Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Tuberkulosis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Efektivitas Strategi Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) Dalam Penanggulangan Tuberkulosis Melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Indonesia. Strategi DOTS menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan TBC yang menekankan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana, serta keterlibatan tenaga kesehatan untuk memastikan diagnosis dan pengobatan TB yang cepat. Fasilitas pelayanan kesehatan juga berperan penting dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kasus TBC secara terpadu dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan efektivitas strategi DOTS dalam penanggulangan tuberkulosis melalui penggunaan SITB di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-experimental metode deskriptif. Rancangan penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah Tenaga Kesehatan yang bertugas dalam pengelolaan program TBC di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Analisis data pada pengujian ini disusun dan disajikan dalam bentuk narasi atau naskah, dan tabel.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS MELALUI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI TUBERKULOSIS (SITB) DI INSTALASI FARMASI KLINIK UTAMA RACHMI KOTA SAMARINDA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kedua kasus TB tertinggi di dunia. Pelayanan kefarmasian berperan penting dalam mendukung penanggulangan tuberkulosis, khususnya dalam pengelolaan terapi dan pelayanan informasi obat. Fasilitas Pelayanan kesehatan juga sangat penting dimana tiap fasyankes memerlukan Tim DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program penanggulangan TB dan wajib melakukan pencatatan dan pelaporan setiap kejadian penyakit TB melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penanggulangan tuberkulosis melalui penggunaan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di Instalasi Farmasi Klinik Utama Rachmi Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-experimental menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan melalui wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah Apoteker dan tenaga kesehatan yang bertugas dalam pengelola program TB yang bertanggung jawab atas SITB di Instalasi Farmasi Klinik Utama Rachmi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada pengelola laporan SITB kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil temuan ini menjadi dasar rekomendasi perbaikan sistem pelayanan kefarmasian untuk optimalisasi penanggulangan TB di klinik tersebut.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI EFEKTIVITAS KEBIJAKAN DAN PELAPORAN SITB DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN UNTUK PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI KLINIK X KOTA SAMARINDA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global. Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi TB, termasuk sistem pelaporan berbasis digital melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan penanggulangan TB yang diterapkan di Klinik X kota Samarinda, dengan fokus pada implementasi kebijakan, kepatuhan tenaga kesehatan, serta hambatan yang dihadapi dalam sistem pelaporan kasus TB. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan 3 orang tenaga kesehatan, observasi langsung, serta analisis dokumen kebijakan dan laporan SITB. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan analisis persentase efektivitas kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan kebijakan dan pelaporan SITB di Klinik X masih bervariasi. Peningkatan kapasitas tenaga kefarmasian berada dalam kategori Kurang Baik dengan nilai efektivitas 50%, sementara tata laksana pasien TBC tergolong Cukup Baik dengan nilai 57,14%. Ketersediaan obat anti-TB (OAT) masih Kurang Baik dengan skor hanya 14,28%, menunjukkan kendala serius dalam penyediaan obat. Namun, aspek komunikasi, informasi, edukasi (KIE), dan konseling menunjukkan hasil yang Baik, dengan efektivitas 90%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN RISIKO TERJADINYA TUBERKULOSIS PARU ANTARA PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk tuberkulosis paru. Paparan asap rokok, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif, dapat menurunkan sistem pertahanan saluran pernapasan sehingga mempermudah infeksi Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kebiasaan perokok aktif dan perokok pasif dengan risiko terjadinya tuberkulosis paru. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2015–2025. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dan diperoleh 15 artikel, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi hingga terpilih 2 jurnal yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi mengalami TB paru dibandingkan perokok pasif karena terpapar langsung zat berbahaya dalam rokok yang dapat merusak fungsi paru dan menurunkan daya tahan tubuh. Namun, perokok pasif juga memiliki risiko yang signifikan akibat paparan asap rokok secara terus-menerus. Selain itu, lama merokok ≥10–15 tahun turut meningkatkan risiko terjadinya TB paru. Disimpulkan bahwa kebiasaan merokok, baik aktif maupun pasif, berhubungan dengan peningkatan risiko tuberkulosis paru, dengan risiko yang lebih tinggi pada perokok aktif.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

"Gambaran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Dewasa dan Faktor yang Mempengaruhinya di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat serius di Indonesia, dengan tingkat kasus yang relatif tinggi dan proses pengobatan yang sering kali terkendala oleh ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan seluruh tahapan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepatuhan dalam pengobatan pasien TBC dewasa di wilayah kerja Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam serta mengidentifikasi berbagai faktor-faktor utama yang memengaruhinya, seperti tingkat pengetahuan individu pasien, dukungan dari keluarga inti dan lingkungan sekitar, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam pendampingan selama masa terapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap pasien TBC dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien TBC dewasa yang telah menjalani pengobatan minimal selama satu bulan dan bersedia menjadi partisipan dengan menandatangani lembar persetujuan di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Data dikumpulkan melalui kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien, serta kuesioner tambahan untuk menilai pengetahuan, dukungan keluarga, dan persepsi pasien terhadap peran tenaga kesehatan. Data pendukung juga diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi dari rekam medis pasien yang tersedia di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat kepatuhan, serta faktor-faktor yang diteliti. Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan pengetahuan pasien, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PEMERIKSAAN GENEXPERT DAN ZIEHL NEELSEN UNTUK MENDETEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSI PADA PASIEN TUBERCULOSIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

uberkolosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan dalam masyarakat. Penyakit ini disebabkan bakteri Mycobacterium tubeculosis yang menyerang paru paru. Deteksi dini untuk penderita TBC sangat diperlukan Deteksi dini TBC dapat mengguankan metode pemeriksaan GeneXpert dan Ziehl-Neelsen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemeriksaan GeneXpert dan Ziehl-Neelsen dalam mendeteksi Mycobacterium tuberculosis melalui penelusuran pustaka dari jurnal terbaru. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah pada beberapa data artikel penelitian. Objek penelitian berdasarkan dua jurnal yang terpilih. Diperoleh hasil penelitian berupa informasi dimana data yaitu Lutfi et al (2020) dan Andini et al (2020). Hasil penelitian gambaran metode GeneXpert dan Zieh- Neelsen yang dilakukan Andini et al (2020) pada 15 sampel pemeriksaan dengan metode Zieh Nelseens 13% dan metode GeneXpert 26%. Penelitian kedua oleh Lutfi et (2020) pada 49 sampel pemeriksaan dengan metode Zieh Nelseens 20% dan metode GeneXpert 27.8%.Disimpulkan bahwa metode GeneXpert menjad pilihan dalam mendeteksi TBC yang lebih cepat dan akurat dilihat dari prosentase ke dua rumah sakit.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KECAMATAN TENGGARONG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat, namun kenyataannya masih banyak pasien yang tidak patuh sehingga meningkatkan risiko kegagalan terapi. Dukungan keluarga adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepatuhan minum obat, karena keluarga berperan sebagai pengingat, motivator, dan pendamping selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru di Puskesmas Kecamatan Tenggarong. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan prospektif. Sampel penelitian adalah 60 pasien TB paru yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner demografi, kuesioner dukungan keluarga, dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk menilai kepatuhan pasien. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik (95%) dan memiliki tingkat kepatuhan tinggi (86,67%) dengan hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan (P-value = 0,000), begitu juga hasil analisis multivariat Principal Component Analysis (PCA) dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan memiliki korelasi positif.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus tuberkulosis paru di dunia. TB paru menjadi penyakit menular paling mematikan setelah infeksi covid-19. Insidensi TB Indonesia pada 2021 mencapai 969,000 kasus TB global. Kepatuhan minum obat pada pasien TB paru sangatlah penting. Adanya dukungan keluarga dapat mendukung pengobatan teratur penderita tuberkulosis. Jika pasien patuh dalam pengobatan TB paru, dapat menyelesaikan seluruh durasi pengobatan yang berlangsung selama 6 hingga 9 bulan tanpa melewatkan dosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dilakukan pengumpulan data, menelaah, dan mempelajari data-data pada jurnal yang berkaitan dengan objek penelitian. Adapun objek pada penelitian ini adalah hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang diperoleh dari Puskesmas Pahandut Palangka Raya, Puskesmas Kedaton Bandar Lampung, dan Puskesmas Kecamatan Cakung. Hasil studi literatur ini terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis. Oleh karena itu akan semakin baik jika keluarga memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang sedang mengalami pengobtan TB paru.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Salah satu faktor keberhasilan pengobatan tuberkulosis adalah kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat secara teratur sampai tuntas. Kemungkinan terjadinya ketidakpatuhan selama pengobatan masih sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah gambaran kepatuhan minum obat pada kasus pasien paru tuberkulosis. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang telah didapat pada tiap-tiap jurnal. Hasil studi literatur menunjukan tingkat kepatuhan di Rumah Sakit Paru Surabaya sebanyak 51 orang (88%) dan Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Klaten sebanyak 24 orang (75%). Perbedaan kepatuhan pasien dapat dilihat dari faktor usia pasien yang dimana pada Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Klaten banyak pasien yang umurnya diatas 40 tahun sehingga memiliki penyakit bawaan yang menyebabkan polifarmasi sehingga merasa bosan untuk meminum obat dalam jangka panjang.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail