ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi adalah komorbiditas dominan (>80%) dan merupakan faktor risiko utama untuk komplikasi kardiovaskular (CVD) pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis. Berdasarkan guideline KDIGO 2024 Angiotensin Receptor Blockers (ARB) dan Calcium Channel Blockers (CCB) adalah terapi lini pertama. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan ARB dan CCB, baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi, dalam pengendalian hipertensi pada pasien hemodialisis. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur. Pencarian literatur dilakukan di basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect untuk menemukan artikel penelitian relevan yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2016-2025). Berdasarkan analisis kedua studi, pola penggunaan antihipertensi pada pasien hemodialisis menunjukkan bahwa CCB lebih dominan digunakan sebagai terapi tunggal (40% di RS Bali dan 51,8% di RS Makassar) dibandingkan ARB (15% di RS Bali dan 4,7% di RS Makassar). Kombinasi ARB dan CCB merupakan pola terapi kombinasi dua obat yang paling sering ditemukan. Amlodipine (CCB) dan candesartan (ARB) adalah obat yang paling banyak digunakan dari masing-masing golongan dan sisanya kombinasi 2-3 golongan obat. Penggunaan golongan CCB tunggal lebih disukai dibandingan golongan ARB tunggal maupun kombinasi karena didukung oleh profil keamanan CCB yang tidak menyebabkan hiperkalemia serta efektivitasnya dalam menurunkan tekanan darah pada populasi dengan aktivitas renin rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penyakit kardiovaskular (PKV), seperti penyakit jantung koroner dan stroke, merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Gaya hidup tidak sehat, termasuk pola makan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok, memperburuk prevalensi PKV. Suplementasi asam lemak omega-3 telah banyak diteliti sebagai strategi pencegahan PKV. Omega-3, terutama eikosapentaenoat (EPA) dan dokosaheksaenoat (DHA), memiliki manfaat dalam menurunkan kadar trigliserida, mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan fungsi endotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkait efektivitas omega-3 dalam pencegahan dan pengelolaan PKV. Diperlukan edukasi gizi dan kebijakan yang mendukung peningkatan konsumsi omega-3 untuk kesehatan kardiovaskular.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan sebagai penyakit kardiovaskular yang sangat umum. Hipertensi berkaitan dengan penurunan usia harapan hidup, peningkatan resiko stroke, penyakit jantung koroner, dan penyakit organ target lainnya seperti retinopati dan gagal ginjal. Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan gambaran penggunaan obat antihipertensi dibeberapa puskesmas di Indonesia.Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literature, menggunakan data sekunder yang berasal dari penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi: (1). Pengumpulan data berupa penyutingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan; (2). Penyajian data; (3). Penarikan kesimpulan. Objek penelitiannya yaitu penggunaan obat antihipertensi di beberapa puskesmas di Indonesia dan analisis datanya dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dari penelitian Hasil penelitian yang dilakukan di puskesmas Barong tongkok, Marawola dan Siantan Hilir dapat disimpulkan bahwa penderita hipertensi berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak adalah perempuan dan berdasarkan umur paling rentan terkena hipertensi dengan usia 46 – 55 tahun dikarenakan Semakin bertambahnya usia seseorang maka semakin tinggi risiko terjadinya penyakit hipertensi dan berdasarkan regimen penggunaan obat hipertensi adalah penggunaan obat tunggal