juga sangat bergantung pada sikap positif serta faktor sosiodemografi. Saran yang diajukan adalah perlunya edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk sikap positif, serta penguatan peran tenaga kesehatan dalam mengawasi penggunaan antibiotik di masyarakat.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter masih banyak ditemukan di masyarakat dan berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti efek samping obat serta meningkatnya risiko resistensi antibiotik. Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan antibiotik. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep dokter berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Rancangan penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dengan melakukan pengumpulan data, penelaahan, dan analisis terhadap beberapa artikel ilmiah, buku referensi, serta dokumen resmi yang relevan. Objek penelitian ini adalah hasil-hasil penelitian terdahulu yang membahas pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep dokter. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif, yaitu dengan menyusun gambaran dari data yang terkumpul mengenai tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep dokter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada desa ilung pasar lama sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebesar 55% dan sikap dalam kategori cukup. Pada desa kota bangun sebrang mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah sebesar 55,9% serta sikap yang kurang baik. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat masih bervariasi, yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pekerjaan, serta akses terhadap informasi kesehatan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

"Gambaran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Dewasa dan Faktor yang Mempengaruhinya di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat serius di Indonesia, dengan tingkat kasus yang relatif tinggi dan proses pengobatan yang sering kali terkendala oleh ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan seluruh tahapan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepatuhan dalam pengobatan pasien TBC dewasa di wilayah kerja Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam serta mengidentifikasi berbagai faktor-faktor utama yang memengaruhinya, seperti tingkat pengetahuan individu pasien, dukungan dari keluarga inti dan lingkungan sekitar, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam pendampingan selama masa terapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap pasien TBC dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien TBC dewasa yang telah menjalani pengobatan minimal selama satu bulan dan bersedia menjadi partisipan dengan menandatangani lembar persetujuan di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Data dikumpulkan melalui kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien, serta kuesioner tambahan untuk menilai pengetahuan, dukungan keluarga, dan persepsi pasien terhadap peran tenaga kesehatan. Data pendukung juga diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi dari rekam medis pasien yang tersedia di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat kepatuhan, serta faktor-faktor yang diteliti. Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan pengetahuan pasien, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG SWAMEDIKASI ANALGETIK DI APOTEK MERDEKA BENGALON

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Tenaga kefarmasian sebagai bagian dari tenaga kesehatan memiliki kewenangan dan kewajiban untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang optimal kepada pasien. Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati dan mengatasi keluhan yang dialaminya tanpa menggunakan resep dari dokter. Analgetik merupakan golongan Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit sehingga sering digunakan masyarakat untuk mengobati nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon. Objek penelitian difokuskan pada tingkat pengetahuan pasien. Sampel dalam penelitian adalah masyarakat yang membeli obat analgetik di Apotek Merdeka Bengalon dan memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan sebanyak 290 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dengan pengambilan data diambil dari bulan November 2025 -Februari 2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil : Karakteristik berdasarkan jenis kelamin responden adalah laki-laki sebanyak 132 orang (45,5%), dan perempuan sebanyak 158 orang (54,5%). Kategori umur 17-25 tahun sebanyak 72 orang (24,8%), usia 26-35 tahun sebanyak 84 orang (29%), usia 36-45 tahun sebanyak 68 orang (23,4%), usia 46-55 tahun sebanyak 44 orang (15,2%), usia 56-65 tahun sebanyak 22 orang ( 7,6%). Mayoritas responden sebagai pgawai swasta sebanyak 68 orang (23,4%). Dan dari hasil penelitian ini tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon adalah Baik atau sebanyak 223 orang dengan persentase 76,90%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat pengetahuan dan praktik pembelian alat kesehatan buatan dalam negeri (AKD) dan alat kesehatan impor (AKL) oleh konsumen di PAK PT Promedika Mitra Utama

