"Gambaran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Dewasa dan Faktor yang Mempengaruhinya di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam"
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat serius di Indonesia, dengan tingkat kasus yang relatif tinggi dan proses pengobatan yang sering kali terkendala oleh ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan seluruh tahapan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepatuhan dalam pengobatan pasien TBC dewasa di wilayah kerja Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam serta mengidentifikasi berbagai faktor-faktor utama yang memengaruhinya, seperti tingkat pengetahuan individu pasien, dukungan dari keluarga inti dan lingkungan sekitar, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam pendampingan selama masa terapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap pasien TBC dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien TBC dewasa yang telah menjalani pengobatan minimal selama satu bulan dan bersedia menjadi partisipan dengan menandatangani lembar persetujuan di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Data dikumpulkan melalui kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien, serta kuesioner tambahan untuk menilai pengetahuan, dukungan keluarga, dan persepsi pasien terhadap peran tenaga kesehatan. Data pendukung juga diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi dari rekam medis pasien yang tersedia di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat kepatuhan, serta faktor-faktor yang diteliti. Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan pengetahuan pasien, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan.