PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL MADU KELULUT (Heterotrigona itama) DAN FRAKSINYA DARI KECAMATAN LOA JANAN ILIR KOTA SAMARINDA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Madu kelulut (Heterotrigona itama) adalah madu alami yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat seperti yang banyak dibudidayakan di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa jenis madu tanpa sengat memiliki senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya yaitu flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total madu kelulut budidaya dan fraksinya dari Kecamatan Loa Janan Ilir Kota Samarinda Kalimantan Timur dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan objek atau sampel yang diteliti adalah madu hasil lebah kelulut (Heterotrigona itama). Prosedur penelitian meliputi determinasi hewan, pengumpulan bahan baku, ekstraksi menggunakan pelarut etanol 95% dengan metode maserasi, fraksinasi ekstrak kental menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol, skrinning fitokimia dan uji kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding kuersetin. Kadar flavonoid total dinyatakan dalam satuan mgQE/gram ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid ekstrak etanol 95% adalah 0,0607±0,0064 mgQE/g, fraksi n-heksana 0,0571±0,0012 mgQE/g, fraksi etil asetat 0,2031±0,0017 mgQE/g, dan fraksi air 0,0198±0,0008 mgQE/g. Uji normalitas menunjukkan distribusi nilai kadar flavonoid total dari keempat kelompok uji adalah normal dan uji homogenitas nilai kadar flavonoid total menghasilkan nilai p-value 0,05 (tidak homogen). Berdasarkan Uji Kruskal-Wallis, nilai signifikansi (Sig.) 0,025 ( 0,05) menunjukkan bahwa rata-rata kadar flavonoid dari keempat kelompok perlakuan (ekstrak etanol 95%, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol-air) berbeda secara signifikan.