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingkat pengetahuan konsumen tentang alat kesehatan buatan dalam negeri dan alat kesehatan impor merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi praktik pembelian, namun hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik pembelian belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan praktik pembelian konsumen terhadap penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri dan alat kesehatan impor di Pabrik Besar Alat Kesehatan (PAK) Promedika Mitra Utama Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan survei cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang disebarkan kepada minimal 200 responden yang melakukan pembelian alat kesehatan di PT Promedika Mitra Utama selama bulan Juni hingga Agustus 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling, yaitu konsumen yang ditemui secara langsung dan bersedia mengisi kuesioner saat berkunjung ke PAK. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan praktik, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik pembelian alat kesehatan buatan dalam negeri dan alat kesehatan impor pada konsumen di PT Promedika Mitra Utama Kota Samarinda.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP SWAMEDIKASI OBAT DEMAM PADA ANAK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demam pada anak merupakan proses alami tubuh untuk melawan infeksi masuk ke dalam tubuh yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan lain-lain. Demam tinggi pada anak berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti kejang demam, kerusakan susunan saraf pusat, hingga kematian. Sebagai langkah awal, orang tua sering kali melakukan swamedikasi, yaitu tindakan memilih dan menggunakan obat secara mandiri untuk merawat anak. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi obat demam pada anak. Rancangan penelitiannya merupakan jenis studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi obat demam pada anak di Kelurahan Kerten Surakarta, Desa Wringinpitu Jombang dan Gunungrejo Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua secara umum berada pada kategori baik dengan persentase tertinggi mencapai 96,9%, diikuti 68,75% dan 64%. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan orang tua yang baik berperan dalam ketepatan swamedikasi demam pada anak, sehingga diperlukan peningkatan edukasi untuk mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PRAKTIK PEMBELIAN OBAT GENERIK DAN MEREK DAGANG PADA KONSUMEN APOTEK AaSIYAH MEDIKA KECAMATAN LINGGANG BIGUNG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingkat pengetahuan konsumen tentang obat generik dan obat merek dagang merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi praktik pembelian, namun hubungan keduanya belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pembelian obat generik dan merek dagang pada konsumen di Apotek Aasiyah Medika Kecamatan Linggang Bigung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan survei cross-sectional yang melibatkan 310 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling, yaitu konsumen yang ditemui secara langsung dan bersedia mengisi kuesioner saat berkunjung ke apotek selama periode 25 Juni hingga 6 Agustus 2025. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan praktik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pembelian, serta uji Cramér’s V untuk menilai keeratan hubungan tersebut. Analisis multivariat menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai pengaruh variabel demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan) serta tingkat pengetahuan terhadap praktik pembelian obat generik dan merek dagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (65%) dan praktik pembelian baik (62%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan praktik (Chi-Square = p 0,001; Cramér’s V = 0,238). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap praktik (β = 0,395; p 0,001), sedangkan variabel demografi tidak berpengaruh langsung signifikan (p > 0,05). Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan konsumen berperan sebagai faktor utama yang memengaruhi praktik pembelian obat, sementara variabel demografi hanya memberikan pengaruh yang terbatas.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum di masyarakat. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya melebihi 130/85 mmHg. Prevalensi hipertensi terus meningkat, sehingga pemahaman mengenai kondisi ini sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi di apotek. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka, seperti jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan hasil dalam bentuk tabel dan persentase untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai tingkat pemahaman pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi serta membantu meningkatkan edukasi terkait pengelolaan dan pencegahan hipertensi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penggunaan obat antihipertensi, meskipun masih terdapat kekeliruan dalam pemahaman terkait konsumsi obat bersama makanan tertentu dan pentingnya keteraturan dalam minum obat. Perbedaan tingkat pendidikan dan usia pasien juga berkontribusi terhadap variasi pemahaman yang dimiliki. Studi ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada pasien guna meningkatkan kepatuhan dan efektivitas terapi antihipertensi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP SWAMEDIKASI GASTRITIS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastritis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di masyarakat, ditandai dengan peradangan pada lapisan lambung yang dapat menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, dan perut kembung. Swamedikasi atau pengobatan sendiri menjadi salah satu pendekatan yang umum dilakukan untuk menangani gejala gastritis Gastritis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, infeksi bakteri H. pylori, kebiasaan makan makanan yang pedas, asam, minuman seperti soda, konsumsi kopi, alkohol, stres emosional, obat-obatan seperti NSAID, serta dapat juga disebabkan oleh faktor imunitas. Pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi tergolong baik, namun masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami, swamedikasi tentang gastritis, penggunaan obat dan informasi mengenai obat. Studi literatur ini bertujuan untu menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu mencari artikel terkait tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis dan mempelajari buku-buku terkait swamedikasi gastritis pada masyarakat dan melakukan penyajian data dalam, bentuk tabel deskriptif berdasarkan karateristik, tingkat pengetahuan masyarakat dalam swamedikasi gastritis. Objek penelitian ini yaitu artikel terkait tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan persentase pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di 2 wilayah berbeda yaitu masyarakat di Pangkalan Bun dengan persentase 87,0% dan di Gagaan Blora dengan persentase tinggi terhadap pemahaman pengetahuan swamedikasi gastritis yaitu 92,9%. Responden memahami pengetahuan swamedikasi gastritis, indikasi, aturan pakai serta efek samping.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Swamedikasi Obat Batuk di Apotek

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Swamedikasi merupakan pengobatan sendiri yang dilakukan masyarakat untuk meredakan gejala penyakit ringan. Banyak masyarakat yang melakukan swamedikasi tetapi tidak sesuai dengan kondisi pasien. Prevalensi tingkat swamedikasi menurut Badan Pusat Statistik tahun 2022 ada sekitar 84,34% dan tahun 2023 sekitar 79,75%. Salah satu swamedikasi yang sering dilakukan masyarakat adalah pengobatan batuk. Batuk adalah salah satu gejala dari dalam tubuh yang diakibatkan oleh zat-zat asing seperti debu, lendir, asap, dan rokok. Batuk diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu batuk produktif dan batuk non produktif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk di apotek. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi penelitian. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Objek penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang hasilnya akan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase tingkat pengetahuan masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di 2 wilayah berbeda, yaitu Apotek Berlian Kandat Kabupaten Kediri dengan persentase 85,56% dan Apotek Kota Bukittinggi dengan persentase 86,53% memiliki tingkat pengetahuan tinggi terhadap swamedikasi obat batuk. Responden memahami definisi batuk, jenis batuk, pemilihan obat yang sesuai serta aturan pakai. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mayaoritas pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk termasuk kategori tinggi.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah besar di seluruh dunia, virus ini yang menyerang sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sendiri terjadi karena masalah pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan kerusakan pada sel tertentu. Dimana remaja menjadi salah satu kelompok yang dianggap sebagai usia yang rentan terhadap HIV/AIDS karena kurangnya pengetahuan dengan sikap yang berisiko. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingkan hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deksriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa gambaran hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Hasil penelitian studi literatur dari kedua jurnal menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja, ditunjukkan dengan nilai p-value pada jurnal pertama yaitu 0,000 dan 0,001 pada jurnal kedua.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail