Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: radikal bebas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BATANG JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-Diphenyl- 1- picrylhydrazyl)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang bersifat reaktif dan dapat menyebabkan stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Salah satu upaya untuk menanggulangi dampak radikal bebas adalah dengan penggunaan antioksidan, terutama yang berasal dari bahan alam. Batang jarak pagar diketahui mengandung metabolit sekunder yaitu flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Efektivitas senyawa ini sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi, terutama pemilihan konsentrasi pelarut, yang menentukan jumlah dan jenis senyawa aktif yang terekstraksi. Oleh karena itu, variasi konsentrasi etanol perlu dikaji untuk memperoleh aktivitas antioksidan yang optimal. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan 95% batang jarak pagar berdasarkan nilai IC50. Penelitian eksperimental ini meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, ekstraksi maserasi, penetapan rendemen dan kadar air ekstrak, skrining fitokimia, serta uji aktivitas antioksidan secara in vitro menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan susut pengeringan simplisia 9,47 ± 0,01%, rendemen ekstrak etanol 70% dan 95% masing-masing 9,53% dan 7,18%, dan kadar air 16,00 ± 0,00% dan 14,33 ± 0,58%. Skrining fitokimia menunjukkan kandungan alkaloid, flavonoid, fenolik, dan terpenoid/steroid pada kedua ekstrak, namun negatif saponin. IC50 vitamin C sebagai kontrol positif tergolong sangat kuat (14,24 ppm ± 5,85), sedangkan kedua ekstrak etanol tergolong sangat lemah (517,18 ppm ± 29,36 dan 500,40 ppm ± 8,49), tanpa perbedaan signifikan (p=0,661). Data yang diperoleh terdiri atas data kualitatif dari skrining fitokimia dan kuantitatif berupa nilai IC50 aktivitas antioksidan, yang dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi, tabel, dan grafik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan alami mendorong pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber antioksidan. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pepaya (Carica papaya L.) yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan dalam menetralisasi radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stress oksidatif dan menyebabkan kerusakan sel. Antioksidan bekerja dengan mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun pepaya menggunakan metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl). Metode DPPH dipilih karena sederhana, cepat, sensitif, serta mampu memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan suatu senyawa dalam meredam radikal bebas. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis berdasarkan nilai IC50 serta faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tahap penelitian yaitu mengumpulkan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data yang kemudian diringkas sehingga diperoleh data utama, penyajian data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan ekstrak daun pepaya. Berdasarkan analisis data dari artikel utama yang digunakan menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan pelarut etanol 80% memiliki aktivitas antioksidan lebih kuat (IC₅₀ 21,35 ppm) dibandingkan etanol 96% (IC₅₀ 22,24 ppm).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULITBUAH TAMPOI (Baccaurea Macrocarp) MENGUNAKAN METODE ABTS ( 2,2 -azinobis-(3-etilbenzoti- oazolin-6-asam sulfonat)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama : Evline Christina Program Studi : Sarjana Farmasi Judul skripsi : Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Tampoi (Beccaurea Macrocarp) Menggunakan Metode ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzoti-oazolin-6-sulfonic acid) Pembimbing : 1. apt. Reksi Sundu, M. Sc. 2. Dr. apt.Triswanto Sentat, M. Farm-Klin. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan, sehingga sangat reaktif dan dapat merusak sel-sel tubuh melalui reaksi oksidasi. Kerusakan akibat radikal bebas dapat dicegah oleh senyawa antioksidan yang mampu menghambat proses oksidasi. Antioksidan alami dapat ditemukan dalam berbagai tanaman, salah satunya adalah kulit buah tampoi yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah tampoi menggunakan pelarut etanol 70%, berdasarkan nilai IC50 (Inhibitory Concentration). Penelitian ini bersifat eksperimental dan menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat) secara kuantitatif, yang dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan vitamin C sebagai pembanding.Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, penetapan susut pengeringan (diperoleh sebesar 4,62%), penetapan kadar air (20,54%), skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah tampoi mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Semakin kecil nilai IC50, maka semakin tinggi aktivitas antioksidan suatu senyawa. Uji aktivitas antioksidan vitamin C sebagai pembanding yang digunakan sebagai standar memiliki IC50 rata-rata 0,6658 ppm. Sedangkan uji aktivitas antioksidan terhadap ekstrak etanol kulit buah tampoi menjukan nilai IC50 rata-rata Hasil 10,5387 ppm, yang termasuk dalam katagori aktivitas antioksidan sangat kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahawa ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki potensi sebagai antioksidan yang sangat kuat. Kata kunci : radikal bebas, antioksidan, Beccaurea macrocarp, IC50, ABTS. ABSTRACT Name : Evline Christina Study Program : Bachelor ofPharmacy Thesis Proposal Title : Antioxidant Activity Test of Tampoi Fruit Peel Extract (Beccaurea Macrocarp) Using ABTS Method (2,2- azinobis-(3-ethylbenzoti-oazolin-6-sulfonic acid) Counsellor : 1. apt. Reksi Sundu, M. Sc. 2. Dr. apt.Triswanto Sentat, M. Farm-Klin. Free radicals are atoms or molecules that have one or more unpaired electrons, making them very reactive and capable of damaging body cells through oxidation reactions. Damage caused by free radicals can be prevented by antioxidant compounds that can inhibit the oxidation process. Natural antioxidants can be found in various plants, one of which is the skin of the tampoi fruit, which has potential as a source of antioxidants. This study aims to determine the potential antioxidant activity of the tampoi fruit skin extract using 70% ethanol solvent, based on the IC50 (Inhibitory Concentration) value. This research is experimental and uses the ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) method quantitatively, which is analyzed using UV-Vis spectrophotometry with vitamin C as a comparator. The research stages include sampling, plant determination, simplisia preparation, extract preparation, determination of drying loss (obtained at 4.62%), determination of water content (20.54%), phytochemical screening, and antioxidant activity testing. The results of the phytochemical screening indicate that the extract of tampoi fruit peel contains active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. The lower the IC50 value, the higher the antioxidant activity of a compound. The results of the antioxidant activity test show that the ethanol extract of tampoi fruit peel has an average IC50 value of 10.5387 ppm, which falls into the category of very strong antioxidant activity. Keywords : free radical, antioxidant, Baccaurea macrocarp, IC50, ABTS.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Perbandingan Kadar Antioksidan pada Ekstrak Etanol Daun, Ranting, dan Batang Senduduk (Melastoma malabathricum L.) dengan Metode DPPH

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel tubuh dan memicu penyakit degeneratif seperti kanker, penuaan dini, dan penyakit jantung. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas tersebut. Tanaman senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar aktivitas antioksidan ekstrak etanol dari daun, ranting, dan batang senduduk dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) melalui studi literatur. Data diperoleh dari dua jurnal utama dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang senduduk memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 88% pada konsentrasi 100 ppm, diikuti oleh ranting (82%) dan daun (80%) pada konsentrasi 50 ppm. Nilai estimasi IC₅₀ seluruh bagian berada di bawah 50 ppm, menunjukkan kategori antioksidan kuat. Perbedaan aktivitas ini berkaitan erat dengan kandungan metabolit sekunder masing-masing bagian tanaman. Kandungan flavonoid dan tanin yang lebih tinggi pada batang diyakini berperan besar dalam memberikan aktivitas antioksidan tertinggi. Metode DPPH yang digunakan dalam pengujian memiliki kelebihan dalam kecepatan, kesederhanaan, dan sensitivitas terhadap donor elektron atau atom hidrogen. Hasil studi ini menegaskan bahwa seluruh bagian tanaman senduduk, terutama batangnya, memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang efektif untuk menangkal radikal bebas dan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk herbal atau fitofarmaka

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT DAN DAGING BUAH TAMPOI (Baccaurea macrocarpa) DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas adalah molekul yang tidak berpasangan dengan sifat yang tidak stabil dan sangat reaktif. Radikal bebas berasal dari sumber endogen (dari dalam tubuh) dan eksogen (polusi udara, radiasi, asap rokok, bahan kimia industri, dan paparan sinar matahari). Salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit adalah karena kerusakan sel-sel tubuh oleh radikal bebas. Buah tampoi (Baccaurea macrocarpa) dapat ditemukan di Kalimantan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil akhir IC50 dari aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea macrocarpa). Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penelitian diawali dengan pengumpulan sampel, penentuan tanaman, dan pengolahan simplisia, persiapan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah tampoi mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, dan steroid. Semakin kecil hasil IC50 membuktikan semakin tinggi aktivitas antioksidan. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah tampoi memiliki nilai IC50 rata-rata 14,5785 ppm (sangat kuat). Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan menggunakan vitamin C sebagai perbandingan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Biji Semangka Kuning (Citrullus lanatus (Thunb.)) Dengan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil).

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil yang dapat memicu stres oksidatif. Stres oksidatif dapat memicu kerusakan sel, jaringan, hingga gangguan paru-paru, yang kemudian akan menyebabkan penyakit degeneratif. Salah satu cara untuk mengurangi stres oksidatif adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh melalui terapi antioksidan, dimana antioksidan dapat ditemukan pada salah satu bahan alam yaitu biji semangka karena memiliki senyawa fenol dan flavonoid. Fenol dan flavonoid adalah salah satu senyawa antioksidan karena dapat mendonorkan atom hidrogen pada senyawa radikal sehingga senyawa radikal dapat bersifat stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji semangka kuning (Citrullus lanatus (Thunb.)). Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Objek pada penelitian ini adalah aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji semangka kuning. Proses penelitian ini dimulai dari pengumpulan sampel semangka kuning dengan kriteria tertentu, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, skrining fitokimia, serta penetuan aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji semangka kuning dengan menggunakan vitamin C sebagai pembanding. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH (1,1-definil-2piklhidrazil) secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh berupa data kualitatif yang dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi, tabel dan grafik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak metanol biji semangka kuning memiliki nilai IC50 rata-rata sebesar 409,2876 ppm yang dikategorikan sebagai antioksidan lemah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIJI DAN DAUN PANGI (Pangium edule Reinw.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pangi (Pangium edule Reinw.) tumbuh subur di sebagaian besar wilayah Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Tumbuhan pangi merupakan tumbuhan serbaguna yang hampir semua bagian dari tumbuhan ini memiliki manfaat. Tumbuhan ini mengandung flavonoid, terpenoid, alkaloid, saponin dan berkhasiat sebagai antioksida. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan cara mengikat radikal bebas. Tumbuhan ini juga mengandung asam sianida dan mengandung asam glutamat. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antioksidan biji dan daun pangi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan daun dan biji pangi. Studi ini bermanfaat untuk digunakan sebagai kelengkapan informasi terkait antioksidan pangi. Data yang digunakan pada studi ini adalah data sekunder yang yang berasal dari beberapa penelitian. Nilai IC50 daun pangi, biji pangi tanpa perebusan, biji pangi dengan perebusan 5 menit, 10 menit, maupun 15 menit berurutan adalah 831,33 ppm, 9756,61 ppm, 10949,34 ppm, 12882,72 ppm dan 15704,79 ppm. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat persamaan aktivitas antioksidan dari daun dan biji pangi.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail