ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas pelayanan farmasi yang baik dapat dilihat dari kepuasan pasien. Hal utama yang perlu diperhatikan dari instalasi farmasi rumah sakit adalah pelayanan farmasi. Kepuasan pasien dalam kaitannya dengan pelayanan kefarmasian dapat diukur berdasarkan lima dimensi yaitu dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan berwujud. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pelayanan farmasi rawat jalan di rumah sakit. Dari data perbandingan pelayanan farmasi rawat jalan di Rumah Sakit diharapkan sebagai informasi, edukasi serta menambah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pelayanan farmasi rawat jalan. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian yaitu penggunaan pelayanan farmasi rawat jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu Kabupaten Blora dan Rumah Sakit Sumedang Kabupaten Sumedang. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa persentase data karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta data persentase skor rata-rata pelayanan kefarmasian berdasarkan dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan berwujud.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan pasien merupakan suatu target yang sering diterapkan dengan cara membandingkan hasil pelayanan kesehatan yang diterima dengan harapannya dalam bentuk respon emosional (perasaan senang dan puas). Studi ini bertujuan untuk membandingkan gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di instalasi farmasi rawat jalan di beberapa rumah sakit. Berdasarkan jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan. Berdassarkan dari hasil membandingkan tingkat kepuasan pasien di instalasi farmasi rawat jalan RSUD Labuang Aji Makassar, RSIA di Kota Kupang, dan RS Santa Elisabeth Ganjuran Bantul di dapat persentase rata-rata dari ke tiga rumah sakit tersebut pada dimensi ketanggapan sebesar 80,61% puas, jaminan kepastian sebesar 78,80% puas, empati sebesar 81,57% puas, kehandalan sebesar 78,24% puas, dan dimensi penampilan 78,71% puas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk menggambarkan waktu tunggu pelayanan resep pasien BPJS di rumah sakit. Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator penting untuk menjaga kinerja mutu rumah sakit. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa jurnal penelitian. Berdasarkan Keputusan Kemenkes RI NO : 129/Menkes/sk/II/2008 untuk resep non racIkan 30 menit dan resep racikan 60 menit. Hasil penelitian studi ini rata-rata pelayanan resep non racikan 20,44 menit: 2,65 menit dan 83,76 menit. Rata-rata pelayanan resep racikan 30,95 menit: 15,53 menit dan 91,08 menit. Kesimpulan yang di dapat waktu tunggu pelayanan resep dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia, Jenis Resep, Sarana dan Prasarana dan SOP Rumah Sakit.