ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nama : Made Diah Ayu Dwi Putri Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Gambaran Drug Related Problems (DRPs) Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Pasien Pediatri Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. H. Soewondo Kendal Pembimbing : 1. apt. Rusdiati Helmidanora, M.Sc. 2. apt. Heri Wijaya, S.Farm., M.Si.,Ph.D. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang umum ditemukan pada pasien anak yang menjalani perawatan di rumah sakit. Penanganan terapi ISPA pada populasi pediatri memerlukan ketelitian tinggi karena adanya risiko terhadap Drug Related Problems (DRPs). Kondisi fisiologis anak yang belum matang serta kebutuhan penyesuaian dosis berdasarkan usia menjadikan kelompok ini lebih rentan terhadap ketidaktepatan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian DRPs pada pengobatan pasien pediatri dengan diagnosis ISPA di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. H. Soewondo Kendal selama periode 2022–2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari rekam medis pasien anak usia 0–18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel sebanyak 105 pasien, diambil melalui metode total sampling berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus Slovin. Identifikasi DRPs mengacu pada klasifikasi Cipolle yang mencakup: kebutuhan obat yang belum terpenuhi, penggunaan obat yang tidak diperlukan, ketidaktepatan pemilihan obat, dosis terlalu tinggi atau terlalu rendah, efek samping obat, serta masalah kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian DRPs paling banyak ditemukan pada kategori dosis tidak tepat sebanyak 48 kejadian (45,71%), diikuti oleh penggunaan obat tanpa indikasi sebanyak 39 kejadian (37,14%), kebutuhan obat yang belum terpenuhi sebanyak 14 kejadian (13,33%), dan ketidaktepatan pemilihan obat sebanyak 4 kejadian (3,81%). Obat yang paling sering terlibat dalam DRPs adalah antibiotik golongan sefalosporin, terutama ceftriaxone, serta obat simtomatik seperti ambroxol dan paracetamol. Dalam penelitian ini juga tercatat 29 kasus interaksi obat yang terdiri atas 2 kategori major, 23 kategori moderate, dan 4 kategori minor. Kombinasi interaksi yang paling sering ditemukan adalah antara FDC rifampicin, isoniazid, dan pyrazinamide dengan parasetamol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan obat off-label pada pasien pediatri merupakan permasalahan yang umum terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, akibat terbatasnya data uji klinis pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis obat yang digunakan secara off-label dalam praktik klinis pada pasien pediatri serta mengetahui alasan penggunaan kategori off-label tersebut. Penelitian ini merupakan studi literatur yang mengacu pada dua jurnal ilmiah, yaitu penelitian Dera dan Suri (2022) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung dan Garcia-Lopez dkk (2020) di Madrid, Spanyol. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dalam tabel, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jurnal pertama ditemukan penggunaan obat off-label sebesar 19,6%, dengan kategori terbanyak berdasarkan usia (16,29%), dan golongan obat kardiovaskular mendominasi (54,54%), terutama captopril dan lisinopril. Pada jurnal kedua, lebih dari separuh resep (52,5%) bersifat off-label dengan kategori terbanyak berdasarkan indikasi (36,1%), dan golongan obat sistem saraf pusat mendominasi (50,2%), terutama morfin oral dan levetiracetam
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian yang digunakan
untuk meminimalkan terjadinya kesalahan pada peresepan obat. Peresepan pada
anak memiliki resiko yang tinggi dalam pengobatan sebesar sepuluh kali lipat
dibandingkan dengan peresepan pada dewasa. Tingginya resiko ini disebabkan
perbedaan pada massa tubuh anak di mana dosis dihitung secara individu
berdasarkan usia, berat badan, atau luas permukaan tubuh. Pengkajian ini bertujuan
untuk mengetahui tentang gambaran kelengkapan aspek administratif dan
farmasetis pada resep pasien pediatrik di instalasi rawat jalan rumah sakit.
Berdasarkan resep yang diamati dari Rumah Sakit Azzahra Kalirejo Lampung
Tengah dan Rumah Sakit Umum Daerah Lambuang Baji, masih ditemukan
ketidaklengkapan dalam penulisan resep menurut Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Rumah Sakit. Berdasarkan hasil studi literatur terkait kelengkapan penulisan resep
pasien pediatrik di instalasi rawat jalan Rumah Sakit menunjukkan bahwa terdapat
4 (empat) aspek administratif yang persentase ketidaklengkapannya paling besar
yaitu berat badan pasien. Sedangkan pada aspek farmasetis yang memiliki
persentase ketidaklengkapan paling besar adalah kekuatan sediaan obat serta aturan
dan cara penggunaan obat.