STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL HERBA SIRIH CINA (Peperomia pellucida L.) DENGAN METODE DPPH (1,1 Diphenyl-2-Pichrydrazyl)
Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam terjadinya berbagai penyakit degeneratif. Salah satu sumber antioksidan alami yang berpotensi adalah herba sirih cina (Peperomia pellucida L.) yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenolik. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelarut etanol terhadap aktivitas antioksidan ekstrak herba sirih cina. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan objek penelitian berupa data sekunder dari jurnal ilmiah nasional. Kriteria inklusi meliputi penelitian yang menggunakan metode ekstraksi maserasi, pelarut etanol dengan variasi konsentrasi, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif dengan membandingkan nilai persen inhibisi dan nilai IC50 sebagai parameter aktivitas antioksidan.Hasil telaah menunjukkan bahwa penggunaan pelarut etanol 80% memberikan aktivitas antioksidan terbaik dibandingkan dengan etanol 96%. Berdasarkan data penelitian sebelumnya, ekstrak etanol 80% herba sirih cina menunjukkan aktivitas antioksidan kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 19,031 ppm. Sementara itu, penggunaan pelarut etanol 96% menghasilkan aktivitas antioksidan dengan kategori sedang dengan nilai IC50 sebesar 132,85 µg/mL (ppm). Perbedaan efektivitas ini dipengaruhi oleh tingkat polaritas pelarut yang menentukan optimalisasi penarikan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan polifenol. Studi literatur ini diharapkan dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai pengaruh pelarut etanol terhadap aktivitas antioksidan herba sirih cina.