Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kata Kunci: Toksisitas akut
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Toksisitas Akut Produk Prototipe Haruan Soybean Pada Mencit Putih (Mus Musculus) Berdasarkan Organization For Economic Co-Operation And Develompment (OECD)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Toksisitas akut merupakan salah satu tahapan penting dalam pengujian keamanan produk berbahan alam sebelum dikembangkan lebih lanjut dan memperoleh izin edar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LD₅₀ semu, klasifikasi tingkat toksisitas akut, serta gambaran gejala toksik Produk Prototipe Haruan Soybean pada mencit putih (Mus musculus) berdasarkan pedoman Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) Guideline No. 423. Produk Prototipe Haruan Soybean merupakan formulasi yang terdiri atas 70% minyak ikan haruan (Channa striata) dan 30% minyak kedelai (Glycine max). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Acute Toxic Class Method OECD 423. Sebanyak 9 ekor mencit putih jantan dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan dan diberikan dosis tunggal secara oral sebesar 300 mg/kgBB, 2.000 mg/kgBB, dan 5.000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi gejala toksik, mortalitas, dan perubahan berat badan selama 14 hari pengamatan. Data gejala toksik dan mortalitas dianalisis secara deskriptif, sedangkan data perubahan berat badan dianalisis menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat kematian pada seluruh hewan uji hingga dosis 5.000 mg/kgBB sehingga nilai LD₅₀ semu Produk Prototipe Haruan Soybean ditetapkan >5.000 mg/kgBB dan termasuk kategori Unclassified atau praktis tidak toksik. Gejala toksik yang muncul berupa grooming dan tremor ringan yang bersifat sementara, terutama pada kelompok dosis 2.000 mg/kgBB dan 5.000 mg/kgBB, tanpa disertai gejala toksik berat maupun kematian. Seluruh kelompok mencit mengalami peningkatan berat badan yang signifikan secara statistik (p0,05) selama masa pengamatan. Berdasarkan hasil tersebut, Produk Prototipe Haruan Soybean memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah dan masih dapat ditoleransi oleh tubuh mencit pada pemberian dosis akut.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS AKUT MINYAK IKAN HARUAN (Channa striata) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan haruan (Channa striata) memiliki berbagai manfaat dan telah terbukti secara ilmiah, mampu meningkatkan kadar albumin, memperkuat daya tahan tubuh, serta mempercepat penyembuhan luka. Minyak ikan haruan mengandung asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6. Meskipun manfaat minyak dari ikan haruan dalam pengobatan telah terbukti, informasi mengenai keamanannya masih terbatas sehingga diperlukan uji toksisitas akut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, bertujuan mengetahui nilai LD50 dan gejala toksisitas akut minyak ikan haruan terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Objek yang diteliti adalah minyak ikan haruan, variabel bebas pada penelitian ini adalah dosis minyak ikan dengan konsentrasi yang berbeda dari tiap dosisnya yaitu 15.000 mg/kgBB, 7.500 mg/kgBB, 3.750 mg/kgBB, 1.837 mg/kgBB, dan 937,5 mg/kgBB. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi hewan, penyiapan sampel ikan haruan, ekstraksi (wet rendering) diperoleh 1,8 kg, pengepresan minyak kasar diperoleh 78,69g, pemurnian minyak ikan diperoleh 60,50g yaitu 3,36%, penyiapan hewan uji selama 14 hari, perlakuan pada hewan uji selama 24 jam, dan dilanjutukan pengamatan selama 7 hari. Gejala gejala yang muncul pada hewan uji pada kelompok 1 yaitu perilaku (menggaruk-garuk, menunduk, dan ketakutan), syaraf otot (gemetar, ekor membengkok), pernapasan (sesak napas) bahkan sampai mengalami mengalami kematian. Sedangkan pada kelompok II, III, IV, dan V hanya menimbulkan tanda gejala toksik umum tidak sampai kematian yaitu perilaku (menggaruk-garuk, menunduk, dan ketakutan), syaraf otot (gemetar, ekor membengkok, dan pernapasan (sesak napas). Nilai LD50 dengan dosis 15.000 mg/kgBB didapatkan hasil dari perhitungan farmakope Indonesia yaitu 16.602,94 termasuk dalam kategori praktis tidak toksik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail