Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Instalasi Farmasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penyimpanan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan dalam penyimpanan sediaan farmasi bahan medis habis pakai serta sediaan farmasi dan alat kesehatan. Persyaratan kefarmasian dalam penyimpanan obat yang dimaksud meliputi stabilitas dan keamanan, cahaya, kelembaban, sanitasi, ventilasi, dan penggolongan jenis sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kesesuaian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini merupakan non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara kualitatif dan kuantitatif, berdasarkan pengamatan untuk menghasilkan data informasi menggunakan formulir daftar periksa atau form checklist. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan total sampling. Data kualitataif yang diperoleh dari hasil lembar pengumpulan data melalui form checklist observasi disajikan dalam bentuk berupa narasi, lembar form checklist observasi berupa persentase persen untuk kategori penilaian dari penelitian ini dimasukkan pada bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda sudah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian yang sudah dilakukan seperti persyaratan penyimpanan persentase yang di dapatkan sebesar 100%, komponen penyimpanan 100%, pengaturan penyimpanan 100%, metode penyimpanan 100%, pengelolaan obat emergency 100%, dan untuk peralatan penyimpanan 100%. Hasil evaluasi penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda masih terdapat banyak indikator yang belum sesuai standarseperti hasil nilai TOR sebesar 2.127.63 kali, persentase obat kadaluarsa sebesar 1.854.737 %, persentase stok obat mati 9,1%, persentase kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 76,22%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Penerimaan Teknologi Dalam SIMRS Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan teknologi yang digunakan untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan dengan mengelola informasi secara terintegrasi dan efisien. Instalasi Farmasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan telah menerapkan SIMRS untuk mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan akurasi pengelolaan data obat. Namun, keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada sejauh mana sistem tersebut diterima dan digunakan oleh para penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penerimaan SIMRS di Instalasi Farmasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Model ini mencakup lima konstruk utama, yaitu Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual System Usage. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel dalam model TAM memberikan pengaruh signifikan terhadap penggunaan SIMRS. Kemudahan dan manfaat yang dirasakan merupakan faktor utama yang memengaruhi sikap dan niat pengguna dalam menggunakan sistem. Secara keseluruhan, tingkat penerimaan SIMRS di instalasi farmasi tergolong tinggi, dan sistem ini dinilai mendukung efisiensi pelayanan kefarmasian.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT YANG BENAR DI RSUD AJI MUHAMMAD SALEHUDDIN II

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan dan pendistribusian obat merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit karena berkaitan dengan mutu, keamanan, ketersediaan, dan ketepatan penggunaan obat bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penyimpanan dan pendistribusian obat yang benar di RSUD Aji Muhammad Salehuddin II berdasarkan Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pengumpulan data melalui observasi, lembar checklist, dan wawancara terhadap petugas yang terlibat dalam pengelolaan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi. Pengamatan meliputi penyimpanan obat di seluruh Instalasi Farmasi serta pendistribusian obat pada pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ruangan dan fasilitas penyimpanan memperoleh persentase sebesar 93,33%, sedangkan penyimpanan obat di seluruh Instalasi Farmasi memperoleh persentase sebesar 90,91%. Pada aspek pendistribusian obat, pelayanan rawat jalan memperoleh persentase sebesar 80%, sedangkan pelayanan rawat inap memperoleh persentase sebesar 66%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pelaksanaan penyimpanan dan pendistribusian obat di RSUD Aji Muhammad Salehuddin II telah memenuhi standar Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016. Penerapan standar dalam penyimpanan dan pendistribusian obat perlu dipertahankan serta dilakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk menjaga mutu dan keamanan obat serta meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI MEDICATION ERROR PADA RESEP PASIEN POLI INTERNA DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Medication error merupakan permasalahan penting dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit yang dapat terjadi pada setiap tahapan penggunaan obat dan berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Kesalahan ini sering ditemukan pada pelayanan obat, mulai dari penulisan resep, penerjemahan, penyiapan, hingga pemberian obat kepada pasien, khususnya di poli interna yang umumnya memiliki penyakit dengan terapi obat yang kompleks, sehingga berisiko lebih tinggi mengalami medication error. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengidentifikasi medication error pada resep pasien poli interna di instalasi farmasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis medication error yang terjadi dalam proses pelayanan resep pada pasien poli interna di instalasi farmasi rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah yang relevan dan dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025). Penelusuran literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan Publish or Perish. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan merangkum dan menyajikan temuan dalam bentuk tabel dan narasi untuk menarik kesimpulan mengenai kejadian medication error.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT DI SULAWESI UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat di beberapa Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Sulawesi Utara. Gudang adalah tempat pemberhentian sementara barang sebelum dialirkan dan berfungsi mendekatkan barang kepada pemakai sehingga menjamin kelancaran permintaan dan keamanan persediaan. Instalasi farmasi merupakan unit pelaksana yang dapat menyelenggarakan pengelolaan sediaan farmasi. Penyimpanan bertujuan untuk memelihara mutu sediaan farmasi khususnya obat dan menjaga ketersediaan obat. Penyimpanan obat yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan obat, sehingga obat harus disimpan dengan baik agar tetap terjaga dan dapat mengurangi kerugian dari rumah sakit yang diakibatkan dari obat - obatan yang rusak. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, menelaah jurnal ilmiah. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu membuat gambaran berdasarkan data – data yang dikumpulkan dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian pada prosedur penyimpanan obat di beberapa Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Sulawesi Utara dengan menyesuaikan ketentuan Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016, prosedur penyimpanan obat di Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit Advent Manado dan Rumah Sakit Bhayangkara Manado sudah sesuai, sedangkan untuk Rumah Sakit yang belum memenuhi yaitu di RSUD Noongan Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang belum menerapkan penyimpanan obat berdasarkan kelas terapi dan juga belum memiliki pengaturan kelembaban, pengaturan suhu ruangan dan papan alas (pallet).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumah Sakit merupakan suatu unit pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu bagian di Rumah Sakit yang bertanggung jawab atas proses pengelolaan obat adalah Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Pengelolaan perbekalan farmasi merupakan suatu siklus kegiatan, dimulai dari pemilihan, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, administrasi dan pelaporan serta evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui profil pengelolaan obat dan kesesuaian pengelolaan obat di Instalasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda. Sumber data yang digunakan adalah berupa hasil wawancara dan hasil observasi langsung serta telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Maret 2021. Obyek penelitian adalah sistem pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda. Teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN INSTALASI FARMASI DI RUMAH SAKIT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk membandingkan strategi pengembangan instalasi farmasi di RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow, RSUD dr. Harjono Ponorogo, dan RSUD Sayang Rakyat Makassar. Rumah sakit adalah lembaga pelayanan publik yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang dituntut untuk menyediakan layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Satu-satunya divisi rumah sakit yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengendalian seluruh sediaan farmasi serta perbekalan kesehatan lain yang beredar dan digunakan di rumah sakit adalah instalasi farmasi rumah sakit (IFRS). Seiring dengan bertambah tingginya tuntutan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, maka instalasi farmasi rumah sakit perlu membuat strategi-strategi dengan melakukan analisis lingkungan baik internal maupun eksternal yang dikenal dengan analisis SWOT. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari dua jurnal penelitian. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah literatur ilmiah yang terkait.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit, mengharuskan rumah sakit mengembangkan kebijakan pengelolaan obat untuk meningkatkan keamanan khususnya obat high alert medication. Obat high alert adalah obat yang persentasinya tinggi dalam menyebabkan terjadi kesalahan. Obat yang membutuhkan penanganan khusus baik dari segi penyimpanan dan pelayanannya yang mana berbahaya jika terjadi kesalahan dalam pelayanan yang dapat membahayakan keselamatan pasien. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obathigh alert di instalasi farmasi rumah sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Objek penelitian ini adalah penyimpanan obat high alert di beberapa instalasi farmasi rumah sakit di Indonesia yaitu, RS wava husada kepanjen kabupaten malang, IFRS idaman banjarbaru kalimantan selatan dan IFRS bhayangkara sulawesi tenggara. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Kesimpulan yang dapat diambil pada penelitian ini adalah jumlah keseluruhan presentase kesesuaian penyimpanan obat high alert di IFRSD idaman banjarbaru yang sesuai SPO sebanyak 83,48% dan yang tidak sesuai sebanyak 16,52%. Kesesuaian penyimpanan obat high alert di RS wava husada kepanjen kabupaten malang pada depo rawat jalan sebesar 73,33%, depo rawat inap 73,33%, depo IGD 80,00%, dan depo OK 80,00%. Penyimpanan obat Look Alike Sound Alike di IFRS bhayangkara sudah sesuai dengan peraturan, tetapi penerapannya belum sepenuhnya dilakukan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekosongan obat, obat kadaluarsa, stok obat mati, dana yang kurang serta perbedaan data obat dengan kartu stok, adalah serangkaian masalah yang sering terjadi, sehingga pengelolaan obat yang baik harus benar-benar diterapkan untuk menjamin ketersediaan perbekalan farmasi di Instalasi farmasi Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran evaluasi pengelolaan obat di Instalasi farmasi beberapa Rumah Sakit Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa evaluasi pengelolaan obat di instalasi farmasi rumah sakit. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal dan majalah farmasi serta melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil dari penelitian studi literatur dari parameter yang diteliti secara berurutan menunjukkan Ketersediaan dana, 95,53%, 100%, 54,66%. Penyimpangan perencanaan, 8,75%, 9,15%, 10,98%. Kecocokan laporan persediaan obat dengan kartu stok, 100%, 93,22%, 73%. Obat kadaluarsa, 0,32%, 0,33%, 2,8%. Stok obat mati, 8,57%, 7,96%, 4%. Waktu kekosongan obat, 2,1%, 2,19%, 2,87%. Obat yang dilayani, 98,97%, 97,95%, 99,02%. Kesimpulan dari evaluasi pengelolaan obat dibeberapa Instalasi Farmasi Rumah Sakit menunjukkan masih banyak parameter yang harus ditingkatkan dalam pengelolaan obat di Rumah Sakit yaitu pada parameter penyimpangan perencanaan, kecocokan laporan persediaan obat dengan kartu stok, obat kadaluarsa, stok obat mati dan waktu kekosongan obat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI BEBERAPA RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepuasan pasien merupakan suatu target yang sering diterapkan dengan cara membandingkan hasil pelayanan kesehatan yang diterima dengan harapannya dalam bentuk respon emosional (perasaan senang dan puas). Studi ini bertujuan untuk membandingkan gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di instalasi farmasi rawat jalan di beberapa rumah sakit. Berdasarkan jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan. Berdassarkan dari hasil membandingkan tingkat kepuasan pasien di instalasi farmasi rawat jalan RSUD Labuang Aji Makassar, RSIA di Kota Kupang, dan RS Santa Elisabeth Ganjuran Bantul di dapat persentase rata-rata dari ke tiga rumah sakit tersebut pada dimensi ketanggapan sebesar 80,61% puas, jaminan kepastian sebesar 78,80% puas, empati sebesar 81,57% puas, kehandalan sebesar 78,24% puas, dan dimensi penampilan 78,71% puas.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail