ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nama : Dian Novita Sayuti Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Usulan Skripsi : Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Preeklampsia Di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Pembimbing : apt. Siti Jubaidah, S. Far., M.Pd. apt. Yullia Sukawaty, S. Far., M Sc. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah setelah usia kehamilan 20 minggu yang disertai proteinuria atau gangguan organ lainnya. Kondisi ini menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat, termasuk penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain observasional retrospektif dan analisis deskriptif. Data diperoleh dari rekam medis pasien preeklampsia rawat inap periode Januari–Agustus 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dari 160 rekam medis yang diperoleh, sebanyak 61 rekam medis memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan meliputi usia pasien, usia kehamilan, riwayat hipertensi, proteinuria, diagnosis, lama rawat inap, serta penggunaan obat antihipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien preeklampsia paling banyak berada pada kelompok usia 20–35 tahun sebanyak 46 pasien (75%), usia kehamilan trimester III sebanyak 60 pasien (98%), memiliki riwayat hipertensi keluarga sebanyak 28 pasien (46%), proteinuria +3 sebanyak 27 pasien (45%), dan diagnosis preeklampsia berat sebanyak 40 pasien (66%). Pola penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi nifedipin, magnesium sulfat (MgSO₄), dan methyldopa sebanyak 24 pasien (39%), diikuti kombinasi nifedipin dan methyldopa sebanyak 19 pasien (30%). Penggunaan terapi kombinasi lebih dominan dibandingkan terapi tunggal karena sebagian besar pasien mengalami preeklampsia berat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan didominasi oleh terapi kombinasi nifedipin, MgSO₄, dan methyldopa. Terapi kombinasi digunakan untuk mengendalikan tekanan darah sekaligus mencegah komplikasi kejang pada pasien preeklampsia. Kata kunci: Preeklampsia, Antihipertensi, Nifedipin, Methyldopa, Magnesium Sulfat, Profil Penggunaan Obat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus (DM) merupakan kondisi kronik yang terjadi karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara normal atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif.Obat hipoglikemik Oral (OHO) merupakan obat yang ditujukan untuk penanganan diabetes mellitus yang diberikan secara oral,terutama untuk pengobatan diabetes tipe 2. Tujuan dari penelitian ini adalahmengetahuiprofil penggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas.Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Objek penelitian yaitu penggunaan Obat hipoglikemik Oral (OHO) pada pasien diabetes melitus di puskesmas, yaitu puskesmas teladan kota Medan, Puskesmas di wilayan Surabaya Timurdan di Puskesmas temindung Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran perbandingan dari data-data penggunaan obat hipoglikemik oral (OHO) yang terkumpul.Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas Teladan Kota Medan meliputi metformin 79,31%, kombinasi metformin + glimepiride 53,85% dan kombinasi metformin + glibenclamida 46,15%. Puskesmas wilayah Surabaya Timur meliputi metformin 29,71% dan kombinasiglibenklamid + metformin 55,8%. Puskesmas Temindung Samarinda meliputi glibenkalmid 50%, kombinasi metformin + glibenclamida 36,6% dan kombinasi metformin + glimepiride sebanyak 1 resep (3,3%). Disimpulkan penggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas paling banyak golongan biguanid dengan jenis metformin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan objek penelitian profil penggunaan antibiotik pada penyakit ISPA di Puskesmas. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan varifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan analisis data secara deskriptif yaitu mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap data yang sudah terkumpul yaitu data penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA di beberapa puskesmas menunjukkan bahwa antibiotik golongan penisilin yaitu amoxicillin adalah antibiotik yang paling banyak digunakan pada pasien penderita ISPA, dengan data terbanyak penderita ISPA di derita oleh perempuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat ISPA di Puskesmas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal serta Karya Tulis Ilmiah (KTI) tentang profil penggunaan obat ISPA di puskesmas. Objek penelitiannya adalah Profil Penggunaan Obat Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Puskesmas. Data dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur yang ada. Penggunaan obat ISPA berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi pada penelitian Tatu (2017) dan Natsir (2019) adalah laki-laki dengan persentase 50,54% dan 52,8%, sedangkan pada penelitian Mola (2018) dan Barus (2019) yang tertinggi adalah perempuan dengan persentase 54,67% dan 60,37%. Berdasarkan usia, pada penelitian Tattu (2017), Natsir (2019) dan Mola (2018) yang tertinggi adalah pada usia balita dengan persentase 100%, 27,8% dan 41,36%, sedangkan pada penelitian Barus (2019) yang tertinggi ada pada lansia yaitu dengan persentase 42,09%. Berdasarkan obat yang sering digunakan adalah amoxicillin dengan persentase 80,34%, Glyceril guaiacolat 92,2%, obat kombinasi 78,75% dan mukolitik 38,28%. Kesimpulan hasil literatur adalah berdasarkan jenis kelamin tidak terdapat perbedaan yang terlalu signifikan, berdasarkan usia terbanyak adalah balita, dan berdasarkan obat yang diberikan terapi utama adalah amoxicillin dan terapi suportif glyceril guaiacolat.