Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Melastoma malabathricum L.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI FORMULA SUNSCREEN STICK EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) DENGAN KOMBINASI CARNAUBA WAX DAN CERA ALBA SEBAGAI BASIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari tinggi memerlukan perlindungan kulit dengan penggunaan tabir surya, serta pengembangan tabir surya berbahan alami semakin diminati karena lebih aman. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan serta mampu menyerap radiasi UV. Ekstrak daun senduduk diformulasikan dalam bentuk sunscreen stick karena praktis, stabil, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimum carnauba wax dan cera alba sebagai basis sunscreen stick ekstrak daun senduduk yang memenuhi persyaratan fisik dan nilai SPF sediaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak daun senduduk diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan aplikasi Design Expert versi 13 dengan memvariasikan konsentrasi carnauba wax dan cera alba sebagai variabel bebas. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada carnauba wax 10% dan cera alba 20% dengan nilai desirability sebesar 0,669. Formula optimum menghasilkan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria, meliputi pH 5,72, daya sebar 5,63 cm, daya lekat 26,12 detik, dan titik leleh 62°C. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm dengan perhitungan menggunakan rumus Mansur.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Perbandingan Kadar Antioksidan pada Ekstrak Etanol Daun, Ranting, dan Batang Senduduk (Melastoma malabathricum L.) dengan Metode DPPH

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel tubuh dan memicu penyakit degeneratif seperti kanker, penuaan dini, dan penyakit jantung. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas tersebut. Tanaman senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar aktivitas antioksidan ekstrak etanol dari daun, ranting, dan batang senduduk dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) melalui studi literatur. Data diperoleh dari dua jurnal utama dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang senduduk memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 88% pada konsentrasi 100 ppm, diikuti oleh ranting (82%) dan daun (80%) pada konsentrasi 50 ppm. Nilai estimasi IC₅₀ seluruh bagian berada di bawah 50 ppm, menunjukkan kategori antioksidan kuat. Perbedaan aktivitas ini berkaitan erat dengan kandungan metabolit sekunder masing-masing bagian tanaman. Kandungan flavonoid dan tanin yang lebih tinggi pada batang diyakini berperan besar dalam memberikan aktivitas antioksidan tertinggi. Metode DPPH yang digunakan dalam pengujian memiliki kelebihan dalam kecepatan, kesederhanaan, dan sensitivitas terhadap donor elektron atau atom hidrogen. Hasil studi ini menegaskan bahwa seluruh bagian tanaman senduduk, terutama batangnya, memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang efektif untuk menangkal radikal bebas dan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk herbal atau fitofarmaka

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail